KAYA HATI DENGAN MELAYANI

Oleh Agung Kuswantoro

Siapa orang yang paling kaya di dunia? Saya yakin pasti lembaga, media, majalah Forbes sudah mencatatnya untuk tahun 2016. Saya mendapatkan data bahwa orang yang terkaya di dunia tahun 2016 adalah Amancio Ortega. Ia menggesar Bill Gates. Kekayaan dia mencapai 79,5 miliar dolar AS. Ia adalah pemilik Microsoft, sebuah pemilik Zara fashion (http://bangka.tribunnews.com/2016/09/10/).

Lalu, bisakah kita kaya seperti dia? Menurut saya bisa, bahkan saat ini Saudara sudah melakukannya. Buktinya apa? Buktinya adalah Anda sudah memberi dari apa yang dimiliki. Nabi Muhammad SAW berkata tangan diatas lebih baik daripada dibawah. Posisi kita ada pada memberi, sebutannya Pemberi.

Memberi = Melayani
Memberi dalam hal ini adalah melayani. Pekerjaan kita adalah melayani. Melayani apa yang orang lain butuhkan. Kita adalah pegawai, bukan pengusaha. Berarti tugas kita adalah melayani siapapun. Tidak hanya pemimpin (atasan), tetapi juga sesama pegawai baik dari unit sendiri maupun dari unit diluar ia bekerja.

Melayani merupakan pekerjaan mulia. Tidak gampang melakukan pekerjaan ini. Dibutuhkan kompetensi dan etika. Kompetensi masyarakat kemampuan dan kemahiran pegawai. Keduanya harus melekat dalam diri pegawai tersebut. Kompeten tapi tidak murah senyum, maka tidak menarik. Beretika tapi tidak kompeten, maka pekerjaannya tidak efektif dan efisien.

Kompetensi pegawai bermacam-macam. Ada yang membuat laporan keuangan, mengonsep surat, mengetik surat, mengirim surat, menyimpan surat, dan kompetensi lainnya. Tuhan menciptakan makhluknya beribu, bahkan berjuta kemampuan tiap ciptaanya. Tidak ada yang sama. Tugas kita wajib mensyukuri dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Kita tidak boleh iri atau sakit hati dengan kemampuan orang lain. Misal dengan perkataan enak ya, ia bekerja dibagian sana? Asik ya, ia tidak ada pekerjaan tapi gajinya tinggi? Atau nikmat sekali dia, bisa kaya dengan pekerjaan seperti itu? dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Jika ada seseorang yang demikian, pasti ia tidak bahagia, ia cenderung berperilaku menerima sesuatu, tidak memberi. Padahal yang terbaik adalah orang yang memberi (bisa melayani). Orang yang terkaya adalah memberi atas kompetensi masing-masing individu. Yang mengirim surat, ia memberi surat atau mengantarkan surat kepada unit yang dituju. Yang mengonsep surat, ia membuat surat dengan bahagia santun dan sesuai dengan kaidah persuratan untuk dibalas atau menuliskan surat. Yang menyimpan surat, ia akan menyimpan arsip sesuai kaidah kearsipan agar cepat dalam penerimanya, sehingga mempermudah dalam melayaninya.

Kompeten saja tidak cukup, harus dibingkai dengan etika santun menjadi kunci seseorang menjadi lebih cantik dan anggun. Orang akan mengenal seseorang tidak cukup karena kompetennya saja, namun juga etikanya. Misal ada orang mengatakan “oh dia yang senyumnya manis, oh dia yang suka marah? Oh dia yang selalu menolong pekerjaan teman. Dan kalimat lainnya.

Itu contoh etika. Setiap orang pasti memilikinya. Sumber etika dari keluarga dan masyarakat. Keluarga menjadi kunci utama etika seseorang terbentuk. Masyarakat menjadi wadah mengimplementasikan etikanya. Ada yang mengatakan orang Pemalang atau Tegal, bahasnya kasar. Ada juga yang mengatakan orang Solo atau Jogjakarta, bahasanya halus. Itu wujud masyarakat mempengaruhi etika Bahasa.

Jika kita berkompetensi dan beretika maka kita layak disebut sebagai orang yang kaya seperti Bill Gates. Kaya apa? KAYA HATI. Bukan kaya kekayaan seperti dia. Mengapa? Karena kita MELAYANI. Karena memberi kepada sesama tiap hari. Belum tentu tiap orang bisa memberi. Apalagi memberi kita dengan dasar kompetensi dan etika. Orang akan mengatakan kita CANTIK, CAKAP, dan ANGGUN. Bahkan saat kita dimintai tolong dengan jawaban SIAP.

Yuk, kita menjadi pribadi yang kaya hati dengan cara melayani dengan segenap kompetensi yang kita miliki dan membingkai hati ini dengan penuh etika saat memberikannya. Pasti kita orang yang tersukses dan terkaya di dunia ini, Karena setiap saat kita selalu memberi dan melayani.

Semarang, 2 Desember 2016

Agung Kuswantoro, koordinator sistem dan layanan UPT Kearsipan UNNES
Materi disampaikan pada kegiatan Non Degree Trainning, hotel Dafam Yogyakarta 2-4 Desember 2016

Kajian Fiqih Rutin: Jangan Tutup Lagi

Oleh Agung Kuswantoro

Ayo berbagi. Berbagi apa saja dari apa yang kamu punya. Kamu punya uang? Bagikan uangnya. Kamu punya rumah? Serahkan rumahmu kepada yang membutuhkan. Kamu punya makanan? Bagikan pada orang yang lapar. Lalu, bagaimana jika kamu tidak punya uang, rumah, dan makanan? Alias kamu tidak punya materi? Jawabanku, bagikan tubuhmu.

Jika kamu punya ilmu. Sebarlah ilmumu kepada orang lain. Jika kamu belum punya ilmu. Bagilah tenagamu. Hasilnya memang lelah. Tapi jangan putus asa. Sekedar berbagi pengalaman saja. Ada beberapa forum yang saya dirikan. Alhamdulillah, bisa berjalan di awal hingga mengalami masa keemasannya. Dan, akhirnya hancur alias sepi forum tersebut. Ada pula yang masih berjalan dan menjadi besar hingga sekarang.

Mahasiswa Mengaji
Mahasiswa Mengaji saya bentuk tahun 2012. Kajian pertama di kontrakan saya di Green Village, Mangunsari. Alhamdulillah ada yang datang di pertemuan pertama. Kemudian terkendala tempat yang jauh dari jangkauan mahasiswa. Saya pindah ke Sekaran. Hasilnya ada tambahan peserta. Materi kajiannya tauhid, fiqih, dan tajwid. Namun di tahun 2016 ini, ternyata Allah berkata lain. Mahasiswa yang mau mengaji di kajian tersebut tidak ada yang datang.

Madrasah Istiqlal
Kajian anak-anak yang diselenggarakan di rumah saya tiap sore. Pada hari Senin hingga Kamis. Saya mulai buka kajian tersebut sekitar tahun 2014 (seingat saya). Alhamdulillah, antusias warga disekitar perumahan saya yang mengaji. Anak-anak pada datang. Berbagai kendala teknis saya selesaikan bersama orang tua wali dan istri (selaku pengelola). Kendala mulai dari peralatan, sarana, guru mengaji, dan persoalan. Puncaknya di tahun 2016, tepatnya November 2016 kami (saya, istri, dan orang tua/wali santri memutuskan “cuti” alias OFF atas kajian yang sore dilakukan di rumah saya tersebut dengan pertimbangan yang matang.

Sinau Nulis
Sinau Nulis. Forum kecil yang saya dirikan beberapa mahasiswa yang suka nulis. Forum sharing mengenai dunia kepenulisan. Beberapa mahasiswa mengirimkan sebuah tulisan, kemudian kita diskusikan dan dikirim ke redaksi, dan penerbit. Alhamdulillah ada yang di-publish dan diterbitkan penerbit. Lalu, forum ini sepi lagi.

Sekarang, saya dan keluarga konsen pada kajian fiqih yang saya sajikan bersama para jamaah Masjid Nurul Iman. Masjid dekat rumah saya. Atas persetujuan jamaah dan pengurus, tiap selesai sholat subuh diadakan kajian rutin mengenai fiqih. Saat ini temanya tentang sholat. Alhamdulillah beberapa hari ini lancar dan jamaah dapat mengikuti secara antusias. Kitab fiqih yang digunakan adalah Safinatun Najah. Dan, diakhiri dengan do’a.

Buka – Tutup – Buka
Gaya buka kajian, tutup kajian, dan buka kajian lainnya. Ternyata menjadi model dalam hidup saya. Buka kajian, awal ramai, hingga mengalami puncaknya. Setelah itu sepi karena alasan macam-macam seperti tidak ada santri/mahasiswa, tidak ada komitmen antara guru dan siswa, atau permasalahan teknis lainnya. Bisa juga kendala tersebut dari saya sendiri. Saya pun berpikir. Memang semua kegiatan tersebut semuanya berasal dari saya dan istri. Saya dan istri sebagai penyajinya. Anak-anak, dan mahasiswa sebagai pesertanya. Saat kami luar kota, kajian Madrasah Istiqlal (kajian anak-anak) kami libur dulu karena tidak ada yang menyajikan. Demikian juga Mahasiswa Mengaji, saat saya hari sabtu luar kota, kajian tersebut OFF dulu, karena tidak ada yang menyajikan. Kajian-kajian tersebut semua GRATIS alias tidak dipungut biaya. SPP-nya hanya datang ke rumah niat belajar dan ngaji. Dah itu saja.

Kami saat ini konsen pada kajian subuh. Semoga kajian ini tidak seperti kajian-kajian yang saya buat sebelum-sebelumnya. Dengan alasan tidak ada santri, tempat, waktu, atau penyajinya sibuk. Buka – Tutup – Buka . semoga tidak berlaku di kajian subuh. Jika saya tidak bisa menyajikan materi, ada perusnya. Jamaah pun konsisten yang mengikutinya. Ini semua dengan tujuan BERBAGI. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk saya dan jamaah serta keluarga saya. Amin.

Semarang, 24 November 2016

Menaikkan Status Menjadi “Alim

Oleh Agung Kuswantoro

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmulah yang paling pemurah, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. al ‘alaq : 1-5)

Seorang muslim seharusnya suka membaca. Namun, ironis Indonesia dimana penduduk yang banyak muslim, bahkan terbesar muslimnya di dunia, namun minat bacanya rendah. Berdasarkan survey UNESCO minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 %. Artinya dalam seribu masyarakat hanya ada 1 masyarakat yang memiliki minat baca. Minat baca masyarakat Indonesia sangat minim sekali. Dari 61 negara, Indonesia menempati peringkat 60. Ini artinya Indonesia masih setara dengan negara Afrika Selatan (www.gobekasi.pojoksatu.id. Data 19 Mei 2016).

Melihat data tersebut, dapat dikatakan keingintahuan masyarakat Indonesia terhadap suatu ilmu masih rendah. Padahal Allah memerintahkan membaca tak cukup sekali. Dalam satu surat saja ayat (1-5) perintah membaca ada dua kali. Maknanya, jika kita mebaca sekali, mungkin belum memahami. Kemudian kita baca ulang, maka barulah memahaminya.

Tujuan kepada siapa yang harus membaca, jelas pada orang muslim. Mengapa demikian? Karena al qur’an diturunkan kepada orang muslim. Tugas seorang muslim adalah mengamalkannya. Ternyata mengamalkan tidaklah mudah, dibutuhkan usaha dan langkah yang konkret.

Menengok ke belakang, ternyata semangat Nabi Muhammad SAW untuk membaca dimulai umur 40 tahun, semenjak ayat tersebut diturunkan. Posisi Nabi Muhamad SAW, bahkan ummi atau tidak bisa membaca dan menulis. Namun, meskipun umur 40 tahun, motivasi beliau sangat tinggi dengan bertanya kepada Malaikat Jibril. “Ma ana bi qori” atau “apa yang saya baca”. Ini menunjukkan bahwa kita dianjurkan untuk belajar.

Jika, kita membaca maka yang kita dapat berupa ilmu. Ilmu inilah menjadi kunci atau tujuan yang akan diperoleh jika kita rajin membaca. Bahkan Allah menyandingkan orang yang berilmu dengan orang beriman sebagaimana firman Allah:”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat” (QS. 58 (Al mujadilah) : 11)

Berdasarkan ayat di atas, tegas sekali Allah menempatkan orang berilmu dengan beriman. Kata penghubungnya atau huruf athof-nya wawu atau wa. Huruf athof wawu memiliki keistimewaan tersendiri dari huruf athof lainnya, yaitu untuk melengkapi suatu pernyataan. Maknanya ayat di atas bahwa orang yang berilmu berfungsi untuk melengkapi pernyataan karena itu tidak boleh kita mengatakan “Allah meninggikan orang beriman saja” karena masih ada lanjutannya atau huruf athof-nya.

Lalu, muncul pertanyaan. Siapakah orang yang berilmu? Mari kita kaji. Bayangkan saja orang yang berilmu, pasti ada pembeda dengan orang yang belum berilmu. Dalam ilmu fiqih, ada istilah ‘alim dan ‘abid. ‘Alim atau yang berilmu dan ‘abid atau ahli ibadah. Jelas ada pembeda, antara ahli ilmu dan ahli ibadah.

Misal, ‘alim mengetahui suatu pekerjaan yang ia lakukan. Ia sholat. Ia mengetahui mana wajibnya, mana sunnahnya, mana rukunnya, mana syaratnya, mana haramnya, dan mana makruhnya. Ia sholat mengetahui rukun sholatnya mulai dari niat, takbirotul ihrom, baca al fatihah, rukuk, iktidal, hingga salam. Bahkan tidak cukup mengetahui, tetapi paham apa yang diucapkan, bahkan filosofinya, seperti takbirotul ihrom. Takbir yang diharamkan. Mengapa namanya takbir yang diharamkan? Karena setelah mengucapkan takbir tersebut, kita diharamkan untuk makan, minum, tidur, jalan, dan aktifitas lainnya. Haram untuk bertindak atau beraktifitas sebagaimana orang bekerja. Namun saat takbir, hanya satu perbuatan yaitu sholat. Dinamakan haram karena untk mensucikan atas perbuatan tersebut.

‘Alim atau orang berilmu mengetahui apa yang ia baca dan lafalkan, bahkan ada yang menangis. Lantas kita bertanya, mengapa orang tersebut hanya takbir saja bisa menangis? Jawabannya karena dia orang ‘alim. Ia mengetahui hakikat yang ia lafalkan. Ia pasti bisa membaca. Ia pasti dapat memaknai. Dan, ia pasti bisa menghadirkan hatinya dalam perbuatan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan orang yang ‘abid atau ahli ibadah? Ia hanya melakukan saja. Ia sekedar melaksanakan dari apa yang ia ketahui. Ia belum memahami filosofi atau makna yang ia kerjakan. Sekedar melakukan saja. Jika ia takbir, ia hanya melakukan takbir. Tanpa mengetahui hakikat takbir. Bahkan ia tidak merasakan, apa yang ia ucapkan. Tak berasa, apalagi mengajak hati untuk berinteraksi dalam perbuatan tersebut. Apalagi menangis atau menyesali perbuatannya.

Singkatnya, ‘alim adalah orang yang gemar membaca. Ia rajin membaca apa saja. Ia merasa haus dengan informasi atau ilmu. Ia membutuhkan asupan. Asupan buku yang sangat berbobot. Jika ia ingin sholat yang khusuk, maka ia akan membaca buku fiqih. Jika ia ingin memahami al qur’an, maka ia akan membaca tajwid dan tafsirnya. Jika ia ingin mengetahui sejarah Nabi Muhammad SAW, maka ia akan membaca tarikh Nabi Muhammad SAW. Jika ia ingin pandai berbisnis, maka ia akan membaca buku tentang kewirausahaan. Jika ia ingin menjadi ahli publik speaking, maka ia akan membaca buku komunikasi. Dan ilmu-ilmu lainnya.

Maknanya, ilmu tak sekedar ilmu agama saja. Apa yang kita baca itulah ilmu. Hanya penekanannya, bingkailah ilmu dengan iman. Apa pun ilmunya, jika ilmu dibingkai dengan iman, maka ilmu itu sesuai apa yang anjurkan oleh Rosululloh.

Misal, orang berjualan atau berniaga. Jika ia mengunakan ilmu, maka ia pasti jujur dalam menakar timbangan. Guru fisika mengenalkan gerhana matahari atau bulan kepada siswanya, maka ia akan mentasbihkan atau mensucikan ciptaan Allah. Seorang politikus saat berorasi, maka ia akan selalu memegang janji dan menjalankan amanah jabatannya. Itulah contoh sederhana ilmu apa pun yang dibingkai oleh iman.

Lalu, bagaimana dengan kita agar menjadi orang berilmu? Jawabannya, buatlah majlis-majlis ilmu dimanapun dan kapanpun. Bisa di indekos atau masjid, setiap seminggu sekali atau sebulan sekali. Tujuannya agar mengenal ilmu-ilmu Allah. Misal seminggu sekali atau ba’da subuh/ maghrib ada kajian agama yang membahas masalah sholat atau cara membaca dan memahami makna al qur’an. Agar kita semua mengetahui hakikat sholat itu sendiri. Kita mengetahui essensi sholat, hingga pada hukum-hukumnya. Jangan yang kecil dibesarkan, tapi yang besar, malah kita tidak mengamalkan. Memperdebatkan masalah qunut atau tahlil, tapi tidak mengetahui hakikatnya. Malahan yang bersangkutan tidak mengetahui dalilnya.

Demikian juga, belajar ilmu tajwid dan tafsir alquran. Apa itu idhar, idhom bi gunnah, idhom bila hunnah, ikhfa, mad, qonnah, dan yang lainnya. Belum lagi tanda baca, apa itu waqof dan apa itu wasal. Atau bacaan-bacaan aneh atau ghorib seperti imalah, bacaan ana, saktah, dan lainnya.

Pastinya, ini semua Allah menciptakan bacaan-bacaan itu ada maksudnya. Itulah tuntutan orang Islam agar belajar atas ilmu-ilmu Allah. Sehingga wajar jika ada orang membaca atau mendengarkan al qur’an ada yang menangis hatinya dan air matanya. Itu karena ia orang berilmu. Ia paham akan apa yang dibaca, diucapkan, dan dimasukkan dalam hati, serta mempraktekkannya.

Bagaimana dengan kita? Marilah belajar dan membaca dan mengkaji ilmu dengan membuat majlis. Jangan sampai yang kita lafalkan hanya sekedar hafalan. Doa-doa yang kita ucapkan hanya hafalan, tanpa mengetahui makna dan hakikatnya. Sehingga kita tidak ada bedanya dengan orang yang hafalan kalimat atau lagu. Jadilah orang yang berilmu. Naikkan status kita dari ‘abid atau ahli ibadah menjadi ‘alim atau orang berilmu. Rajin bacalah buku-buku apa saja yang sesuai dengan kebutuhan kita. Lalu, tulislah agar membekas di ingatan kita dan orang lain bisa membacanya. Lalu, amalkanlah. Semoga kita semua termasuk orang yang berilmu. Amin.

Semarang, 9 November 2016

Daftar Pustaka
1. Al qur’anul Karim
2. Survei UNESCO: Minat Baca Masyarakat Indonesia 0,001 persen. Kamis, 19 Mei 2016
3. Mudrajad, Kuncoro. 2009. Mahir Menulis: Kiat Jitu Menulis Artikel OPini, Kolom dan Resensi Buku. Jakarta: Erlangga.
4. M. Husnaini. 2013. Menemukan bahagia Mengarifi Kehidupan Menuju Rida Tuhan. Jakarta: Quanta Elexmedia Komputindo.
5. M, Syafi’i Antonio. 2007. Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager. Jakarta: Tazkia
6. H. Moch. Anwar. 1990. Terjemahan Matan Alfiyah. Bandung: Al Ma’arif.

Materi Teknologi Perkantoran

Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor

Pengadaan sarana dan prasarana merupakan berbagai kegiatan pengadaan alat dan barang berdasarkan rencana yang telah disusun dan ditetapkan. Pengadaan sarana dan prasarana dapat dilakukan dengan membuat sendiri, menyewa, meminjam dan membeli. Pada umumnya, pengadaan sarana prasarana dilakukan dengan cara membeli karena relatif lebih mudah dan dapat dilaksanakan oleh organisasi pengadaan sarana prasarana ini dapat dengan menempuh cara tender. Menurut Bowersox, (2001) sebelum pengadaan, proses perencanaan merupakan satu proses yang harus ditempuh agar pengadaan yang ada menjadi berguna dan pengadaan yang ada tidak memboroskan anggaran organisasi.

Lebih lanjut lagi, Mills et. al (2001) mengemukakan bahwa yang menjadi dasar dalam proses pengadaan adalah:
1. Apakah wilayah kerja memadai?
2. Dapatkah juru tulis bekerja dengan nyaman?
3. Apakah juru tulis dapat menggunakan kedua tangannya?
4. Dapatkah pekerjaan diselia?
5. Apakah pekerjaannya terlindungi secara memadai?
6. Apakah ada tempat penyimpanan yang cocok untuk barang milik pribadi juru tulis?
7. Dapatkah wilayah kerja dibersihkan?

Lebih lanjut lagi, Mills et. al (2001) menyatakan pokok-pokok berikut harus diingat sewaktu membeli perabot:
1. Staf harus dilibatkan sedapat mungkin dalam pemilihan;
2. Pilihan antara kayu dan baja tidak penting sekarang karena biasanya kedua bahan tersebut digunakan bersama;
3. Beberapa sistem memiliki pemilihan warna;
4. Plastik tidak dapat diperbaiki, tetapi kuat untuk bagian dalam laci;
5. Tidak boleh ada tepi atau sudut yang tajam atau bergerigi;
6. Kunci harus terbenam atau rata dengan permukaan;
7. Tirai harus mudah dipasang atau dilepas;
8. Meja kerja atau meja biasa harus bisa distel ketinggiannya;
9. Unit peraga visual harus bisa distel; dan
10. Bagian atas meja harus dapat dibuat dengan beberapa bagian yang dapat dimiringkan dari 1 derajat hingga 20 derajat.

Distribusi Sarana dan Prasarana Kantor

Distribusi adalah penyaluran barang dari penyimpanan sementara untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam distribusi sarana dan prasarana kantor diciptakan sistem penyampaian yang cepat, efisien, namun juga memberikan manfaat yang tepat. Agar sistem penyampaian yang handal tersebut dapat dibangun, diperlukan kerjasama yang erat antara satuan kerja pengguna sarana dan prasarana dengan petugas sarana dan prasarana. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan adalah:

1. Kebutuhan yang jelas.
Pengguna sarana dan prasarana menyampaikan kebutuhannya dengan jelas dalam arti barang apa yang diperlukan, jumlah apa dimana diperlukan dan kapan diperlukan. Untuk memperlancar kerja.

2. Kecekatan Petugas.
Terdapat kecekatan petugas sarana dan prasarana untuk memproses permintaan yang diterimanya dan menyampaikan mengirimkannya kepada satuan kerja yang membutuhkan.

Penggunaan Sarana dan Prasarana Kantor

Penggunaan barang meliputi dua kategori yaitu inventaris yang tidak habis sekali pakai dan inventaris habis pakai, dalam administrasi logistik prinsip efisiensi dan efektivitas merupakan hal yang perlu dipegang menjaga adanya pemborosan, pemborosan terjadi karena dua faktor, yaitu sikap dan kurangnya keterampilan menyelesaikan tugas.

1. Sikap Mental.

Sikap mental pada dasarnya bentuk ketidakperdulian pada berfungsinya alat/barang yang digunakan pegawai dan ketidakjujuran dalam mengelola kekayaan milik organisasi;

2. Minimnya Keterampilan.
Kurangnya keterampilan menyelesaikan tugas, dalam melaksanakan tugasnya sering banyak melakukan kesalahan. Hingga pemborosan terhadap alat/barang menjadi rusak.

Kegiatan yang penting untuk diperhatikan dalam pengelolaan terhadap sarana dan prasarana kantor adalah pemeliharaan (maintenance), reparasi/perbaikan (repair), peningkatan (betterment), penggantian (replacement), dan penambahan (addition).

Penghapusan Sarana dan Prasarana Kantor

Penghapusan dilaksanakan karena inventaris milik organisasi tidak habis sekali pakai atau mengalami depresi nilai yang artinya semakin lama barang tersebut digunakan nilainya pun turun, dengan pengecualian nilai tanah, bahkan alat/barang suatu ketika akan mencapai titik nol. Suatu organisasi harus menetapkan kebijakan dalam penghapusan berbagai alat/barang yang dimilikinya, ada dua hal yaitu prosedur penghapusan alat/barang tertentu dan rencana pengadaan alat/barang pengganti.
1. Prosedur Penghapusan.
Prosedur penghapusan alat/barang tertentu perlu terlihat dengan jelas:
a. Siapa yang berwenang memutuskan bahwa alat/barang tertentu sudah waktunya dihapus dari daftar inventaris organisasi;
b. Bagaimana bentuk penghapusan akan dilakukan, misalnya, dibuang, dijual kepada anggota organisasi yang mengingin¬kannya, dilelang kepada umum dan berbagai bentuk lainnya;
c. Teknik melakukan depresiasi m1ai alat/barang yang akan dihapus, adanya penentuan turunnya nilai sekian proses setiap tahun dan berbagai teknik lainnya;
d. Jika alat/barang tersebut dijual/dilelang perlu kejelasan pemanfaatan dana yang diperoleh dari penjualan atau pelelangan yang terjadi.
2. Rencana Pengadaan Pengganti.
Dengan terjadinya penghapusan, rencana pengadaan alat/barang pengganti sudah harus dilakukan.

Macam-macam Peralatan Kantor

Peralatan kantor terdiri atas mesin-mesin kantor (office machines) dan alat-alat bukan mesin. Dengan adanya mekanisasi pekerjaan, maka jumlah dan jenis mesin kantor terns bertambah. Beberapa mesin kantor yang umum dipergunakan menurut Gie (2000) dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Mesin tik (typewriter);
2. Mesin dikte (dictating machine);
3. Mesin hitung (calculating machine);
4. Mesin keperluan Surat menyurat (mailing machine);
5. Mesin pengganda warkat (duplicating machine);
6. Mesin komunikasi (communication equipment).

Sedarmayanti (2001) menyatakan tiga jenis mesin yang umumnya terdapat di kantor, yaitu:

1. Labour Saving Machine.
Mesin untuk menghemat fisik, tenaga, dan pikiran manusia disebu¬t sebagai labour saving machine, misalnya alat-alat besar: fork-lift pada unit-unit pergudangan dan depo-depo peralatan atau bangunan dan komputer, kalkulator, dan sebagainya pada pekerjaan-pekerjaan administratif (paperwork).

2. Money Saving.
Mesin untuk menghemat pengeluaran uang, disebut money saving machine, yakni mesin-mesin untuk mass-production. Jadi disamping mesin-mesin yang bersifat teknis engineering seperti mesin pintal, mesin-mesin komputer (dalam jangka panjang), mesin-mesin pengganda dan sebagainya.

3. Time Saving Machine.
Mesin untuk memanfaatkan penggunaan waktu, disebut time saving machine, misalnya computer, mesin foto kopi, mesin pengganda mesin atau alat komunikasi dan transportasi dan sebagainya.

Aplikasi Teknologi Informasi

Pekerjaan kantor (office work) dapat dibedakan menjadi pekerjaan tulis-menulis dan bukan tulis-menulis. Pekerjaan yang tulis-menulis adalah penanganan/pengurusan surat, baik surat masuk maupun surat keluar, termasuk penghitungan dan pembuatan laporan. Sedangkan yang bukan tulis-menulis adalah penggandaan, pelayanan telepon, penerimaan tamu, pengiriman surat dan kegiatan lainnya. Dengan adanya kemajuan teknologi, ternyata teknologi informasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap pekerjaan kantor. Pekerjaan kantor menjadi lebih mudah, akurat dan cepat.

Pesan aplikasi teknologi informasi dalam mendukung pekerjaan kantor antara lain:
1. Pekerjaan Penanganan Surat dan Pembuatan Laporan.
Penggunaan mikro komputer yang sekaligus berfungsi sebagai word processor, memudahkan dalam penyelesaian surat-surat dan laporan. Terdapat tiga jenis word processor yang paling dasar, yaitu:
a. Word-Processor Independen.
Word-processor yang berperan sendiri dalam hal ini sifal penggunaan word processor independen, dan hanya digunakan untuk pengolahan data teks, terdiri atas keyboard, processor, memory, layar, dan printer.
b. Beberapa Word Processor.
Beberapa word processor digunakan secara bergabung sebagai suatu sistem, terdiri atas beberapa keyboard dan layarnya yang dihubungkan dengan komputer sentral yang berfungsi sebagai pusat pengolahan, penyimpanan dan pencetakan.
c. Beberapa Micro Computer.
Beberapa micro computer dengan tujuan umurn di many digunakan program pengolahan kata (a word-processing program).

Keuntungan menggunakan word-processor adalah:
a. Meningkatkan produktivitas dalam pengolahan dokumen, laporan atau surat, dan sebagainya;
b. Menambah kepuasan kerja;
c. Meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil akhir (output);
d. Menghemat tenaga;
e. Mempermudah mengedit atau mengolah kalimat;
f. Mempermudah memperoleh kembali data yang tersimpan;
g. Kemampuan untuk mengintegrasikan word processor dengan komputer-komputer lainnya.
Kerugian dalam penggunaan word-processor adalah:
a. Memerlukan perubahan baik tata ruang fisik maupun prosedur kerja yang ada;
b. Memerlukan pelatihan yang memadai;
c. Menimbulkan gangguan pada mata karma terlalu. banyak di muka layar;
d. Mengurangi kesempatan kerja seperti pekerjaan kesekretariatan.

2. Pekerjaan Komunikasi Perkantoran.
Komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain melalui saluran. Komunikasi merupakan sarana yang menghubungkan orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam organisasi terdapat komunikasi horisontal/lateral, vertikal, dan diagonal.
Dengan pesatnya kemajuan teknologi modern, alat-alat komunikasi beraneka-ragam, sarana komunikasi semakin canggih yang kita kenal dengan telekomunikasi (telecommunication). Dalam pengertian yang sederhana, telekomunikasi adalah cara penyampaian informasi jarak jauh melalui jaringan tertentu. Telepon dan telegram merupakan telekomunikasi yang cukup tua. Melalui teknologi informasi, maka telekomunikasi makin dipermudah dan dipercepat. Informasi tidak saja dapat dikirimkan dalam bentuk kata-kata dan Sandi-Sandi seperti halnya kita lakukan melalui telepon dan telegram, tetapi dapat dikirim dalam bentuk tulisan, angka, maupun gambar.
Berkat kemajuan teknologi informasi, saat ini jenis komunikasi yang termasuk ke dalam telekomunikasi makin bertambah jumlahnya. Selain telepon dan telegram, ada juga teleprinter, teleks (teleprinter printer exchange), faksimile, telefoto, atau telecopier. Perkembangan paling mutakhir dari telekomunikasi diantaranya teleconference yakni melaksanakan konferensi dengan sistem jarak jauh.

a. Teleprinter.
Alat atau pesawat dalam sistem telekomunikasi yang pelayanannya dengan cara mengetik informasi. Pesan dikirim melalui kabel telegraph atau gelombang radio. Pesan tersebut direproduksi oleh mesin yang sejenis yang ada di pihak penerima sehingga pesan itu dapat dibaca.

b. Teleks (Teleprinter Exchange).
Pesawat teleprinter yang medianya dihubungkan melalui perusahaan komunikasi, baik saluran domestik maupun saluran internasional. Teleprinter yang digabungkan dengan jaringan teleks dapat dibiarkan on tanpa ditunggui sepanjang siang dan malam. Pesan yang masuk akan dicetak secara otomatis. Pelayanan demikian sangat penting untuk komunikasi internasional di antara zona waktu berbeda.

c. Faksimile.
Alat komunikasi yang dapat digunakan untuk mengirim informasi tertulis maupun bergambar. Pesan dikirim melalui saluran telepon atau gelombang radio. Untuk keperluan penerimaan informasi, pesawat dilengkapi dengan kertas fotografis. Informasi yang akan dikirim (misalnya sepucuk surat) dimasukkan ke tempat surat dalam pesawat telepon, dan pada saat yang sama pengirim mengadakan kontak melalui telepon. Selanjutnya informasi oleh pesawat dikirim ke pesawat yang dituju.

d. Telefoto.
Telefoto merupakan foto yang diambil melalui gelombang pemancar jarak jauh.

e. Telecopier.
Alat untuk mengirimkan atau menerima rekaman kopi dalam jarak jauh baik melalui saluran telepon (suara), radio atau melalui sistem elektromagnetik lainnya.

f. Videoteks.
Pesawat yang dapat melayani informasi teks pada layar TV (yang sudah dimodifikasi). Ada dua jenis pesawat yang termasuk ke dalam video teks, yaitu teleteks dan viewdata:
a. Teleteks.
Sistem informasi untuk pengiriman data yang menggabung¬kan penggunaan komputer yang menyediakan data, gelombang aerial, dan pesawat TV (yang sudah dimodifikasi).
Teleteks biasanya digunakan untuk meminta data/informasi dari pusat data. Perlu diperhatikan bahwa sinyal teleteks hanya satu arah, jadi orang yang meminta data hanya bisa menerima, ia tidak bisa mengirim ke pusat data.
b. View Data.
Pesawat yang prinsipnya sama dengan pesawat teleteks, yaitu biasa digunakan untuk minta data dari pusat data. Bedanya yaitu bahwa permintaan dan pengiriman data melalui saluran telepon bukan melalui gelombang aerial dan menggunakan kata-kata sandi yang sudah ditentukan oleh pusat data. Bila pemakai membutuhkan data, maka dengan menggunakan kata-kata sandi ia minta kepada pusat data. Atas dasar permintaan itu, pusat data mengirim data dimaksud kepada pemakai melalui saluran telepon. Selanjutnya data itu diperagakan di layar TV pemakai.

g. Teleconference.
Kemajuan teknologi informasi juga telah memungkinkan konferensi jarak jauh, misalnya panelis di suatu negara dapat memberikan paparannya bagi peserta seminar di negara lain. Gambar panelis dipancarkan oleh pesawat pengirim melalui gelombang satelit bumi dan diterima di pesawat di mana pars peserta seminar berada. Dengan demikian panelis dan peserta seminar seperti berada dalam satu ruangan yang sama.

3. Pengiriman Surat.
Setelah berkembangnya teknologi informasi yang diterapkan pada telekomunikasi, pengiriman surat, terutama pengiriman surat jarak jauh, dilakukan dengan pesawat elektronik atau pos elektronik (electronic mail). Karakteristik utama dari electronic mail adalah transmisi informasi menggunakan metode elektronik penangkapan, pentransmisian, dan penyampaian informasi. Karena informasi disampaikan secara visual, maka teks aslinya tidak perlu dikirimkan. Yang termasuk ke dalam pos elektronik adalah teleks, faksimile, komunikasi antar komputer. Saat ini penyimpanan email pun datanya sudah bisa bersifat virtual (cloud).

4. Tata Laksana Arsip (Filing).
Komputer mikro sangat membantu dalam hal pelaksanaan pekerjaan mengarsip (filing) warkat-warkat. Arsip yang semula berupa tumpukan kertas dan. disimpan di gedung arsip, sekarang arsip dapat disimpan di dalam disket-disket, CD, flashdisk. Dengan demikian penyimpanan arsip sekarang beralih kepada penyimpanan dan pemeliharaan yang memerlukan tempat jauh lebih sedikit dari pada gudang arsip dalam bentuk kertas. Di kantor yang sudah maju, penyimpanan arsip telah dilaksanakan dengan menggunakan komputer tersendiri yang menggunakan Jaringan Area Lokal (Local Area Network-LAN).

Komputer terdiri dari komputer pusat yang mempunyai harddisk dengan daya tampung yang sangat besar. Komputer ini dihubungkan dengan komputer-komputer lain di masing-masing unit organisasi. Cara kerjanya yaitu apabila unit organisasi memerlukan data/informasi, melalui komputer yang dimilikinya ia minta ke komputer pusat. Oleh komputer pusat data dikirim ke memory komputer unit, yang selanjutnya data tersebut digunakan oleh unit organisasi yang bersangkutan (di-print, diperbanyak atau hanya cukup dibaca saja). Jaringan komputer semacam ini biasa disebut jaringan bintang, karena mempunyai satu pusat dan mempunyai cabang yang menyebar di beberapa unit. Denah jaringan bintang seperti terlihat di bawah ini:
a. Penggandaan.
Setelah diciptakannya mesin fotokopi, pekerjaan penggandaan surat dan dokumen lainnya lebih dipermudah dan dipercepat. Ada beberapa proses di mana dokumen ash dapat dengan cepat direproduksi secara fotografis. Salinannya atau kopinya dapat dibuat pada kertas biasa atau kertas khusus atau pada transparansi.

b. Peralatan Hitung.
Bila ditelusuri sejarahnya, diketahui bahwa komputer diciptakan sebagai alat bantu manusia dalam hal menghitung. Namun dalam perkembangannya, komputer telah melebihi kemampuan menghitung itu sendiri. Penggunaan perangkat komputer saat ini telah menjadi gaya hidup.

c. Referensi.
Teknologi informasi juga telah memberikan sumbangan yang besar dalam hal penyediaan referensi. Fasilitas referensi misalnya dapat diakses melalui LAN atau internet.

Otomatisasi Kantor

Otomatisasi kantor merupakan sebuah konsep penggabungan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas kerja. Konsep ini mulai diadaptasi pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin ketik yang dapat menge¬tik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis. Otomatisasi sering disebut dengan “automation”, yang memiliki padanan kata dengan “mechanization” atau mekanisasi dan “computerization” atau komputerisasi. Atomatisasi memiliki dua makna penting yaitu:
1. Peralatan Otomatis.
Penggunaan peralatan otomatis untuk menghemat pikiran dan tenaga (The use of automatic equipment to save mental and manual labour);
2. Kendali Otomatis.
Kendali otomatis dalam pembuatan suatu produk dengan tahapan yang sistematis (The automatic control of the manufacture of a product through its successive stages).

Mekanisasi memiliki kata kerja “mechanize” yang artinya menerapkan sistem mekanis (give a mechanical character to) dan komputerisasi (computerization) dengan kata kerja “computerize” yang mengandung makna penggunaan dan pemanfaatan komputer.
1. Penggunaan Komputer.
Equip with a computer, install a computer in (menggunakan komputer);
2. Pemanfaatan Komputer.
Store, perform, or produce by computer (menyimpan, melaksanakan, atau menghasilkan dengan komputer)

Otomatisasi merupakan proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki sistem kerja sistematis. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan pegawai di dalam organisasi. Otomatisasi sangat berkaitan erat dengan mekanisasi dan komputerisasi. Hal ini mengisyaratkan bahwa otomatisasi berarti penggunaan alat-alat mekanis dan lebih khususnya komputer. Dengan kata lain, membahas otomatisasi berarti mengupas pelbagai peralatan mekanis dan komputer, tentu saja dengan tetap memperhatikan relevansinya dengan objek yang diotomatisasi, dalam hal ini adalah perkantoran modern.

Otomatisasi perkantoran berarti pengalihan fungsi manual peralatan kantor yang banyak menggunakan tenaga manusia kepada fungsi-fungsi otomatis dengan menggunakan peralatan mekanis khususnya komputer. Era otomatisasi perkantoran dimulai bersamaan dengan berkembangnya teknologi informasi dab penggunaan perangkat komputer untuk keperluan perkantoran. Otomatisasi perkantoran wring juga diistilahkan dengan kegiatan perkantoran elektronis (electronic office/e-office). Perkantoran elektronis adalah aplikasi perkantoran yang mengganti proses administrasi berbasis manual ke proses berbasis elektronis. Otomatisasi perkantoran tidak bisa dipisahkan dari teknologi perkantoran sebab otomatisasi merupakan bentuk pengembangan teknologi, dalam hal ini pergeseran dari teknologi manual kepada teknologi otomatis. Otomatisasi kantor (office automation) dalam perkembangannya didefinisikan sebagai penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar organisasi untuk meningkatkan produktivitas.

Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan otomatisasi kantor pada dasarnya terkait dengan:
1. Penggabungan dan penerapan teknologi dalam seluruh kegiatan operasional kantor;
2. Memperbaharui proses pelaksanaan pekerjaan yang ads di kantor sehingga lebih mudah untuk dilakukan;
3. Meningkatkan produktifitas dan efektifitas pelaksanaan pekerjaan.
Aplikasi otomatisasi kantor, pada umumnya terdiri dari sebelas hal penting, seperti disajikan dalam Tabel 6.3 berikut ini:
Tabel 6.3
Aplikasi Otomatisasi Kantor
Aplikasi Penjelasan
Pengolah Kata
(Word Processing). Penggunaan alat elektronik yang secara otomatis melaksanakan banyak tugas-tugas yang diperlukan untuk
menyiapkan dokumen yang diketik atau dicetak
Surat Elektronik
(E-Mail). Penggunaan jaringan komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan menerima pesan-pesan dengan menggunakan terminal komputer dan alat penyimpanan.
Pesan Suara (Voice Mail). Mirip dengan surat elektronik, kecuali anda mengirimkan pesan dengan mengucapkannya ke dalam telepon daripada mengetiknya, dan anda menggunakan telepon anda untuk mengambil pesan-pesan yang telah dikirimkan kepada anda.
Voice mail memerlukan komputer dengan kemampuan menyimpan pesan audio dalam bentuk digital dan mengubahnya kembali menjadi bentuk audio saat dipanggil.
Kalender Elektronik
(Electronic
Calendaring). Penggunaan jaringan computer untuk menyimpan dan mengambil kalender pertemuan manajer. Manajer atau sekretaris manajer dapat memasukkan pertemua pertemuan, membuat perubahan dan menelaah kalender tersebut. Konfigurasi peralatannya sama dengan e-mail.
Kenyataannya, biasanya perangkat lunak e-mail menyertakan kemampuan kalender elektronik.
Konferensi Audio (Audio
Conferencing). Penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu hubungan audio dengan orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melaksanakan konferensi.
Konferensi telepon merupakan bentuk pertama konferensi audio dan masih digunakan. Konferensi audio tidak memerlukan suatu komputer. Konferensi audio hanya melibatkan penggunaan fasilitas komunikasi dua arah.
Konferensi Video (Video
Conferen cing). Penggunaan peralatan televisi untuk menghubungkan para
peserta konferensi yang tersebar secara geografis, peralatan
tersebut menyediakan hubungan audio dan video.
Konferensi Komputer
(Computer
Conferencing). Penggunaan jaringan komputer yang memungkinkan para
anggota dengan karakteristik bersama bertukar informasi
mengenai suatu topik tertentu. Konferensi komputer adalah
bentuk e-mail yang lebih berdisiplin.
Transmisi Faksimili/FAX
(Facsimile
Transmission). Penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca citra dokumen pada sate ujung saluran komunikasi dan membuat salinannya di ujung yang lain.
Teks Bergerak
(Video Text). Penggunaan komputer untuk menampilkan pada layar CRT materi narasi dan grafik yang tersimpan.
Pencitraan (image
Storage and Retrieval). Merupakan penggunaan pengenal karakter secara optic untuk mengubah catatan-catatan kertas atau microform menjadi format digital untuk disimpan di dalam alat penyimpanan sekunder.
Desktop Publishing. Penggunaan komputer untuk menyiapkan output tercetak yang kualitasnya sangat mirip dengan yang dihasilkan oleh typesetter.

Kantor Virtual
Kantor virtual muncul pada tahun 70-an saat mikro komputer dan peralatan komunikasi yang murah memungkinkan seseorang bekerja di rumah. Pada saat itu, istilah “teleprocessing” digunakan untuk menjelas¬kan komunikasi data, selanjutnya, istilah “telecommuting” diperkenalkan yang merupakan cara yang tepat untuk menggambarkan bagaimana pegawai dapat bulang-balik (commute) ke tempat kerja secara elektronik. Keunggulan kantor virtual adalah:
1. Pengurangan Biaya Fasilitas.
Organisasi tidak harus memiliki kapasitas kantor yang besar, karena sebagian pegawai bekerja di tempat lain, sehingga mengurangi biaya sewa dan perluasan kantor.
2. Pengurangan Biaya Peralatan.
Daripada menyediakan peralatan kantor bagi tiap pegawai, telecommuter dapat berbagi peralatan seperti halnya para peserta dalam suatu LAN berbagi sumber daya.
3. Jaringan Komunikasi Formal.
Karena telecommuter harus terns terinformasi dan mendapat perintah spesifik, jaringan komunikasi mendapat perhatian yang lebih. Dalam pengaturan kantor tradisional, sebagian besar informasi dikomuni¬kasikan melalui percakapan dan pengamatan. Meningkatnya perhatian pada kebutuhan telecommuter berpotensi menghasilkan komunikasi yang lebih baik daripada jika semua pegawai bekerja di lokasi tetap.
4. Pengurangan Penghentian Kerja.
Bila badai salju, banjir, angin ribut, dan sejenisnya membuat pegawai tidak mungkin pergi ke tempat kerja, kegiatan organisasi dapat terhenti. Namun dengan kantor virtual, sebagian besar pekerjaan dapat dilanjutkan.
5. Kontribusi Social.
Kantor virtual memungkinkan organisasi memperkerjakan pegawai yang tadinya tidak memiliki peluang untuk bekerja. Orang cacat, lanjut usia dan orang tua dengan anak-anak kecil dapat bekerja di rumah. Kantor virtual karena itu memungkinkan organisasi menunjukkan tanggung jawab sosialnya.
Di satu sisi kantor virtual memiliki keunggulan, namun di sisi lain juga memiliki kekurangan, yaitu:
1. Rasa Tidak Memiliki.
Jika pegawai tidak kontak langsung dengan rekannya setiap hari, mereka kehilangan perasaan menjadi bagian penting dari suatu organisasi.
2. Takut Kehilangan Pekerjaan.
Karena pekerjaan pegawai dilakukan terlepas dari organisasi¬-organisasi, pegawai mudah menganggap bahwa mereka dapat dibuang. Mereka dapat berkesimpulan bahwa tiap orang dengan komputer dan modem dapat melakukan pekerjaan itu dan bahwa mereka mungkin menjadi korban dari pemanfaatan kantor virtual.
3. Semangat Kerja yang Rendah.
Sejumlah faktor dapat menyebabkan rendahnya semangat kerja pegawai. Faktor pertama adalah tidak adanya umpan balik positif yang berasal dari interaksi langsung dengan pimpinan dan rekan kerja. Faktor lain adalah kenyataan bahwa gaji yang dibayarkan pada telecommuter cenderung lebih rendah daripada yang dibayarkan pada pegawai ditempat kantor tetap.
4. Ketegangan Keluarga.
Bila ada ketegangan di rumah, telecommuter tidak dapat melarikan diri untuk beberapa jam. Ketegangan juga dapat meningkat karena pasangan dapat menganggap pekerjaan itu hanyalah untuk menghindari dari tanggung jawab rumah tangga.

Sumber : Donni Juni Priansa dab Fenny Damayanti. 2015. Administrasi dan Operasional Perkantoran. Bandung: CV Alfabeta

Peluang Tiga Tipe Orang

 

Oleh Agung Kuswantoro

 

Pensiun bukan akhir segalanya. Kita sebagai manusia yang hidup di dunia pasti merasakan pensiun. Apa itu? Kematian. Ya, mati. Saya menganggapnya pensiun dari dunia. Tapi bukan berarti setelah kematian tidak hidup lagi, masih ada kehidupan setelah kematian, yaitu akhirat, berarti hidup yang akhir.

 

Kembali pada permasalahan di atas. Orang yang memutuskan pensiun itulah orang yang hebat. Karena ia berani mati. Mati dari rutinitas yang biasa ia lakukan. Setiap pagi ia berangkat ke kantor, setelah pensiun ia tidak berangkat ke kantor.

 

Cerita di atas merupakan cerita pengantar saya untuk menuliskan tiga tipe orang. Menurut Dony S. Wardhana (2012) dalam buku 100% Anti Nganggur ada tiga orang terhadap peluang, yaitu achiever, save seeker, dan looser.

 

Pertama, looser (pecundang). Ia  mendapatkan peluang besar, tapi hasilnya tetap kecil (peluang > hasil  kecil). Apabila ia mendapatkan uang  banyak, tak lama kemudian uang tersebut pasti habis. Bahkan mungkin masih ditambah hutang. Jika diserahi tanggung jawab, orang tipe looser ini pasti gagal, karena ia tidak memanfaatkan peluang. Parahnya lagi, ia selalu mencari kambing hitam dan tidak bertanggung jawab atas yang ia telah lakukan. Ia selalu mengeluh, dan menyerah setiap  ada masalah. Ia selalu pasrah atau menerima permasalahan, tanpa ada penyelesaian solusi. Yang ia cari hanya bertahan hidup dan takut persaingan. Ia akan selalu mengatakan “tak mungkin, tak bisa, terlalu berat, susah, dan ya,  tapi….”

 

 

Kedua, save seeker (pencari aman). Ia selalu mendapatkan peluang besar hasilnya juga sama besar. Lambang (peluang besar = hasil besar). Apabila peluang kecil, hasilnya pun akan kecil (peluang kecil = hasil kecil). Artinya besarnya hasil sama dengan besarnya peluang. Hal tersebut dikarenakan ia berpikir dan bekerja dengan cara biasa-biasa saja. Tanpa kreativitas. Ia berusaha seadanya. Ia memiliki sifat statis atau senang kemapanan, sehingga yang ia cari kenyamanan dan keamanan. Ia akan selalu mengatakan “saya lihat dulu, saya tunggu, cari aman saja, dan saya sudah berusaha”.

 

Ketiga, achiever (pencapai sukses). Seorang achiever akan mendapatkan hasil yang besar meskipun ia hanya mendapatkan peluang kecil saja. (peluang <, hasil >). Terlebih jika dia mendapatkan peluang yang besar, hasilnya tentu akan jauh lebih besar. Hal itu disebabkan karena ia mampu berpikir, bekerja keras dan cerdas. Ia menganggap pesaing adalah mitra. Yang ia cari adalah perubahan, sehingga perilakunya dinamis. Pantang putus asa adalah sifatnya. Ia akan selalu mengatakan “itu mungkin, saya siap, dan selalu ada peluang”.

 

Ketiga tipe orang tersebut pasti ada disekitar kita. Orang yang berani mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah, maka ia termasuk orang bertipe achiever. Misalnya sebagaimana contoh di paragraf pertama. Ia memutuskan pensiun di waktu muda. Karena ia telah berani menerima peluang kecil untuk hasil yang besar. Ia akan selalu berpikir dan tanpa menyerah terhadap tantangan hidupnya. Lalu, dimanakah tipe kita? Apakah ada di daerah looser? Atau save seeker? Hanya Andalah yang bisa menjawabnya.

 

Salam sukses,

Agung Kuswantoro

 

Daftar Pustaka:

Dony, S. Wardhana. 2012. 100%  Anti Nganggur: Cara Cerdas Menjadi Karyawan Atau Wirausahawan. Bandung: Penerbit Ruang kata (kawan Pustaka)

Bedah Film Ala Agung : Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 >< Satu Jam Saja

 

Oleh Agung Kuswantoro

 

Sejak kapan saya suka menonton film? Itulah pertanyaan awal saya saat menuliskan tulisan ini, karena saya bukan penggemar menonton film. Pertanyaan diatas jawabannya adalah saat tulisan ini ditulis, tepatnya dalam perjalanan ke pulau Bali dari Semarang dengan menggunakan bus. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 24 jam di bus menjadikan sesuatu yang melelahkan. Bagaimana tidak melelahkan? Karena duduk terus selama berjam-jam.

 

Solusi agar tidak bosan dalam perjalanan, bus yang saya naiki dengan fasilitasnya memberikan hiburan film. Selama perjalanan tiga hari ini ada dua film yang saya tonton yaitu AADC 2 dan Satu Jam Saja. Saya yakin banyak orang yang telah menonton film keduanya, terutama AADC 2. Saya sebagai pembedah “gadungan” mencoba mengkajinya dari sisi kata mata saya yang saya pakai.

 

Persamaan kedua film tersebut membahas tentang cinta. Selain itu, bintang film kedua film itu sangat terkenal dan banyak orang yang mengenalnya, siapa yang tidak mengenal Dian Sastro Wardoyo? Siapa yang tidak kenal Nicolas Saputra? Siapa yang yang tidak kenal Vino (lupa nama lengkapnya)? Dan siapa yang tidak kenal Revalina S. Temat? Jawabannya pasti mengenalnya.

 

 

Saya lebih menyukai film satu jam saja karena filmnya logis dan mengajarkan kita bertanggungjawab. Orang yang telah berbuat salah, lebih baik mengakui kesalahan. Kesalahan atau perbuatan dosa jangan larut-larut dihindari atau kabur dari masalah, tetapi mohon maaflah kepada orang yang pernah diperbuat salah. Yang dilakukan oleh Hans, sangat keliru karena ia meninggalkan Gadis saat mengandung janin atas hubungan diluar nikah dengan Hans. Hans seharusnya jangan kabur dari permasalahan atau menghindari Gadis. Hingga Gadis menikah dengan sahabat Hans yaitu Andika (kalau tidak salah). Diujung film tersebut, Hans merasa bersalah ingin meminta maaf kepada Gadis karena tindakannya yang kabur dari permasalahan, namun Gadis sudah terlanjur kecewa dengan Hans, sehingga diakhir hayat hidupnya yang relatif muda kerena sakit, hingga anaknya juga meninggal memberikan maaf kepada Hans, namun melalui Andika.

 

Gadis pun sebelum meninggal berusaha mencintai seseorang yang tidak menghamilinya. Ia memohon waktu dan membuka hati kepada Andika untuk mencintai Andika meskipun hanya satu jam saja.

 

Film AADC 2 lebih banyak tidak logisnya. Masa seorang perempuan bermain dan berjalan-jalan dari siang hingga pagi, dengan teman lamanya yang sudah berpisah sembilan tahun dan tanpa memberi kabar. Padahal status Cinta sudah dipinang dengan calonnya. Patut tdak jika ada perempuan yang keluar hingga pagi hari, Sedangkan ia akan menikah? Pastinya, jika kita sebagai orang Jawa menjawabnya tidak santun atau tidak sesuai dengan norma. Akibat dari pertemuan itu, akhirnya timbullah benih-benih cinta lagi. Singkat cerita, akhirnya Cinta dan Rangga cintanya bersatu kembali.

 

Itulah analisis saya yang pastinya sangat tumpul, karena saya bukan pakar perfilman sebagaimana perkataan saya pada paragraf awal. Terlebih, tulisan ini ditulis di bus. Selamat jalan pulau Bali. Selamat datang Semarang. Semoga sampai tujuan. Mudah-mudahan Allah memberikan kesehatan dan keselamatan kita hingga tiba di kota Atlas.

 

Ditulis di bus waktu sampai Banyuwangi, pada tanggal 3 Agustus 2016

Keimanan yang Kuat

 

Oleh Agung Kuswantoro

 

Surat as-sajadah, surat ke-32 dengan jumlah ayat 30. Sebuah surat yang diturunkan  di Makah. Surat yang berisi keimanan yang kuat. Keimanan ini ditandai dengan:

  1. Kebenaran Al-qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad
  2. Penciptaan angit dan bumi, serta apa yang ada diantara keduanya
  3. Allah mengetahui yang ghoib
  4. Penciptaan manusia

 

Keempat tanda keimanan di atas tidaklah mudah. Kebenaran al-qur’an harus diyakini. Orang kafir menganggap Nabi Muhammad sebagai orang yang “mengada-ada”. Menganggap Nabi Muhammad seorang yang tidak waras karena menyampaikan isi (pesan) yang ada di dalamnya. Mereka (kafir) meragukan isi al-qur’an. Namun demikian, berbeda dengan orang yang beriman bahwa al-qur’an adalah sumber kebenaran yang hakiki. Tidak ada keraguan dalam isinya. Bahkan ia dianjurkan bergetar hatinya, saat al-qur’an dilantunkan.

 

Allahlah yang menciptakan langit dan bumi berserta isinya. Penciptaan ini dilakukan selama enam hari.  Kemudian Allah bersemayam di atas ar’sy. Dia menciptakan sendiri, tanpa ada penolong. Ia esa. Ia berkuasa terhadap apa pun. Kita harus merasa lemah dihadapannya. Membangun rumah saja, kita membutuhkan waktu beberapa bulan atau tahun. Nah, Allah ternyata berbeda dengan kita. Allah menciptakan  bumi dan langit hanya enam hari. Belum lagi, jika kita perhatikan langit, dimana tanpa penyanggah. Bagaimana langit bisa berdiri? Teori apa ini? Jika kita berpikir. Lalu, bagaimana pula saat bumi dihamparkan? Otak kita mungkin “jebol” tidak sampai memikirkan atau mendalami ciptaan Allah yang sangat spektakuler. Jika kita tidak sampai pemikiranya, maka imanilah ciptaan-Nya tersebut. Kemudian, bertasbih.

 

Saat ada orang yang membacakan ayat ke-15 atau kita membacanya, kita dianjurkan untuk sujud tilawah, sebagai bentuk rasa syukur dan pujian kita terhadap Allah atas ciptaan-Nya. Allah mengetahui yang ghoib. Ghoib menjadi kunci tanda orang yang beriman. Segala sesuatu yang ghoib harus kita yakini. Misal, kebenaran surga dan neraka. Dimana tempat itu? Dimana alamatnya? Siapa yang menjaga? Apakah ada penghuninya sekarang? Dan pertanyaan lainnya. Jawaban di atas, tidaklah mudah untuk menjawabnya dibutuhkan keyakinan. Bahkan ilmu yakin sendiri ada tingkatannya yaitu ilmu yakin, ainul yakin, dan haqul yakin. Nah posisi kita ada dimana? Tinggal bagaimana kita mempercayai Allah dengan segala ke-Maha-an-Nya kita sikapi. Jika kita biasa saja menyikapinya, maka keyakinan kita biasa saja. Namun ada orang yang menyikapi dengan ketakutan hingga tangisan saat mendengar kata neraka, maka ia memiliki keyakinan yang berbeda dengan orang lain.

 

Penciptaan manusia yang diterangkan di ayat 7-9 bahwa Allah menciptakan manusia dari saripati tanah. Ya, saripati tanah. Kita diciptakan dari tanah yang berada dibawah. Kita kecil dan hina. Kemudian ditiuplah roh dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati. Secara penciptaan menusia sempurna bentuknya. Roh menjadi pertanda bahwa penciptaan ini (manusia) itu hidup. Jika diambil rohnya, maka mati. Bayangkan coba, kita buat seniman yang buat patung jelas tidak bisa menghadirkan roh. Allah lah yang mengetahui segala urusan roh. Berapa tiupan roh yang ada di dunia ini? Luar biasa Allah kuasanya.

 

Surat as-sajadah mengajarkan keimanan yang kuat bagi seorang muslim dengan cara meyakini kebenaran al-quran, penciptaan langit dan bumi, beserta isinya, mengetahui yang ghoib dan menciptakan manusia. Mari kita yakini dan pertebal keyakinan kita akan keesaan Allah melalui empat cara tersebut agar hati menjadi tenang dan damai. Amin.

 

Previous Older Entries