Dijajah “Ora Kepenak”

Kata siapa diri kita sudah merdeka? Apa buktinya? Apa hanya karena ucapan kita di depan orang banyak dengan perkataan “merdeka”? Atau merdeka, hanya karena kebutuhan kita telah terpenuhi?.

Ya, pertanyaan di atas merupakan awal pemikiran saya memaknai merdeka. Merdeka dapat dimaknai bebas, tanpa intervensi, tidak ada yang mengganggu, dan lainnya. Makna tersebut saya menyepakatinya, namun dalam praktiknya merdeka tersebut tidak sepenuhnya.

Diri seseorang merasa merdeka saat ia merasa bebas dari kehidupan orang lain atau tidak ada campur tangan orang lain terhadap masalah kita atau tidak ada orang yang mengganggu dengan urusannya. Namun kita tidak menyadari bahwa sebenarnya diri kita sedang dijajah. Dijajah oleh siapa? Dijajah oleh rasa “Ora Kepenak” (tidak enak).

Ia (ora kepenak) adalah penjajah yang melekat dalam diri seseorang. Ia muncul saat kita akan membuat keputusan. Ia biasanya bersama dengan orang yang memiliki pangkat atau pernah berjasa pada seseorang.

Misal, orang yang pernah kuliah di biayai oleh X, maka orang tersebut tidak bisa jauh dari X. Ia merasa berterima kasih pada si X. Dirinya merasa berhutang pada si X, saat ditanya, mengapa kamu tidak bekerja di lembaga yang lebih besar dan mampu menjadikan kamu lebih dewasa di lembaga tersebut? Maka jawaban dia adalah “ora kepenak” meninggalkan perusahaan X yang telah menyekolahkan saya.

Itulah contoh sederhana dalam diri kita tentang penjajah “ora kepenak”. Lalu bagaimana mengusir penjajah tersebut?

Menurut saya, cara mengusir penjajah tersebut adalah jalin komunikasi yang baik terhadap seseorang yang memiliki “ora kepenak” tersebut. Ciri khas rasa “ora kepenak” biasanya melekat pada diri pimpinan, orang yang dituakan, orang yang berjasa dalam hidup, atau orang yang memberikan bantuan kepada kita, dan lainnya. Intinya orang tersebut telah memberikan sesuatu kepada kita.

Melalui komunikasi yang baik tentang keinginan kita terhadap seseorang yang di-ora kepenaki maka sesungguhnya kita sedang berjuang meraih kemerdekaan. Bukan berarti, jika kita jauh dari dia kita telah merdeka, namun hubungan sosial yang baik harus kita jaga dengannya. Karena kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan yang melibatkan semua pihak.

Jika kita keluar dari rasa “ora kepenak” maka kita akan lebih berekspresi. Disitulah kemerdekaan akan diperoleh. Saat ia mengutarakan keinginannya pada seseorang yang di-ora kepenaki, sebenarnya ia sedang berjuang memerdekakan dirinya. Ia sedang perang mengusir penjajah “ora kepenak”. Disinilah letak perjuangan yang sebenarnya yaitu membebaskan belenggu yang ada di diri sendiri. Marilah kita berjuang memerdekakan diri sendiri dengan menghilangkan kata “ora kepenak” dengan menjalin komunikasi yang baik terhadap seseorang yang di-ora kepenaki. Karena sifat “ora kepenak” adalah penjajah pada diri sendiri. Jika kita sudah lepas dari belenggu “ora kepenak” maka kita akan bebas berekspresi. Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya. Praktikkan!!

 

Semarang, 18 Agustus 2015

Agung Kuswantoro

Tebar Kebaikan

 

Pembangunan Masjid, Butuh Dana

Semalam (29 Juni 2015) bertempat di bangunan masjid Nurul Iman, belakang rumah saya. Dari alokasi dana yang sudah dikumpulkan, ternyata uang membengkak. Ga tanggung-tanggung, saldo hanya 99.000. Padahal, Senin (6 Juli 2015) akan ada pengecoran dengan dana 54.000.000. Artinya uang untuk mengecor tidak ada. Akhirnya, panitia masjid berusaha muter otak dengan berbagai cara.
Pertama, ada sumbangan dari warga sekitar 24.000.00, dengan rincian 14.000.000 dari hamba Alloh dan 10.000.000 dipinjami kas RT. Jadi masih kurang 30.000.000.
Kedua, kekurangan 30.000.000 ada dari warga yang memberikan sedekahnya. Yang dulu, memberi pasir sak sapirnya hingga bangunan jadi,. Sekarang dialihkan ke sumbangn pengecoran.
Ketiga, masih ada waktu enam hari untuk mengeor. Artinya masih ada Alloh dibalik segala kejadian ini. Mudahan-mudahan Alloh memberi jalan untuk pembangunan masjid Nurul Iman. Amin

Agung Kuswantoro, seksi pencarian dana pembanguna masjid Nurul Iman, Sekaran, Gunungpati, Semarang, hp 08179599354

Menyambut Kampus Ramadhan

Sesaat lagi, umat Islam merasa bahagia. Mereka akan menyambut “kampus” yang menanamkan nilai-nilai rukhani dan jasmani. Ia hadir untuk mengisi keresahan hati dan pikiran manusia. Oleh karenanya, kita harus bergembira dengan kehadirannya.

Kegembiraan tersebut, Nampak dari tradisi masyarakat, seperti nyadran, dentuman meriam, penampahan, mahdi, padusan, dan lainnya. Bahkan, dua bulan sebelum masuk ke kampus Ramadhan, mereka berdoa “Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa ballighna ramadhana”.

Ada yang menyambutnya dengan memasang spanduk berisi pesan “marhaban ya ramadhanm Marhaban ya syahru siyam, Ramadhan bulan penuh berkah, ampunan, penyuci jiwa” dan lainnya. Ada pula yang menyambutnya dengan merilis album religi.

Pastinya, cara-cara tersebut untuk men-ta’dzimi kampus tersebut. Ada beberapa komponen yang menjadikan kampus Ramadhan memiliki kemuliaan. Pertama, komponen input. Input dari kampus Ramadhan adalah orang beriman. Tauhid mengenalkan tiga konsep dasar yaitu iman, islam, dan ihsan. Orang beriman, pasti islam, tetapi orang islam belum tentu beriman. Definisi iman yang paling sederhana adalah diucapkan dengan lisan, dilakukan dengan perbuatan, dan diyakini dalam hati. Kedudukan iman lebih tinggi dibanding Islam. Secara kuantitatif orang berislam lebih banyak daripada beriman. Misal, saat bulan Ramadhan, kita pernah melihat orang yang sedang makan pada siang hari di jalan, padahal mereka beragama islam dan dalam keadaan sehat, namun mereka tidak puasa. Oleh karenanya, embrio untuk menjadi mahasiswa di kampus Ramadhan adalah beriman, sebagaimana Q.S. al Baqarah: 183.

Kedua, komponen proses. Salah satu komponen proses adalah kurikulum. Kurikulum kampus Ramadhan memiliki kompetensi dan value yang sangat bagus, seperti puasa di siang hari, sedekah, solatul lail, i’tikaf, tadarus, sahur, dzikir, dan lainnya.

Kompetensi puasa memiliki value yaitu menjaga kesehatan, menahan emosi, menenangkan jiwa, dan lainnya. Kompetensi sedekah memiliki value, yaitu kepedulian terhadap sesame. Kompetensi solatul lail memiliki value, yaitu mendekatkan diri pada Allah dan merefleksikan diri terhadap perbuatannya. Kompetensi i’tikaf memiliki value, yaitu menenangkan jiwa. Kompetensi tadarrus memiliki value, yaitu berkata dengan baik. Kompetensi sahur memiliki value, yaitu menikmati rizki Allah. Kompetensi dzikir memiliki value menentramkan batin dan mengingat nama Allah. Kompetensi-kompetensi tersebut diajarkan di kampus Ramadhan selama tiga puluh hari, sesuai dengan timing perkuliahan yang ditentukan, yaitu subuh, pagi, siang, maghrib, isya’, dan sepertiga malam.

Ketiga, komponen output. Output kampus Ramadhan adalah muttaqin (orang yang bertakwa). Definisi takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sangat sederhana definisinya, namun aplikasinya membutuhkan motivasi yang tinggi. Misal, perintah sholat. Kadang kita menganggapnya suatu yang remeh, disaat sedang sibuk, bahkan memberi perintah balik kepada Allah, dengan perkataan “Maaf Tuhan, kami sedang sibuk”, padahal Allah memerintahkan kepada kita sholat tepat waktu.

Buah dari muttaqin adalah memaafkan. Memaafkan termasuk outcome kampus Ramadhan. Lulusannya, tak semata-mata mendapatkan kemenangan di hari fitri, namun mampu memberi maaf dalam dua dimensi, yaitu vertikal dan horizontal.

Dimensi horizontal adalah minta maaf kepada sesama manusia. Dimensi ini membutuhkan kerelaan untuk menerima kesalahan orang lain. Tidaklah mudah untuk memafkan kesalahan orang. Dibutuhkan jiwa yang lapang untuk menerima kekurangan atau kesalahan orang.

Dimensi vertikal adalah minta maaf kepada Allah, dengan cara ber-istighfar, taubat, dan tidak mengulangi kesalahan yang telah diperbuat. Dibutuhkan kekuatan niat melaksanakan untuk dimensi vertikal.

Marilah, kita berbondong-bondong mendaftar menjadi mahasiswa kampus Ramadhan. Kampus yang mampu mendidik mereka menjadi muttaqin, dengan kompetensi-kompetensi unggul, sehingga hati mereka akan ikhlas dan lapang dalam menjalani kehidupan bersosial, serta mudah memberi maaf atas kesalahan orang lain.

Aturlah waktu belajar selama tiga puluh hari di kampus Ramadhan, mumpung kampus tersebut masih ada di bumi. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita, agar ditermia di kampus tersebut dan dipermudahkan dalam perkuliahannya. Amin.

 

 

 

Agung Kuswantoro, pegiat mahasiswa mengaji dan dosen pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang, HP 08179599354

 

 

Guru Menyuruh Komputer

 

Kebanyakan orang menggunakan komputer, hanya memanfaatkan program yang ditawarkannya. Ia hanya mengetahui penggunaan secara umum dari program tersebut. Misal, Microsoft word untuk kebutuhan mengetik, Microsoft excel untuk menghitung, Microsoft access untuk kebutuhan database. Dan, Microsoft powerpoint untuk presentasi.

Program komputer diibaratkan buah. Buah memiliki kulit dan sari. Umumnya, orang mengenal program komputer, baru casing-nya. Sama halnya, orang tersebut mengenal buah, baru mengetahui kulitnya. Ia belum mengenal biji dan sarinya. Ia belum memahami menu, fasilitas, fungsi, dan komponen yang terdapat di dalamnya.

Posisi kita kebanyakan user (pengguna), bukan creator dari program tersebut. Sehingga, kita bersifat pasif atas program tersebut. Seharusnya, kita (baca: guru) harus lebih aktif dan produktif dari suatu program.

Program office dapat dimaksimalkan pemanfaatannya menjadi evaluasi pembelajaran, melalui soal ujian berupa pilihan ganda, jawaban singkat, atau permainan Teka-Teki Silang (TTS). Pilihan ganda dan jawaban singkat, dapat menggunakan Microsoft powerpoint dan word, sedangkan TTS dapat menggunakan Microsoft excel.

Dalam program tersebut memanfaatkan fasilitas menu developer, yang di dalamnya terdapat Visual Basic for Applications (VBA). Dalam VBA, kita dapat menyetting atau mendesain bentuk evaluasi pembelajaran yang diinginkan.

Melalui fasilitas tersebut, kita dapat memprogram sesuai kebutuhan. Oleh karenanya, tahapan yang paling terpenting dalam memprogram adalah mengidentifikasi kebutuhan soal yang akan dibuat, sehingga jumlah halaman atau slide dapat ditentukan berdasarkan jumlah soal.

Kelebihan fasilitas program ini adalah mudah mengoperasikan, karena berupa Microsoft office. Setiap komputer, pasti memiliki program tersebut. Sehingga, tanpa harus repot meng-instal suatu program.

Meng-instal suatu program, bukanlah yang mudah bagi orang yang baru mengenal komputer. Bahkan, ada beberapa program tertentu, mensyaratkan dengan windows 7, tidak windows xp. Belum lagi, program yang minta meregistrasi dan meng-entry koding atas program tersebut.

Kelemahannya adalah harus mempelajari bahasa programer. Memprogram memang bukan hal yang mudah. Namun, sebenarnya adalah bahasa logika. Dengan sering berlatih, dengan sendirinya terampil dalam memprogram, karena memprogram termasuk kemampuan psikomotor, bukan kognitif.

Jika kita mampu memprogram, maka dapat dikatakan dapat menyuruh komputer. Maknanya, bahwa komputer kita dapat dipakai sesuai dengan kebutuhannya. Komputer tidak hanya digunakan untuk mengetik saja. Namun, komputer dapat kita perintah sesuai dengan keinginan. Sehingga, dapat dikatakan orang yang menyusuh komputer, dialah orang yang kreatif, karena ia mampu mendesain atau memprogram. Ia bukan pengguna komputer atas fasilitasnya.

Jadilah, kita menjadi creator, bukan user atas program komputer. Beranilah, kita memerintah dari program komputer, melalui VBA. Identifikasi terlebih dahulu jenis evaluasi pembelajaran yang akan digunakan. Kemudian, pilihlah program yang sesuai dengan kebutuhannya. Pastilah siswa akan happy dengan cara yang Anda lakukan. Dan, hasil evaluasi (nilai) pun, akan langsung muncul, setelah mereka mengerjakan soal. Selamat mencoba!

 

Agung Kuswantoro, dosen pendidikan administrasi perkantoran Universitas Negeri Semarang, email: agungbinmadik@gmail.com

Daftar Mahasiswa yang Telah Validasi Transkip Nilai

silakan klik https://docs.google.com/forms/d/1crvRWith0pntfK4RPU8Y0K8Z21PiPRmX3oqZx02VL8Q/viewform

 

Buku Pendidikan Karakter Melalui Public Speaking

Pendidikan Karakter Melalui Public Speaking Agung Kuswantoro

Pendidikan Karakter Melalui Public Speaking Agung Kuswantoro

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan nikmat waktu, pikiran, dan kesehatan, sehingga buku ini dapat selesai ditulis. Latar belakang penulisan ini adalah saat penulis mengampu mata kuliah dasar komunikasi, terlihat mahasiswa jenuh dan bosan dengan pola pembelajaran yang ceramah. Oleh karenanya, penulis membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengenaipublic speaking yang dipraktekkan tiap mahasiswa.

Hasilnya, mahasiswa lebih aktif dalam pembelajaran. Mereka lebih memaknai arti dari sebuah komunikasi. Bahkan, mampu menanamkan nilai-nilai karakter mahasiswa seperti percaya diri, jujur, menghargai pendapat orang lain, dan sifat terbuka.

Dari hasil penelitian tersebut, penulis mengembangkan melalui pengabdian kepada masyarakat di karangtaruna desa Deliksari, Kalisegoro, Semarang. Hasilnya, public speaking mampu menambah percaya diri kepada mereka dalam berbicara di depan umum.

Dari pengalaman penulis tersebut, maka penulis membuat buku public speaking berdasarkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukannya. Sasaran pengguna buku ini adalah mahasiswa, pendidik, dan pelaku administrasi seperti sekretaris dan hubungan masyarakat.

Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada mahasiswa pendidikan administrasi perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, angkatan 2009 rombel A dan B yang telah bekerja sama dengan penulis untuk sharing mengenai public speaking berupa subjek penelitian untuk mengetahui materi komunikasi yaitu johari window, sehingga mereka mampu mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan pada diri mereka. Ucapan terima kasih juga, penulis sampaikan kepada pemuda karang taruna desa Deliksari, Kalisegoro, Semarang yang telah menyediakan waktunya untuk berdiskusi menyelesaikan permasalahan dalam dirinya mengenai berbicara di muka umum.         Tak lupa, penulis ucapkan terima kasih kepada Lu’lu Khakimah dan Muhammad Fathul Mubin yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan penulisan buku ini.

Tak ada gading yang retak dalam penulisan buku ini, oleh karenanya penulis mengharapkan kritikan dan saran untuk perbaikan buku ini, melalui email agungbinmadik@gmail.com dan HP 0817 9559 354.

 

Semarang, 27 April 2014

Penulis,

 

Agung Kuswantoro, S. Pd, M. Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MOTTO

 

Berbicara di depan orang untuk memotivasi, mempengaruhi, dan memperbaiki diri sendiri karena yang disampaikan ia melakukannya (Agung Kuswantoro)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persembahan

Untuk jurusanku, pendidikan administrasi perkantoran

Untuk almamaterku dan lembagaku, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang

Untuk forum guru administrasi perkantoran se-Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

COVER………………………………………………………………………………………………………… i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………. iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN…………………………………………………………………. v

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. vii

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………………………… ix

DAFTAR TABEL……………………………………………………………………………………… . xi

BAB I KOMUNIKASI………………………………………………………………………………….. 1

  1. Pengertian Komunikasi……………………………………………………………………………. 1
  2. Definisi Komunikasi dari Ahli…………………………………………………………….. 2
  3. Model komunikasi………………………………………………………………………………….. 5
  4. Model Lasswell…………………………………………………………………………………. 5
  5. Model Shannon…………………………………………………………………………………. 7
  6. Model Schraumn……………………………………………………………………………….. 8
  7. Model Berlo……………………………………………………………………………………. 10
  8. Model Seiler……………………………………………………………………………………. 11
  9. Komponen Dasar Komunikasi………………………………………………………………… 11
  10. Pengirim Pesan………………………………………………………………………………… 12
  11. Pesan……………………………………………………………………………………………… 12
  12. Saluran…………………………………………………………………………………………… 12
  13. Penerima Pesan……………………………………………………………………………….. 13
  14. Balikan…………………………………………………………………………………………… 13
  15. Prinsip Komunikasi……………………………………………………………………………….. 13
  16. Komunikasi adalah Suatu Proses………………………………………………………… 13
  17. Komunikasi adalah Sistem………………………………………………………………… 13
  18. Komunikasi Bersifat Interaksi dan Transaksi……………………………………….. 14
  19. Komunikasi Dapat Terjadi Disengaja Maupun Tidak Disengaja……………… 14
  20. Komunikasi Internal……………………………………………………………………………… 15
    1. Komunikasi vertical………………………………………………………………………… 16
    2. Komunikasi horizontal……………………………………………………………………… 18

 

BAB II PUBLIC SPEAKING………………………………………………………………………. 19

  1. Pengertian Pubclic Speaking……………………………………………………………………. 19
  2. Ketakutan Terbesar………………………………………………………………………………… 19
  3. Keinginan, Ketekunan, Persiapan, dan Keberhasilan…………………………………… 20
  4. Kegagalan Vs Ketekunan………………………………………………………………………… 21
  5. Persiapan………………………………………………………………………………………………. 22
  6. Dream Man……………………………………………………………………………………… 23
  7. Lucky Man……………………………………………………………………………………….. 24
  8. Misfortune Man………………………………………………………………………………… 24
  9. Favourite Man………………………………………………………………………………….. 24

BAB III HUBUNGAN PUBLIC SPEAKING DENGAN

PENDIDIKAN KARAKTER……………………………………………………………………… 27

  1. Definisi Pendidikan Karakter…………………………………………………………………… 27
  2. Pendidikan Karakter di Indonesia……………………………………………………………. 28
  3. Komponen Pendidikan Karakter ……………………………………………………………… 29
  4. Kerangka Karakter Terpadu…………………………………………………………………….. 31
  5. Visi Pendidikan Karakter ……………………………………………………………………….. 32
  6. Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri………………………………………………… 33
  7. Strategi Pendidikan Karakter Melalui Public Speaking……………………………….. 38
  8. Komunikasi Efektif……………………………………………………………………………. 38
  9. Public Speaking dan Komunikasi Massa……………………………………………….. 38

BAB IV MODEL PUBLIC SPEAKING DALAM PEMBELAJARAN………… 41

  1. Contoh Satu……………………………………………………………………………………………. 41
  1. Pratugas …………………………………………………………………………………………… 43
  2. Tugas………………………………………………………………………………………………… 43
  3. Pasca presentasi…………………………………………………………………………………. 44
    1. Contoh Dua……………………………………………………………………………………………. 48

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………. 57

Biodata Penulis …………………………………………………………………………………………… 59

Glosarium………………………………………………………………………………………………….. 61

Indeks…………………………………………………………………………………………………………. 67

Lampiran Foto Public Speaking yang Dilakukan Mahasiswa………………………… 72

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar 1. Model Komunikasi Lasswell (Ruber, 1988)……………………………………….. 6

Gambar 2. Model Komunikasi Shannon dan Wever (Forsdale, 1981)……………………. 7

Gambar 3. Model Komunikasi Schraumn yang Satu Arah (Ruber, 1988)………………. 9

Gambar 4. Model Komunikasi Schraumn yang Berbentuk

Sirkuler (Ruber, 1988)…………………………………………………………………….. 9

Gambar 5. Model Komunikasi Berlo (Ruber, 1988)…………………………………………… 10

Gambar 6. Model Komunikasi Dua Arah (Seiler, 1988)…………………………………….. 11

Gambar 7. Matrik Johari Window…………………………………………………………………… 17

Gambar 8. Matrik Persipan dan Presentasi……………………………………………………….. 23

Gambar 9. Model Public Speaking yang dikembangkan oleh Miller

dan Ayres (1994)………………………………………………………………………….. 25

Gambar 10. Pembangunan rumah karakter di sekolah………………………………………… 31

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR TABEL

 

Tabel 1. Penilaian dari Audience (Komentar, Kritik, maupun Saran)…………………… 45

Tabel 2. Komentar……………………………………………………………………………………….. 51

Buku Hubungan Masyarakat (Humas): Teori dan Praktek

Cover Buku Hubungan Masyarakat (Humas): Teroi Dan Praktek Agung Kuswantoro

Cover Buku Hubungan Masyarakat (Humas): Teroi Dan Praktek Agung Kuswantoro

Puji syukur kehadirat Allah, Tuhan semesta alam. Ucapan itulah, yang pertama kali penulis ucapkan saat selesainya menulis buku Hubungan Masyarakat (Humas): Teori dan Praktek.

Buku ini merupakan kumpulan materi yang penulis kumpulkan saat mengampu mata kuliah Hubungan Masyarakat (Humas) di program studi (prodi) pendidikan administrasi perkantoran Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Model yang ditampilkan dalam buku ini adalah teori yang dipadukan dengan keadaan yang konkrit tentang humas. Hal ini dilakukan untuk memperjelas konsep-konsep yang ada dalam humas.

Seiring dengan perkembangan informasi dan komunikasi, humas pun mengalami pergeseran paradigma. Misal, sekarang media eksternal humas melalui facebook, twitter, instagram, dan lainnya. Media tersebut, sering digunakan oleh lembaga dalam memberikan informasi-informasi lembaga kepada publik (masyarakat). Oleh karenanya, humas pun memiliki tantangan dan hambatan di saat sekarang.

Buku ini diharapkan menjawab berbagai fenomena, tantangan, dan hambatan humas, dengan menggunakan pendekatan teoritis dan aplikatif mengenai konsep humas.

Penulis mengharapkan masukan tentang isi buku tersebut dapat melalui email atau hp-nya, karena penulis menyadari masih ada beberapa kekurangan mengenai isi buku tersebut.

DAFTAR ISI

 

Cover     …………………………………………………………………………………………………………….       i

Halaman Judul…………………………………………………………………………………………………….       i

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………………     iii

Motto dan Persembahan……………………………………………………………………………………….      v

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………    vii

Daftar Tabel……………………………………………………………………………………………………….     xi

Daftar Gambar……………………………………………………………………………………………………   xiii

Daftar Bagan………………………………………………………………………………………………………    xv

 

BAB I HUMAS DAN ADMINISTRASI…………………………………………………………….      1

  1. Unsur Administrasi……………………………………………………………………………………….. 1
  2. Makna Humas ……………………………………………………………………………………………… 2
  3. Unsur-Unsur Humas………………………………………………………………………………………. 3
  4. Asas-Asas Humas………………………………………………………………………………………….. 3
  5. Tujuan Humas………………………………………………………………………………………………. 4
  6. Persiapan Humas…………………………………………………………………………………………… 5
  7. Kasus : BEM FT UNNES 2014 Kabinet “FT BERSATU”…………………………………. 6
  8. Penutup……………………………………………………………………………………………………….. 12
  9. Tugas…………………………………………………………………………………………………………… 13
  10. Sumber………………………………………………………………………………………………………… 14

 

BAB II BELAJAR MEMBUAT DEFINISI OPERASIONAL KONSEP HUMAS                15

  1. Pengertian Humas secara Kamus……………………………………………………………………. 15
  2. Pengertian Humas Menurut Para Ahli……………………………………………………………… 16
  3. Perbedaan Humas dengan Jurnalistik, Periklanan, dan Pemasaran………………………. 18
  4. Kasus : Antara Humas, Pemasaran, dan Periklanan di SD Negeri 1 Sekaran ……….. 21
  5. Penutup………………………………………………………………………………………………………. 23
  6. Sumber Pustaka……………………………………………………………………………………………. 23

 

BAB III   HUMAS DAN KOMUNIKASI……………………………………………………………    24

  1. Kasus : Komunikasi dan Humas di Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa

(BP2M)………………………………………………………………………………………………………..    31

  1. Penutup………………………………………………………………………………………………………. 35
  2. Tugas………………………………………………………………………………………………………….. 36
  3. Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………… 36

 

BAB IV   HUMAS DAN OPINI PUBLIK…………………………………………………………..    37

  1. Arti Opini Publik…………………………………………………………………………………………… 37
  2. Kasus: Opini Mahasiswa tentang Sistem Buka Tutup Portal, Budaya Jalan Kaki,

dan Bus Kampus di Unnes”…………………………………………………………………………….    41

  1. Penutup……………………………………………………………………………………………………….. 42
  2. Tugas…………………………………………………………………………………………………………… 43
  3. Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………………. 43

 

BAB V KOMUNIKASI PERSUASIF………………………………………………………………..    44

  1. Pengertian Persuasif ……………………………………………………………………………………… 45
  2. Persuasi Vs Koersi ………………………………………………………………………………………… 46
  3. Contoh Komunikasi Persuasif Perusahaan Pantene……………………………………………. 47
  4. Kasus : Komunikasi Persuasif di BEM KM Unnes……………………………………………. 51
  5. Penutup……………………………………………………………………………………………………….. 53
  6. Tugas…………………………………………………………………………………………………………… 53
  7. Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………………. 53

 

BAB VI   MEMILIH MEDIA EKSTERNAL UNTUK HUMAS ………………………..    54

  1. Jenis Media Eskternal…………………………………………………………………………………….. 54
  2. Pedoman Hubungan Media yang Baik…………………………………………………………….. 57
  3. Kasus : Media Eksternal GS2 (The Green Scientis Society)…………………………………. 60
  4. Penutup ………………………………………………………………………………………………………. 63
  5. Tugas…………………………………………………………………………………………………………… 65
  6. Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………………. 65

 

BAB VII JELI MENGGUNAKAN MEDIA INTERNAL HUMAS……………………    67

  1. Pengertian Media Internal……………………………………………………………………………… 67
  2. Kegiatan Media Internal……………………………………………………………………………….. 68
  3. Fungsi Media Internal Humas ……………………………………………………………………….. 71
  4. Jenis media Internal………………………………………………………………………………………. 71
  5. Buletin………………………………………………………………………………………………………… 73
  6. Kasus : Media Internal UKM Gerhana……………………………………………………………. 74
  7. Penutup ……………………………………………………………………………………………………… 76
  8. Tugas………………………………………………………………………………………………………….. 77
  9. Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………… 77

 

BAB VIII KEGIATAN PENULISAN PUBLIC RELATIONS……………………………    78

  1. Penulisan Press Release…………………………………………………………………………………. 78
  2. Tugas………………………………………………………………………………………………………….. 85
  3. Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………… 85

 

BIODATA PENULIS………………………………………………………………………………………..    86

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.