Mimpi Punya LPK Agungbae

Usaha Pendidikan yang saya dirikan saya namakan LPK AGUNGBAE. LPK melayani pendidikan komputer untuk semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan berbagai profesi. Jenis pendidikan yang diselenggarakan dapat terlihat dari jenis produk yang ada, masing-masing produk disajikan sesuai dengan tingkat pendidikan dan intelektual dari peserta didik yang tercermin dari produk-produk seperti Agungbae Kids, Program Regular, dan Program Profesi. Rencananya LPK yang saya dirikan ada di Jalan Teuku Umar, Jatingaleh, Semarang.

Urutan langkah strategis yang saya lakukan terhadap usaha pendidikan tersebut adalah sebagai berikut visi, misi, tujuan, strategi, dan usaha.

Visi LPK Agungbae yaitu menjadikan teknologi komputer bagian dalam kehidupan masyarakat mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa dan multiprofesi untuk membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang efektif dan efesien yang sesuai dengan tuntutan zaman di era globalisasi.

Misi LPK Agungbae yaitu :

  1. Menyelenggarakan pendidikan komputer di masyarakat sesuai dengan tuntutan zaman melalui teknologi komputer sesuai dengan program-program yang dibutuhkan masyarakat pada era globalisasi,
  2. Mengenalkan dan memahami mengenai teknologi komputer pada semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa dan multidisiplin profesi,
  3. Menjadikan teknologi komputer sebagai bagian dalam kehidupan sehari-hari dalam melakukan pekerjaan yang efektif dan efesien.

Tujuan LPK Agungbae yaitu :

  1. Menghasilkan manusia yang melek terhadap teknologi komputer yang sesuai dengan tuntutan zaman di era globalisasi,
  2. Meningkatkan pemahaman teknologi komputer pada semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa dan multiprofesi,
  3. Meningkatkan keterampilan dalam menggunakan program komputer pada kehidupan  sehari-hari sebagai solusi menyelesaikan pekerjaan,
  4. Membiasakan teknologi komputer sebagai bagian dalam kehidupan masyarakat yang membantu dalam menyelesaikan pekerjaan yang efektif dan efesien,

Beberapa strategi yang digunakan dalam mengenalkan LPK Agungbae. Pertama, membuat produk-produk berupa Agungbae Kids, Program Profesi, Program Regular, dan Program Profesi seperti program windows, networking (jaringan komputer), web design, design grafis, AutoCAD, teknisi komputer, internet, MYOB, SPSS, dan lainnya. Kedua, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan terkait dengan mata pelajaran Teknologi Ilmu dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran termasuk dalam masukan kurikulum mata pelajaran TIK dan menjadikan LPK sebagai mitra dalam organisasi sehingga LPK dapat dijadikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Teknologi Iinformasi dan Komunikasi (TIK) bagi guru TIK. Ketiga, biaya yang relatif diterima oleh masyarakat umum seperti siswa, guru, dan pekerja kantor sehingga menarik kalangan masyarakat. Keempat, membuat jadual kursus tiap beberapa bulan, menentukan jumlah pertemuan tiap program, dan diiklan pada beberapa media sehingga memudahkan bagi orang yang membutuhkan serta membuat brosur dan presentasi di instansi-instansi dan sekolahan. Kelima, meningkatkan akreditasi LPK menjadi lebih baik. Keenam, menjadikan LPK berprestasi dibidang Teknologi Informasi di Jawa Tengah.

Sasaran Agungbae Kids merupakan pendidikan komputer bagi anak-anak usia 6-12 tahun atau SD. Hal ini diharapkan anak-anak mengenal dan menyukai komputer. Sasaran program regular merupakan pendidikan komputer yang diperuntukkan bagi siswa usia 13-19 tahun (siswa SMP-SMA). Adapun materi pendidikan komputer dalam produk ini disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan pada tingkatan tersebut. Sasaran program profesi merupakan pendidikan komputer  yang dikembangkan untuk mencetak tenaga kerja siap pakai pada bidang tertentu yang di dalamnya terkandung penggunaan teknologi komputer sebagai alat bantu. Pendidikan ini dapat diikuti oleh peserta lulusan setingkat SMU atau bagi para peserta umum yang telah bekerja atau suatu instansi perusahaan, di mana para karyawannya untuk meningkatkan kemampuan serta keahlian sesuai dengan bidangnya. Beberapa program profesi ini antara lain sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Beberapa usaha untuk menunjang program-program tersebut. Pertama, membuat kurikulum, silabi, dan rencana pembelajaran yang harus dicapai setiap program. Program windows dan office kompetensinya adalah windows, ms. word, ms. excel, ms. access, ms. power point, dan internet. Program internet kompetensinya adalah browsing, search engine, e-mail, chatting, dan setting personal web. Program teknisi komputer kompetensinya adalah merakit komputer, install hard disk, install CD Rom, dan install aplikasi. Program MYOB kompetensinya adalah general ledger, special journal, rekonsiliasi bank, dan financial report. Program desain grafis kompetensinya adalah adobe photoshop, corel draw, dan page maker. Program web desain kompetensinya adalah coreldraw, photoshop, flash, swish, html, dreamweaver, php, dan mysql. Program SPSS kompetensinya adalah metode penilaian, penyiapan olah data, statistik, analisa cluster, regresi, dan analisis factor. Program AutoCAD kompetensinya adalah membuat obyek efek dan dimensi, layer & type grafis, block and hacth, dan obyek 3 dimensi. Untuk lebih jelasnya dapat ditnjukkan pada tabel berikut :

Tebel Produk-produk LPK Agungbae

No

Produk

Sasaran

Usia

Target Materi

1 Agungbae Kids Anak-anak 6-12 tahun Menyenangi program komputer
2 Regular Siswa SMP dan SMA 13-19 tahun Disesuaikan dengan program sesuai dengan kebutuhan pendidikan di sekolah.
3 Profesi Lulusan SMA/ SMK/ sederajat/ pekerja 20-ke atas program windows, networking (jaringan komputer), web design, design grafis, AutoCAD, teknisi komputer, internet, MYOB, SPSS, dan lainnya.

Kedua, menjaga sarana dan prasarana labolatorium komputer yang representatif, dan selalu mengup to date beberapa program-program teknologi komputer sesuai dengan pengguna komputer. Ketiga, meningkatkan kompetensi para pengajar dalam program-program tersebut, karena teknologi komputer bersifat dinamis, yang berubah sangat cepat sesuai dengan tuntutan zaman yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia yang praktis, efesien dan efektif, bekerja sama dengan guru sekolah dalam membuat media pembelajaran berbasis e learning dan berbasis Teknologi Ilmu dan Komunikasi (TIK). Keempat, menambah fasilitas Wifi untuk hot spot area.

 

 

 

Analisis SWOT

Kekuatan

Memiliki Labolatorium komputer lengkap,

Memiliki banyak mahasiswa,

Pengajar yang professional,

Pemimpin dan tim karyawan yang bersemangat,

Dukungan yang kuat dari Dinas Pendidikan dan para instansi swasta,

Moral staf yang baik,

Teknologi komputer dengan program-progamnya yang selalu up to date,

Memiliki banyak produk yang ditawarkan

Pendidikan komputer untuk semua kalangan dan profesi,

Staf pengajar yang masih muda

Kelemahan

Beberapa produk (program) kelas sedikit peminat,

Beberapa komputer ada yang loading lama,

Anggaran yang minim,

Prestasi mahasiswa yang kurang,

Dosen senior yang kurang professional,

Gedung yang umurnya tua menjadikan kurang menarik,

Program-program komputer menggunakan program yang tidak orisinal seperti office,

Tempat yang kurang strategis

Kesempatan

Kesempatan meningkatkan keahlian staf pengajar dan karyawan,

Mengembangkan kerja sama terhadap sekolah dan perusahaan dalam meningkat keterampilan teknologi komputer,

Ekspansi (perluasan) mitra dalam program profesi, sehingga lulusannya dapat mudah bekerja dan diminati perusahaan,

Program-program tertentu dapat dijual/ dipasarkan sebagai produk unggulan,

Ancaman

Terkena sanksi terhadap program-program komputer yang tidak orisinal,

Kehilangan pengajar senior yang berpengalaman,

Kehilangan beberapa program kelas yang sedikit peminat,

Munculnya LPK lain di tempat yang sama,

Persaingan harga dari LPK yang relatif murah,

LPK yang lain mengeluarkan produk program yang lebih inovatif

Perencanaan pendidikan dalam system pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 sangat baik. Pendidikan nasional dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar. Kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi jalur pendidikan dan program pengelolaan pendidikan. Penyelenggaraan Sisdiknas dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan Pendidikan Sekolah. Sedangkan jenjang pendidikan terbagi atas jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Struktur pendidikan dasar (primary basic education) berbentuk Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), atau bentuk lain yang sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lainnya. Dijelaskan pula, pendidikan dasar tersebut diperuntukkan dan diwajibkan bagi setiap Warga Negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun. Artinya pemerintah bertanggung jawab terhadap pendidikan dasar dan berdosa jika terdapat warganya yang tidak mendapatkan pendidikan dasar.

Struktur sistem pendidikan lanjutan setelah pendidikan dasar adalah pendidikan menengah (secondary education). Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menegah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berupa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Menengah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dan bentuk lainnya.

Struktur pendidikan setelah pendidikan menengah adalah pendidikan tinggi (tertiary education). Pendidikan tinggi berupa akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas. Adanya variasi tehnical dan vocational education pada jenjang kedua, dan variasi adanya institute, universitas, akademik, politeknik, dan lainnya dengan variasi masa studi empat tahun untuk institut dan universitas, dan tiga tahun untuk akademik. Jika digambarkan keterkaitan struktur system pendidikan dan struktur kependudukan berdasarkan kelompok usia sebagai berikut :

Primary basic education

Secondary education

Tertiary education

Universitas, Institut,  Sekolah Tinggi, Akademik, politeknik

sederajat

SMA, MA, SMK, MAK, sederajat

SD, MI, SMP, MTs, sederajat

Usia 16- 18 tahun

Usia 7- 15 tahun

Usia 19- 25 tahun

Tak hanya struktur jenjang pendidikan saja dalam Sisdiknas, bahkan jenis program pendidikan diatur pendidikan umum, kejuruan, luar biasa, kedinasan, dan keagamaan. Program pendidikan informal, non formal, usia dini, kedinasan, keagamaan, jarak jauh, pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus juga direncanakan dalam Undang-Undang. Hal ini dilakukan sebagai wujud terciptanya tujuan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, struktur perencanaan pendidikan tersebut di atas, menunjukkan bahwa belum adanya integrasi yang baik antar lembaga/ departemen seperti adanya sekolah kedinasan dan sekolah keagamaan yang masing-masing dikelola oleh lembaga yang terkait yaitu departemen dan non departemen. Oleh karena itu, adanya peran ganda dalam penyelenggaraan pendidikan. Secara keilmuan Perguruan Tinggi jurusan sosial politik akan sama dengan pendidikan kedinasan seperti IPDN. Hal ini, tentu akan berakibat pada kelulusannya dalam mencari pekerjaan, atau diskriminasi lulusannya. Seperti CPNS di Departemen Dalam Negeri yang cenderung memilih lulusan IPDN daripada lulusan jurusan Sospol dari Perguruan Tinggi. Seharusnya semua penyelenggaraan pendidikan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, sehingga akan mempermudah dalam mengevaluasi penyelenggaraan jika terdapat kesalahan dan mempermudah dalam birokrasi pendidikan tanpa harus melibatkan lembaga lain. Selain itu, kurang tersentuhnya pendidikan pendidikan informal dan nonformal, sehingga banyak anak yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah dan anak jalanan yang putus sekolah. Seharusnya pemerintah membuat perencanaan pendidikan yang lebih matang dalam pendidikan informal dan nonformal dan bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyelesaikan masalah pendidikan ini. Karena bagaimanapun, maju dan mundurnya suatu bangsa tergantung pada pendidikan dan anak bangsa merupakan asset bangsa yang sangat berharga.

Iklan

5 Komentar (+add yours?)

  1. Handi Wahyu
    Mei 18, 2011 @ 11:01:36

    Siap menjadi karyawan LPK Agungbae 🙂

    Balas

  2. agung kuswantoro,agungbae123
    Mei 19, 2011 @ 04:29:02

    doanya ta

    Balas

  3. mares
    Mar 18, 2014 @ 06:27:11

    pak proosalnya diikutin GKN aja… 🙂 GKN 2014 katanya udah ada…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: