Memasukan Karakter

Memasukan Pendidikan Karakter

Krisis Moral

Bangsa kita sangat menaruh harapan terhadap dunia pendidikan. Pendidikan merupakan harapan masa depan yang dijadikan landasan suatu negara. Landasan yang berpijak pada suatu nilai. Landasan yang mampu memandirikan siswa dengan berbagai potensi yang dimilikinya.

Menurut Sugiri Syarief, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan sejak tahun 2010 diketahui 50% remaja perempuan di wilayah Jabodetabek sudah tidak perawan karena melakukan hubungan seks pra nikah. Remaja putri ini, mengaku sudah pernah melakukan hubungan suami istri di luar nikah. Bahkan, tidak sedikit di antaranya hamil di luar nikah.

Sebuah keresahan yang cukup beralasan bagi setiap orangtua jika melihat perkembangan saat ini.. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penyelesaian yang harus dilakukan dalam pendidikan. Salah satunya dengan memasukan pendidikan karakter di sekolah.

Memasukan Karakter

Karakter merupakan kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Langkah-langkah dalam pembentukan karakter ada empat. Pertama, memasukkan konsep karakter pada setiap kegiatan pembelajaran melalui mananamkan nilai kebaikan kepada anak (knowing the good), menggunakan cara yang membuat anak memiliki alasan atau keinginan untuk berbuat baik (desiring the good), mengembangkan sikap mencintai perbuatan baik (loving the good), melaksanakan perbuatan baik (acting the good). Kedua, membuat slogan yang mampu menumbuhkan kebiasaan baik dalam segala tingkah laku masyarakat sekolah. Ketiga, pemantauan secara continue. Keempat, penilaian orang tua.

Memasukan karakter dikelompokkan dalam soft competencies dan hard competence. Soft competencies yaitu kemampuan paling dasar yang belum tampak yang harus ditanamkan kepada anak. Soft competencies berupa kejujuran, sopan santun, empati, keberanian berpendapat, percaya diri, kesungguhan belajar, tanggung jawab, disiplin, dan lain-lain.

Hard competencies berwujud kemampuan akademik, kemampuan berbahasa, kemampuan teknik (terampil komputer, seni, dan lain-lain). Hard competence dapat konsisten apabila soft competencies memberikan dukungan yang kuat.

Dengan masuknya karakter ke pendidikan diharapkan bangsa ini memiliki nilai-nilai kepribadian luhur. Memasukan karakter melalui soft competencies dan hard competencies yang saling bersinergi akan berpengaruh terhadap karakter siswa di masyarakat.

 

Penulis             : Agung Kuswantoro

Pekerjaan         : Pengajar FE Unnes Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: