Keefektifan Pembelajaran dengan Menggunakan Media Audio Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Stenografi Bahasa Indonesia

Kata Kunci : Pembelajaran, Media Audio, dan Hasil Belajar.

Pembelajaran Stenografi yang dilakukan sekarang ini, masih berpusat pada pengajar dan kurang melibatkan peranan mahasiswa secara aktif sehingga hasil belajar Stenografi yang diperoleh kurang optimal. Sedangkan pembelajaran adalah proses komunikasi antara pengajar dengan pembelajar. Salah satu untuk meningkatkan hasil belajar Stenografi yaitu mahasiswa diberi stimulus malalui media audio dalam pembelajaran sehingga menambah perhatian dalam belajar. Berdasarkan hal tersebut permasalahan yang muncul yaitu apakah pembelajaran dengan menggunakan media audio lebih efektif dibanding dengan pembelajaran tidak menggunakan media audio sehingga hasil belajar mata kuliah Stenografi dapat meningkat?. Tujuan penelitian adalah mengetahui keefektifan pembelajaran dengan menggunakan media audio untuk meningkatkan hasil belajar Stenografi.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa ekonomi Program Studi Administrasi Perkantoran semester empat. Penelitian ini menggunakan populasi sebagai sampel karena termasuk dalam penelitian populasi. Variabel dalam penelitian adalah hasil belajar Stenografi. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, dan teknik eksperimen. Sedangkan alat pengambilan data dengan menggunakan tes. Dalam penelitian ini ada dua analisis yaitu analisis tahap awal dan analisis tahap akhir. Analisis tahap awal untuk memadankan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan uji normalitas, uji kesamaan dua varians, dan uji perbedaan dua rata-rata. Sedangkan analisis tahap akhir untuk menguji hipotesis dengan rumus uji t satu pihak kanan.

Analisis tahap awal menunjukkan bahwa kedua kelompok berawal dari keadaan yang sama. Oleh karena itu kedua kelompok tersebut dapat diberi perlakuan/treatment. Hasil penelitian pertama dan kedua pada soal surat dan wacana mengalami kenaikan rata-rata hasil belajar. Rata-rata hasil belajar pada penelitian pertama kelompok eksperimen untuk soal wacana lebih baik dibanding soal surat. Berdasarkan penelitian pertama soal surat diperoleh rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen sebesar 79,33 dan 65,67 pada kelompok kontrol. Uji perbedaan dua rata-rata sebesar 5,207 dengan taraf signifikansi 0,000 dan batas kesalahan 0,05. Karena taraf signifikansi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0,000 < 0,05 maka ada perbedaan dua rata-rata hasil belajar Stenografi di antara kedua kelompok tersebut. Sedangkan untuk soal wacana rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen lebih baik dibanding kelompok kontrol. Rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen sebesar 79,93 dan 64,73 pada kelompok kontrol. Uji perbedaan dua rata-rata diperoleh 6,824 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 dan batas kesalahan 0,05. Karena taraf signifikansi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0,000 < 0,05 maka ada perbedaan dua rata-rata hasil belajar Stenografi di antara dua kelompok tersebut.

Penelitian kedua soal surat diperoleh rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen lebih baik dibanding kelompok kontrol. Rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen sebesar 81,80 dan 68,60 pada kelompok kontrol. Uji perbedaan dua rata-rata sebesar 6,148 dengan taraf signifikansi 0,000 dan batas kesalahan 0,05. Karena taraf signifikansi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0,000 < 0,05 maka ada perbedaan dua rata-rata hasil belajar di antara dua kelompok tersebut. Sedangkan pada penelitian kedua soal wacana rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen lebih baik dibanding kelompok kontrol. Rata-rata hasil belajar pada kelompok eksperimen sebesar 81,93 dan 67,33 pada kelompok kontrol. Uji perbedaan dua rata-rata diperoleh 6,361 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 dan batas kesalahan 0,05. Karena taraf signifikansi lebih kecil dari batas kesalahan yaitu 0,000 < 0,05 maka ada perbedaan dua rata-rata hasil belajar Stenografi di antara kedua kelompok tersebut.

Berdasarkan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio lebih efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar Stenografi dibanding tidak menggunakan media audio. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengajar Stenografi untuk menerapkan media audio dalam pembelajaran. Selain itu sebagai masukan bagi Program Studi Administrasi Perkantoran untuk meningkatkan kualitas mahamahasiswa Administrasi Perkantoran supaya lebih terampil dalam menulis Stenografi dengan media audio.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: