Tidak ada yang Bodoh

Melihat para mahasiswa yang sudah jenuh diperkuliahan yang memasuki pertemuan ke-12 terasa sangat berat. Hal terlihat ketika mahasiswa masuk ke ruangan, sudah kelihatan letih, lesu, dan tidak bersemanangat. Melihat kondisi yang seperti itu, maka saya sebagai pengajar merasa perlu ada treatmen guna membangkitkan semangat belajar.

Berkaitan dengan mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi, yang sudah saya ajarkan sampai pada unsur-unsurnya, maka saya memiliki ide yaitu dengan dibentuknya kelompok masing-masing 5 samai 7 mahasiswa. Setiap kelompok membawa surat kabar Suara Merdeka, kemudian di cari berita atau peristiwa atau artikel berdasarkan unsur-unsur Administrasi yang telah ditentukan tiap kelompok.  Artikel aatau peristiwa yang diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan teori yang telah diberikan, kemudian tahap akhir adalah membuat mapping consep tentang artikel atau peristiwa tersebut tiap mahasiswa yang dipresentasikan melalui kertas karton yang sudang dipersiapkan.

Melihat antuasme mahasiswa selama pembelajaran yang cukup tinggi, dengan terlihatnya mereka membaca,  mencari, berbagi-bagi berita atau artikel yang mereka buat berdasarkan tugas mereka masing-masing. Dalam proses pembelajaran, saya tidak memberikan bahwa kelas adalah tempat utama, justru memberikan magnet tersendiri bagi mereka. Mereka belajar di depan kelas, di halaman, di gazebo. Terlihat mereka sedang berdiskusi dengan teman-taman timnya.

Melihat keadaan ini sungguh terasa bahwa mereka punya potensi besar. Akan tetapi mungkin potensi itu belum disalurkan. Kita sering mendengar bahwa anak itu bodoh, itu terasa tidak tepat jika melihat mereka dalam berinteraksi belajar. Sebenarnya di dunia ini, tidak ada anak bodoh, yang ada hanya kebodohan itu sendiri yang menghantui. Bodoh itu sifat, sifat itu dinamis. Bukankah kita sering mendengar dulu benci sekarang cinta. Apa gak mungkin juga dulu bodoh sekarang pintar?

Penulis             : Agung Kuswantoro

Pengajar Pengantar Ilmu Administrasi FE Unnes

Iklan

2 Komentar (+add yours?)

  1. Sawali Tuhusetya
    Des 01, 2011 @ 18:45:19

    wah, alangkah majunya dunia kampus di negeri ini kalau para dosen berpandangan demikian, tidak demikian gampang mengklaim mahasiswanya bodo2.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: