Paparazi Memapping

Gambar di samping adalah Amirul bukan sedang sujud, akan tetapi amirul sedang asyik membuat mapping. Mapping adalah pembelaran yang dikenalkan oleh Buzzen pada tahun 1974. Menurut Jonassen (1987) untuk menyusun dan mengorganisasi informasi yang menujukkan keterkaitan antara satu informasi dengan informasi lain yang disebut proporsisi. Mind Mapping dapat memperlihatkan arti suatu konsep berdasrkan proporsisi konsep tersebut dengan konsep-konsep lannya.

Hal yang saya lakukan adalah denga membentuk kelompok yang sudah ditentukan sesuai dengan mata kuliah terkait yaitu perbekalan. Pembelajaran ini dilakukan dengan teori belajar kooperatif yaitu saling bekerja sama antar angota kelompok. Satu kelompok terdiri dari tujuh hingga delapan mahasiswa. Dalam treatment yang saya ada beberapa langkah.

Pertama, dalam kelompok dibagi tugas dalam pencarian berita, informasi, atau pun gambar yang berkaitan dengan tema kelompok. Hal ini juga tidak mudah, karena sudah masuk dalam tema terkait. Secara tidak langsung harus ada penyortiran berita terlebih dahulu.

Kedua, setelah berita diperoleh kemudian dibuat mapping dari berita tersebut. Hal ini dilakukan untuk mempertajam pemahaman mahasiswa terhadap materinya. Jika dilakukan denga sepenuhny, seharusnya sebelum dimapping, berita tersebut dianalisis terlebih dahulu berdasarkan teori yang sesuai dengan tema. Namun, mengingat keterbatasan waktu yang hanya satu jam, maka berita tersebut langsung di mappingkan.

Ketiga, adanya presentasi dari berita tersebut. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep perbekalan secara teori dan kasus-kasus di lapangan yang dibingkai dalam berita di Koran.

Dari beberapa mahasiswa yang melakukan pembelajaran ini, terlihat mahasiswa merasa enjoy, nyaman, memahami materi, adanya kerja sama, saling berbagi informasi, bersemangat, interaktif, komunikatif, funny, dan sebagainya. Bahkan terlihat pada gambar ada salah satu mahasiswa yang dalam mengerjakannya sambil tiarap karena tidak adanya meja, namun terlihat dia nyaman dengan posisinya, sebagaimana gambar di bwah ini. Kelemahan dalam pembelajaran tersebut adalah keterbatasan waktu.

Dari pembelajaran di atas sangat terlihat bahwa kelas Paparazi menunjukkan bahwa kemampuan dalam menyortir berita. Tak mudah kita menyortir berita sesuai dengan tema. Selain itu, ketajaman dalam menganalisis sudah terlihat di semester lima. Sesunggunya bahwa belajar adalah tingkatan. Tingkatan setelah memahami adalah kemmapuan menganalisis. Dalam waktu satu jam sudah dapat menganalisis dan memapping berita, itu artinya paparazi mampu.

Selamat dan sukses, semoga dapat lulus tepat waktu buat semuanya mahasiswaku Administrasi perkantoran. I love polllllllllllllll

Berikut hasil mapping paparazi:

Jika berita itu hanya ditempel, maka anak SD pun bisa mengerjakan. Tapi akan terlihat Mahasiswa jika berita itu dianalisis dan dimappingkan. Lihatlah gambar di samping kreatif bukan, yang dikerjakan hanya dalam waktu 60 menit…Siiiipppp

5 Komentar (+add yours?)

  1. WITA
    Des 20, 2011 @ 03:24:00

    PAPARAZI PINTER AKTIF POL APIK RAME AMBISIUS ZIPH IKUUUU !!!!

    Balas

  2. agung kuswantoro,agungbae123
    Des 20, 2011 @ 07:18:18

    semua juga belajar,,belajar tak harus dikelas,,yang penting enjoy

    Balas

  3. Imam Syihab
    Des 26, 2011 @ 05:49:22

    Tp sayang, saya tidak terlihat karena dihalang-halangi oleh Surya Tama…hhhhehe. kalem.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: