Ibu, Istri, dan Wanita

Oleh Agung Kuswantoro

Tulisan ini sebagai rasa kangen saya pada mamah saya yang telah melahirkan, menyusui, membesar, mendidik, dan seterusnya. Wanita itu adalah mamah zumrohati. Beliau memiliki tiga kedudukan ibu, istri, dan wanita.

Wanita memiliki kedudukan secara umum adalah ibu dan istri. Ibu memiliki nilai juang yang tidak setara dengan status lain. Dia memiliki power dan keajaiban khusus bagi anak-anaknya yang tidak memiliki oleh ayah.

Al Quran meletakkan banyak hal tentang Ibu. Dia seorang pemimpin dalam keluarga (QS, 4:34), akan tetapi justru dialah yang menentukan nilai kepemimpinan itu baik atau buruk karena memiliki multifungsi.

Wanita sebagai ibu, perannya sangat jelas yaitu mengandung, melahirkan, dan merawat hingga besar. Kehebatan wanita ditunjukkan ketika sedang mencari nafkah, karena mencari nafkah adalah kewajiban suami (QS 2:233).

Wanita sebagai istri, dalam hal ini terkandung pada status keluarga, misal nuzuz (membangkang), maka berilah pelajaran yang baik agar kembali ke jalan yang benar. Ada etika memukul istri, tentunya tidak keras, tidak diwajah, tidak sampai menyakiti. Tujuannya memukul adalah memberi pelajaran agar menjadi benar.

Ibu-Istri merangkap wanita. Semenjak kenabian posisi wanita bukan makhluk dalam sangkar. Kunci dalam islam adalah seijin suami. Kerana yang bertanggung jawab atas wanita adalah suami. Jika suami tidak mampu mengendalikan kewanitaan istrinya di luar rumah, sebaiknya diposisikan di dalam rumah. Sebaliknya, jika mampu dan memiliki potensi maka diijinkan.

Ketiga kedudukan itulah yang dimiliki mamah saya, tak sedekar sebagai wanita, tetapi sebagai ibu dan istri. Yang paling mendalam buat saya adalah sebagai Ibu. Dalam hal ini beliau kelihatan megasuper, tak sekedar wonderwomen. Semenjak peninggalan Ayah, sampai sekarang pun usia menjandanya 29 tahun. Artinya posisi Ayah dipegang beliau mulai mendidik, memimpin, mencari nafkah, membesarkan anak, menikahkan, dan sebagainya.

Begitulah keutamaan Ibu yang kedudukannya tiga kali lebih mulia dari Ayah. Ibu, Ibu, Ibu, setelah itu baru Ayah. Tiga kali derajatnya dibanding Ayah. Agama menempatkan Ibu sangat mulai, sampai pada surga terletak di bawah kaki Ibu, rido Alloh terletak pada rido orang tua. Manfaatkan waktu kita, meraka masih tersenyum demi kesuksesan kita. Apakah kita memikirkan dibalik senyum mereka yang penuh dengan keikhlasan, pengorbanan, dan perjuangan.

Mari, kita saling berbakti pada Ibu kita masing-masing. Kita akan merasa kehilangan jika beliau tidak ada disekitar kita. Mari hargai beliau dan Bapak kita dengan doa, amalan, sikap terpuji, dan bersedekah buat mereka. Love u mom,,,maafkan semua salahku yang selama ini ku perbuat, ku kasar, ku lancang, ku sembrono, ku berpikiran negatif, dst

Penulis : seorang yang sedang rindu pada mamahnya

6 Komentar (+add yours?)

  1. dani
    Des 27, 2011 @ 01:16:28

    Selamat Hari Ibu buat mamahnya mas Agung juga untuk ibu-ibu di dunia,,,,jadi pengen nangis,,,teruntuk ibuku yang paling kusayang maafkan segala khilaf anakmu ini,,,hik3

    Balas

  2. agung kuswantoro,agungbae123
    Des 27, 2011 @ 01:31:54

    ya,,,makasih

    Balas

  3. Ikha prima
    Des 29, 2011 @ 11:54:01

    Bersyukurnya aku masih ditemani orang tua yang lengkap. Buat mama semoga lekas dberi ksembuhan stelah 6 th nya dberi cobaan oleh Allah. Membuat saya lebih tegar sebagai menuju proses menjadi wanita. Cinta ibu sepanjang masa. Salut untuk ibu dseluruh dunia :’)

    Balas

  4. muhammad solichin
    Des 30, 2011 @ 09:38:32

    jadi curhat nih bro..??
    hehehe…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: