Cinta oh Cinta

Cinta awalnya permainan dan akhirnya kesungguhan. Ia tidak dapat dilukiskan, tetapi harus diketahui (Ibn Hazm dalam Thauq al Hamamah)

 

Berbicara tentang cinta sangat luas lingkupnya. Para pakar berpendapat bahwa cinta tidak dapat didefinisikan dengan kata-kata, hanya gejala-gejalanya yang dapat dijelaskan.

Cinta sejati antara manusia terjalin, jika ada sifat-sifat yang didambakan oleh si pecinta melekat pada sosok yang dicintainya dan yang terasa olehnya. Rasa inilah yang mendorong dan menguatkan kecenderungan itu. Semakin banyak dan kuat sifat-sifat yang dimaksud, dan semakin banyak terasa oleh masing-masing pihak, semakin kuat dan dalam pula jalinan hubungan mereka.

Arti Cinta

Cinta adalah dialog dan pertemuan dua “aku” serta hubungan timbal balik yang melahirkan tanggung jawab kedua “aku”. Bukan cinta, jika meng”aku”kan aku terhadap terhadap yang dicintai. Karena, pada hakekatnya adalah menyatukan, bukan menggabungkan jadi satu.

Pada prinsipnya antara yang mencintai dan dicintai berbeda, jadi secara karakter, sikap, perilaku, dan sebagainya juga berbeda. Seorang Ibu yang mencintai anaknya, tidak memaksakan agar karirnya itu sama dengan dirinya. Karena yang ada hanya satu “aku”. Jika benar ia mencintainya, maka ia akan membantu, agar anaknya pun memiliki kepribadiannya sendiri sesuai dengan kecenderungan dan potensinya.

Sifat cinta itu dinamis. Karena kedinamisan inilah kesucian cinta harus dijaga. Suci dalam arti logika cinta harus digunakan dengan nalar yang sesuai dengan agama. Kadang-kadang dalam masyarakat, hanya dengan masalah cinta, para remaja melampiaskan dengan cara-cara negatif. Hanya karena putus cinta. Mereka melarikan diri dari rumah dengan pasangannya, hanya karena keluarga tidak merestui.

Carilah pembenaran rasional dalam masalah cinta. Betul, bahwa logika cinta berbeda dengan logika akal. Misal, orang yang sedang kangen dengan kekasihnya, dia akan mengatakan benci tapi rindu. Secara logika akal, hal ini tidak mungkin terjadi. Jika benci dengan seorang maka, harus dihindari, bukan dirindukan. Nah, ketika orang berkata seperti itu, artinya logika cinta yang yang sedang digunakan. Karena cinta dapat menyatukan dua sisi yang berbeda.

Oleh karena itu, dalam menyikapi tentang cinta, gunakan pembenaran rasional untuk bisikan hati. Hati sifatnya bolak-balik. Selalu libatkan yang memiliki ketetapan hati, Tuhanlah yang pemilik hati manusia.

Karya-karya besar manusia lahir oleh dorongan cinta. Salah satu keajiaban dania, Taj Mahal, lahir dari cinta seorang suami kepada Istrinya. Syair-syair Homerus, sastrawan Yunani kenamaan pun lahir atas dorongan cinta. Piramida yang berdiri tegar di Mesir ddan Meksiko, juga dibangun oleh motivasi cinta. Cinta sejati selalu mencipta, tidak pernah merusak.

Demikian kekuatan cinta, dengan cinta dapat mengubah orang, bahkan dunia. Semoga kita termasuk dalam orang yang memiliki dengan pemilik cinta yang hakiki, yang tak sekedar dicintai. Tetapi, juga mencintai. Bukan cinta yang membawa pada suatu keburukan.

 

Penulis          : Agung Kuswantoro, Pelutan Pemalang

Terinpirasi dari Quraisy Shihab

2 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Berlogika Dalam Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: