Beda Mapel, Sama Nilai

Rencana Kemendikbud yang akan mengajarkan pendidikan antikorupsi pada tahun ajaran 2012/ 2013 di  jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi, menurut saya hal tersebut membebani kurikulum.

Jika pendidikan antikorupsi diajarkan dengan mata pelajaran tersendiri yang bersifat kognitif, maka membutuhkan guru pendidikan antikorupsi. Selain itu, dibutuhkan jam tersendiri dalam pembelajarannya.

Pendidikan antikorupsi tidak perlu diajarkan, akan tetapi diinternalisasikan nilai-nilai antikorupsi pada semua mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut, sebagaimana pada UU No. 20 tahun 2003 bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.

Nilai atau value merupakan konsep apa yang dipikirkan seseorang. Nilai harus tertanam pada anak didik. Kita harus bangga, jika memperhatikan nilai-nilai tersebut dimasukkan UU tersebut. Artinya, bahwa sebenarnya sudah dipikirkan oleh pemikir bangsa, bahwa anak didik tidak diharapkan pada pintar intelektual. Tetapi, memiliki nilai-nilai pendidikan.

Pendidikan Nilai = Pendidikan Antikorupsi

Pendidikan di Indonesia sudah memiliki pendidikan berbasis nilai, seperti Pendidikan kewarganegaraan, pendidikan Pancasila, pendidikan Agama, Sejarah, dan pendidikan kewirausahaan serta pendidikan Karakter.

Artinya, bahwa pendidikan nilai diajarkan pada pelajaran-pelajaran tersebut. Menurut saya, pendidikan nilai pada hakikatnya sama dengan pendidikan antikorupsi. Karena mengandung nilai yang sama. Sehingga sesuatu yang baru, tidak harus dimunculkan menjadi sesuatu yang baru.

Ibarat komputer yang kena virus, maka bukan berarti harus beli komputer baru. Virus itu yang harus dihilangkan, komputer tetap dipertahankan karena di dalamnya masih terdapat komponen yang masih berfungsi.

Keberhasilan belajar anak didik bukan dilihat dari banyaknya mata pelajaran yang akan dikaji, tetapi sejauh mana nilai dapat menjadi patokan yang melekat pada dirinya. Jika pendidikan antikorupsi diajarkan, tanpa nilai yang melekat pada diri anak didik, maka tidak berguna pendidikan tersebut.

Iklan

Tugas Aplikasi Komputer

Pejarilah database acces dengan materi form yang sudah dimodivikasi dengan common button..kemudian lengkapilah data yang saudara buat dengan form tersebut…(yang penting saudara baca, dan praktekan di rumah) kemudian minggu depan kita praktekan bersama-sama.

Untuk materi tersebut bisa cari digoogle atau buku diperpustakaan apa saja yang berjudul microsof office

Sebelum perkuliahan di mulai, akan saya tanya ke mahasiswa dengan pertanyaan “Siapa yang bisa mengerjakan tugas itu? atau Siapa yang berani menerangkan tuga itu di depan teman-teman? jika tidak ada yang bisa, brati kita belajar bersama

demikian tugasnya…terimakasih

Ini hanya tulisan mengenai metamorfasa kepemimpinan,,,,

Unnes (Univesitas Negeri Semarang) pada tahun 2006 memiliki visi Unnes Sehat, Unggul, dan Sejahtera (Sutera). Pada tahun 2007 mulailah diberlakukan online system akademik terpadu. Pada tahun 2008 Unnes sudah penekanan pada penguatan kelembagaan Unnes masuk orbit webometrics (webometritrics.info). Pada tahun 2009 Unnes menjadi Satuan Kerja Badan Layanan Umum, transparansi system keuangan (sikeu.unnes.ac.id), dan system merit kepegawaian (simpeg.unnes.ac.id). Pada tahun 2010 Unnes mengintegrasikan seluruh system informasi, deklarasi unnes sebagai universitas konservasi.

Visi Unnes dirumuskan atas dasar empat komiten kuat seluruh civitas akademik Unnes. Empat komitmen tersebut adalah komitmen konservasi, komitmen untuk membangun organisasi yang sehat, (3) komitmen untuk mencapai keunggulan dalam era kompetisi global yang semakin kuat, (4) komitemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh civitas akademika, alumni, masyarakat, bangsa dan Negara, dengan berbasis pada kinerja layanan publik yang prima. Keempat komitmen ini diharapkan dapat bermuara pada terwujudnya Unnes yang mampu berprestasi pada taraf internasional, dan menghantarkan Unnes ke dalam jajaran Word Class University (WCU).

Misi Unnes ada tiga. Pertama, menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan yang unggul dan bertaraf internasional di bidang pendidikan dan non kependidikan. Kedua, mengembangkan dan menciptakan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga. Ketiga, mengembangkan kebudayaan dan peradaban bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilia konservasi.

Tujuan Unnes ada tiga. Pertama, menghasilkan tenaga akademik, profesi, dan vokasi yang memiliki kompetensi unggul. Kedua, menghasilkan karya ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olah raga yang bermakna dan bermatabat. Ketiga, menghasilkan kebudayaan dan peradaban bangsa yang berlandaskan nilai-nilai konservasi.

Fakultas Unnes ada delapan yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Hukum (FH) dan Program Pascasarjana (PPs) yang mempunyai tugas dan mengkoordinasi semua program studi di lingkungan Unnes yang berada di bawah rektor.

Pada tahun akademik 2009/2010, jumlah dosen pada FIP sebanyak 156 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 30, kualifikasi S2 sebanyak 110, kualifikasi S3 sebanyak 12, dan guru besar 4. Jumlah dosen pada FBS sebanyak 176 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 33, kualifikasi S2 sebanyak 118, kualifikasi S3 sebanyak 16, dan guru besar 9. Jumlah dosen pada FIS sebanyak 91 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 15, kualifikasi S2 sebanyak 68, kualifikasi S3 sebanyak 3, dan guru besar 5. Jumlah dosen pada MIPA sebanyak 199 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 23, kualifikasi S2 sebanyak 133, kualifikasi S3 sebanyak 37, dan guru besar 6. Jumlah dosen pada FT sebanyak 167 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 25, kualifikasi S2 sebanyak 135, kualifikasi S3 sebanyak 5, dan guru besar. Jumlah dosen pada FIK sebanyak 98 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 17, kualifikasi S2 sebanyak 74, kualifikasi S3 sebanyak 6, dan guru besar. Jumlah dosen pada FE sebanyak 105 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 28, kualifikasi S2 sebanyak 71, kualifikasi S3 sebanyak 3, dan guru besar 3. Jumlah dosen pada FH sebanyak 38 dosen, dengan kualifikasi S1 tidak ada, kualifikasi S2 sebanyak 34, kualifikasi S3 sebanyak 3, dan guru besar 1. Jumlah dosen pada FBS sebanyak 176 dosen, dengan kualifikasi S1 sebanyak 33, kualifikasi S2 sebanyak 118, kualifikasi S3 sebanyak 16, dan guru besar 9. (Buku Informasi Unnes, 2010)

Sedangkan jumlah dosen yang sedang menembuh studi lanjut pada FIP jenjang S2 sebanyak 18, dan jenjang S3 sebanyak 20. Pada FBS jenjang S2 sebanyak 18, dan jenjang S3 sebanyak 25.  Pada FIS jenjang S2 sebanyak 10, dan jenjang S3 sebanyak 16. Pada FMIPA jenjang S2 sebanyak 15, dan jenjang S3 sebanyak 35. Pada FT jenjang S2 sebanyak 9, dan jenjang S3 sebanyak 36. Pada FIS jenjang S2 sebanyak 14, dan jenjang S3 sebanyak 45. Pada FIK jenjang S2 sebanyak 14, dan jenjang S3 sebanyak 18. Pada FE jenjang S2 sebanyak 9, dan jenjang S3 sebanyak 21. Pada FH jenjang S3 sebanyak 4.

Selain itu didukung oleh tenaga kependidikan dengan pendidikan SD sebanyak 36 pegawai, jenjang pendidikan SMP sebanyak 34 pegawai, jenjang pendidikan SMA sebanyak 300 pegawai, jenjang diploma/ sarjana muda sebanyak 59 pegawai, jenjang pendidikan Sarjana sebanyak 279 pegawai, dan jenjang S2 sebanyak 42 [egawai.

Dalam rangka menyatukan rektorat, lembaga, perpustakaan, fakultas dan unit-unit lain, pada akhir tahun 2006 di kampus Sekaran telah dibangun jaringan tulang punggung Fiber Optic (FO). Saat ini jaringan tersebut telah menghubungkan sekitar 300 PC di seluruh Universitas. Jaringan ini telah dilengkapi dengan fasilitas teleconference yang terhubung melalui fasilitas jaringan Direktorat jenderal Pendidilan Tinggi (Dikti) melalui program indonesian higher educafion network (inherent). Dengan fasilitas ini UNNES dapat melakukan informations and resources sharing dengan seluruh perguruan tinggi yang tergabung dalamjaringan program inherent.

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, sejak dua tahun terakhir telah dikembangkan sistem informasi manajemen (SIM) sebagai pedukung tata kelola manajemen perguruan tinggi secara modern. Salah satu produk yang telah mendekati optimal adalah sistem informasi akademik terpadu (Sikadu). Pada saat ini Sikadu telah mampu mengoptimalkan sistem pelayanan dan administrasi penerimaan mahasiswa baru, registrasi, yudisium, dan pendaftaran wisuda secara on line.

Kepemimpinan yang saya gunakan di Unnes adalah kepemimpinan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Artinya bahwa Unnes harus bepegang teguh pada prinsip-prinsip pada tokoh pendidikan tersebut. Unnes sebagai LPTK, maka pola kepemimpinan tersebut. Pemimpin dapat memposisikan diri di depan sebagi sebuah sumber yang memberikan keteladanan atau contoh yang baik terhadapa bawahan. Pemimpin dapat memposisikan di tengah berada di antara bawahan dengan segala pemikirannya, dan berperan sebagai pemotivator. Pemimpin juga dapat memposisikan di belakang dengan peran memberikan kepercayaan kepada bawahan dan senantiasa mengawal kerja serta aktivitas bawahan.

Melihat kondisi Unnes yang semakin berprestasi, jika saya menjadi pimpinan maka saya melanjutkan program-program yang sudah ada. Hanya ada beberapa hal yang akan saya lakukan pada bidang pengembangan lembaga dilakukan secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak lain, di antaranya Islamic Developmen Bank (IDB), khsususnya untuk pengembangan fasilitas kampung budaya, training center, dan labolatorium terpadu.

Program kerja sama dan pengembangan secara spesifik juga ditujukan untuk memberikan back-up pada akademik. Untuk itu, program kerja sama di bidang akademik diperkuat antara lain program dharmasiswa, student axchange, peningkatan bahasa Inggris dosen, penyiapan dosen untuk studi ke luar negeri, dan pengembangan International office.

Di bidang akademik, pengembangan ditujukan pada penguatan dan penyempurnaan Sistem Akademik Terpadu (Sikadu), penguatan kelembagaan seperti peningkatan akreditasi program studi, penguatan manajemen akademik, dan pengembangan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas akademik dilakukan dengan pendampingan akreditasi program studi.

Guna meningkatkan daya saing, sejumlah program akan diintroduksi antara lain PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) antar bangsa. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa kependidikan Unnes akan mendapatkan praktek pembelajaran dalam setting internasional. Program lainnya adalah penguatan double degree antar program studi Unnes dengan program studi luar negeri serta adanya bilingual class pada program studi.

Kepemimpinan yang saya terapkan pada mahasiswa adalah kepemimpinan yang terbuka. Artinya, bahwa rektor memberikan fasilitas, sarana, prasarana, pusat kegiatan mahasiswa untuk digunakan sepenuhnya. Penekanan kepemimpinan yang saya tekankan pada mahasiswa adalah mahasiswa yang berkarakter. Nugroho Notosusanto dalam Hidayatullah (2010:112) menggambarkan bahwa sekurang-kurangnya pendidikan harus menghasilkan sarjana-sarjana yang sujana, yang merupakan educated persons yang refined, dan sophisticated serta sebaliknya tidak semata-mata hanya berpengetahuan saja. Gambaran masa depan memperlihatkan hasil penelitian tidak saja tinggi mutunya, melainkan juga relevan. Dan juga akan memperlihatkan pengabdian masyarakat yang orisinil, inovatif serta menentukan bagi pengembangan nasional. Oleh karena itu, dapat disarikan bahwa gambaran output Unnes yang saya pimpin memiliki cirri-ciri berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kinerja akuntabel.

Beberapa upaya dalam membangun karakter mahasiswa ada tujuh. Pertama,  menentukan tujuan dan target yang jelas. Kedua, studi sebagai alat, bukan tujuan. Ketiga, lebih berorientasi pada performance daripada status. Keempat, mencari kail, bukan ikan. Kelima, menentukan metode belajar yang cocok bagi mahasiswa. Keenam, mengembangkan alat-alat masa depan melalui leadership (kepemimpinan), alat komunikasi terutama bahasa Inggris, dan teknologi informasi. Ketujuh, tidak hanya berorientasi pada aktivitas akademik (kuliah). Kedelapan, berkeinginan mengembangkan diri.

Karena mahasiswa, Unnes ada. Upaya pengembangan harus mendukung terciptanya mahasiswa yang kreatif dan unggul. Prestasi mahasiswa tidak dapat diraih tanpa dukungan fasilitas. Berpijak pada pilar Sutera dari visi Unnes 2020, arah pengembangan mahasiswa ditujukan pada peningkatan falilitas, sarana, prasarana UKM, dan peningkatan jejaring antar instansi terkait dengan peningkatan dan kesejahteraan mahasiswa.

Penekanan kepemimpinan pada bidang administrasi adalah peningkatan sistem anggaran, keuangan, dan akuntansi.  Ketiga bidang tersebut, ketiga bidang tersebut saat ini telah memiliki topangan sistem manajemen online. Keberadaan sistem tersebut akan memperkokoh seluruh layanan, program, dan kegiatan yang dikembangkan Unnes. Dengan demikian laporan keuangan dapat diakses oleh masyarakat sebagai bentuk pelaporan publik, sehingga kepemimpinan yang transparan terhadap keuangan.

Unnes sebagai Perguruan Tinggi (PT) melalui tri dharma PT yaitu pendidikan, penelitian, dan pelayana atau pengabdian kepada masyarakat. Sebagai pemimpin implementasi dalam mengembangkan PT ke depan adalah Word Class University (WCU). Agar mampu berkompetisi di tingkat PT harus membangun keunggulan-keunggulan. Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. SDM unggul harus dihasilkan oleh PT berdasarkan bidang keahliah atau kompetensi yang dikembangkan oleh PT. Kedua, hasil penelitian yang dilakukan oleh SDM unggul yang dimiliki PT tersebut berdasarkan bidangnya masing-masing. Berbagai temuan penelitian ini akan memperkuat dan memperkuat dan memperkaya khasanah pengetahuan, sehingga PT diharapkan mampu memecahkan berbagai persoalan di masyarakat yang didasarkan pada kajian ilmiah. Ketiga, PT juga harus memberikan pelayanan atau pengabdiannya kepada masyarakat. Hasil kajian atau penelitian tersebut diharapkan dapat diimplementasikan untuk kemajuan masyarakat.

Konsep Diri

Pesanku,,,kenalih diri Saudara, perbaiki diri, maka masyarakat akan menanti saudara …materi klik di sini

Tugas Praktek Kearsipan hari Rabu

Rabu, 28 Maret 2012 berkaitan dengan perkuliahan praktek kearsipan jam 10.00 di Labolatorium kearsipan bahwa pada hari itu kuliah diganti dengan tugas.  Tugas tersebut dikerjakan secara individu dan dikumpulkan pada pertemuan kesembilan. Tugas tersebut adalah Mendeskripsikan atau “memotret” suatu sistem kearsipan di suatu organisasi/ lembaga yang ada di sekitar lingkungan Saudara. Dalam pendeskripsian tersebut, berisi kelemahan, kelebihan, kekuatan, dan kelemahan dari sistem penyimpanan yang digunakan oleh organisasi/ lembaga tersebut. Setelah Saudara dideskripsikan, kemudian Saudara memberikan solusi dari kelemahan dan kekurangan dari sistem tersebut.

Demikian tugas dari saya, mohon Saudara kerjakan dengan sebaik-baiknya dan saya tunggu pada pertemuan kesembilan… See U..Selamat Mengerjakan

by :agungbae

PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS UNIT PRODUKSI DI SMK NEGERI 6 SEMARANG (Studi Kasus pada Jurusan Tata Boga Kelas XI)

Oleh : Agung Kuswantoro, S.Pd
Pengajar Jurusan Pendidikan Ekonomi, FE, Unnes, email : agungbinmadik@yahoo.com
Lembaga pendidikan tidak hanya bertugas melahirkan banyaknya lulusan, akan tetapi yang terpenting adalah seberapa besar lulusannya itu dapat berkontribusi untuk masyarakat dan mampu menghadapi tantangan di masyarakat. Oleh karena itu, sekolah harus meningkatkan kecakapan lulusan. Salah satu lembaga pendidikan adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK Negeri 6 Semarang merupakan sekolah yang bertaraf Internasional dengan empat jurusan, salah satunya adalah tata boga. Jurusan tata boga dalam pendidikan kewirausahaan lebih menonjol dibanding dengan jurusan lain, karena membutuhkan modal yang kecil, mudah memasarkan, siswa aktif dalam membuat produk. SMK Negari 6 Semarang dapat mengintegerasikan antara pendidikan kewirausahaan dan unit produksi. Unit produksi berfungsi sebagai mendesain produk, sedangkan pendidikan kewirausahaan berfungsi sebagai cara memasarkan produk, mengenalkan pada pelanggan dan sebagainya. Selain hal tersebut, sekolah telah menanamkan pendidikan kewirausahaan pada siswa. Dengan organisasi yang baik, akan menimbulkan budaya organisasi yang baik. Dalam budaya terkandung nilai-nilai. Demikian juga pada sekolah tersebut, terkandung nilai-nilai pendidikan kewirausahaan. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah nilia-nilai pendidikan kewirauhasaan berbasis unit produksi apa saja yang ditanamkan oleh guru kepada siswa pada jurusan tata boga kelas XI di SMK Negeri 6 Semarang? Strategi apa yang digunakan oleh sekolah dalam menanamkan pendidikan kewiraussahaan berbasis unit produksi pada jurusan tata boga kelas XI di SMK Negeri 6 Semarang? Penelitian ini dilakukan pada siswa jurusan tata boga kelas XI. Desain dalam penelitian ini adalah penelitain kualitatif. Subjek penelitan ini adalah individu-individu yag terlibat dalam penanaman nilai-nilai pendidikan kewirausahaan berbasis unit produksi di SMK Negeri 6 Semarang pada jurusan Tata Boga Kelas XI. Individu-individu tersebut adalah kepala sekolah, guru, siswa, tenaga kependidikan, dan stake holder. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analsis sebelum di lapangan dan sesudah di lapangan. Teknik analisis sesudah di lapangan berupa reduksi data, data display, dan tahap verifikasi. Teknik pemeriksaan data yang digunakan ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability).
Keyword : Penanaman Pendidikan Kewirausahaan, Berbasis Unit Produksi, Tata Boga

Cara Mengindeks

berikut materi cara mengindeks,,diklik disini

Previous Older Entries