MAHA dan Mahasiswa

oleh Agung Kuswantoro

Murid pada tingkatan SD sampai SMA dulu dinamakan siswa, murid pada Perguruan Tinggi dinamakan mahasiswa.  Murid jika di madrasah dinamakan tilmidun, murid di luar negeri dinamakan student. Itulah beberapa sebutan mengenai murid.

Ada beberapa hal yang menarik dari beberapa sebutan tersebut yaitu mahasiswa. Sebutan maha artinya sangat, amat, teramat contoh mahabesar dan mahamulia. Hal tersebut menunjukan bahwa maha memiliki arti yang lebih dari sesuatu. Mahasiswa, artinya lebih dari siswa, mahabesar artinya lebih dari besar.

Melihat pemahaman arti tersebut, bahwa sesuatu yang melekat pada maha memiliki sesuatu yang bernilai. Bernilai dalam makna, jati diri, dan karakter. Mahabesar, memahaminya teramat besar. Besar dalam maknanya, besar dalam jati dirinya, dan besar dalam karakternya. Pastilah kemahaan itu tidak memiliki keterbatasan (unfinite), dapat dikatakan maha sangat dekat dengan kesempurnaan. Jika di dunia pastilah Maha yang pasti sempurna adalah Tuhan.

Kesadaran Mahasiswa

Mahasiswa sebagai pelajar yang menempuh pendidikan perguruan tinggi dan memiliki kesadaran. Kesadaran disini sangatlah penting. Kesadaran dimaksudkan sebagai perlakuan obyek yang telah dipahami selama menempuh pendidikan, terlebih untuk senjata atau alat pergerakan mahasiswa.

Jika melihat pemahaman tersebut, mahasiswa bukan sekedar siswa. Tapi siswa yang memiliki kesadaran. Memunculkan kesadaran bukanlah hal mudah. Orang yang memiliki kesadaran tinggi, pasti akan dihargai. Kesadaran muncul dalam diri, bukan diajarkan. Akan tetapi diharus dilaksanakan. Kesadaran itu adalah wujud pendewasaan (muturity).

Semakin tinggi tingkat kesadaran, akan terlihat juga kemahaan mahasiswa.  Ketika dosen memberikan tugas dengan petunjuk-petunjuknya, maka seorang mahasiswa dengan kesadarannya akan mengumpulkan tepat waktu. Kesadaran sebagai kewajibannya sebagai siswa untuk mengerjakan tugas. Kesadaran sebagai siswa terhadap dosennya.

Tidak tepat jika, mahasiswa tidak mengumpulkan tugas hanya karena tidak bisa. Dengan kedewasaan, kesadaran dan kedewasaan, maka pasti akan menemukan solusi. Ketika tidak bisa mengerjakan, maka ada bantuan internet, teman, dan buku. Bahkan, menanyakan pada dosennya jika soal tersebut tidak dapat kerjakan.

Mudah-mudahan predikat yang melekat pada diri mahasiswa dapat kita laksanakan sesuai dengan kemampuan, kesadaran dan pendewasaan. Jangan kita nodai kemahaan itu dengan sikap yang tidak terpuji. Sungguh mulia arti maha itu, akan menjadi hancur jika mahasiswa itu sendiri jika tidak kesadaran dan pendewasaannya.

Penulis : Pendamping Hima Pendidikan Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: