Kuliah dan khusyu’

Oleh Agung Kuswantoro*

Jika kita perhatikan pada kedua kata secara tidak langsung tidak ada kaitannya. Namun, kita akan mengkajinya secara per kata dan istilah. Kata khusyu’dari segi bahasa berarti ketenangan/ diam. Ia adalah kesan khusus yang terdapat di dalam benak terhadap khusyu’ sehingga yang bersangkutan mengarah sepenuh hati kepadanya sambil mengabaikan lainnya.

Para ulama fiqih, tidak memasukkan kekhusyu’an pada bahasan rukun, atau syarat sholat, karena mereka-mereka menyadari bahwa khusyu’ lebih banyak berkaitan dengan kalbu, sedang mereka pada dasarnya hanya mengarah pada pandangan kesisi lahiriah manusia. Quraisy Shihab menggambarkan orang yang khusyu’ dalam solat  diibaratkan dengan kehadiran  pada pameran lukisan. Banyak yang diundang hadir untuk menikmati keindahan lukisan, tetapi bermacam-macam sikap mereka. Ada yang hadir tanpa mengerti sedikit pun, apalagi menikmati keindahan lukisan, ada juga yang tidak mengerti, tetapi berusaha mempelajari dan bertanya, adalagi yang mengerti dan menikmatinya, ada pula yang sedemikian paham dan menikmati sehingga terpukau dan terpaku, tidak menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya. Dia tidak mendengar sapaan orang kepadanya, bahkan tidak merasakan senggolan orang-orang di sekitarnya.Dia benar-benar larut dalam kenikmatan.

Demikian juga kuliah adalah sebuah kewajiban bagi seorang untuk menuntut ilmu.Mahasiswa yang berkuliah tidak selamanya khusyu’. Khusyu’ dalam berkuliah, tidaklah terlihat secara lahiriah, akan tetapi dampaknya dapat dirasakan secara lahiriah. Mahasiswa yang khusyu’ berkuliahakan focus pada tujuannya, tidak ada harapan suatu apa pun apa yang dialakukan. Dia tidak berharap pada dosen dalam pemberian nilai, tidak mengharapkan belas asih darinya, tidak mengharapkan sensasi, dan lainnya.Dia hanya tertuju pada tujuannya.

Bagi mahasiswa baru, kampus merupakan dunia baru. Dikatakan baru karena kondisi ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan suasana belajar yang dialami sebelumnya sewaktu SMA.Di sampingitu, mahasiswa di hadapkan pada bidang studi tertentu yang menjadi pilihannya yang relative khusus dan dihadapkan pada pola pembelajaran yang berbeda.

Tujuan kuliah adalah bukansemata-mata memburu ijasah, melainkan menghasilkan mahasiswa yang  berintegritas dan berkepribadian. Integritas dan kepribadian tumbuh ketika mahasiswa akan mengerjakan dengan bersungguh-sungguh, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan materi daripada sekada rmenerimamateri,  mampu bersikap terbuka, berfikir dan berperilaku demokratis, berpandangan luas, mengembangkan kreativitas dan inisiatif, peka dan tanggap terhadap permasalahan hidup dan menyadari bahwa kesempatan menjadi mahasiswa merupakan kesempatan yang sangat berharga.

Kewajibankuliahharusbersinergidengankhusyu’.Semakinkhusyu’ akan semakin terlihat pada tujuannya. Sebagaimana ibarat melihat pameran lukisan tersebut di atas, bahwa kekhusyu’an mahasiswa dalam kuliah tiap individu berbeda. Ada yang tidak memperdulikan pada dunia hiburan yang berlebihan, dia focus pada tujuannya, dia  mengerjakan tugas secara maksimal, dia mencari berbagai referensi di perpustakaan dan internet, dia bertanya pada seorang yang dianggap mengusai, dia berburu jurnal dan berdiskusi dengan sesame temannya.

Ada pula mahasiswa yang cukup santai dengan tugasnya, dengan mem-browsing internet kemudian copy paste, mengerjakan tugas akan asal mengerjakan, tidak melakukan penelitian, tidak melakukan penelitian, belum menentukan sasaran yang jelas sehingga lulus tidak tepat waktu, tidak peduli lingkungan,belum mengoptimalkan potensinya, dan sebagainya.

Khusyu’ dalam kuliah perlu dibangun, mahasiswa harus sadar bahwa dalam dirinya ada beban tanggung jawab menuntut Ilmu yang harus bertanggungjawab pada Tuhannya, orang tua, keluarga, masyarakat, dan Negara. Terlebih mahasiswa kuliah di negeri, ada subsidi Negara. Jika melihat mahasiswa tidakkhusyu’, apakah kita rela mengeluarkan uang untuk membiayai mahasiswa yang berperilaku seperti itu?

Memang khusyu’ bukanlah suatu kewajiban dalam suatu pekerjaan. Tetapi, khusyu’ membantu dalam pencapaian  tujuan.Sama halnya, khusyu’ bukanlah suatu kewajiban. Orang yang tidak khusyu’ dalam sholat, sholatnya selesai hingga salam. Demikianjuga, mahasiswa yang tidak khusyu’ dalam kuliah, juga dapat selesai. Namun, jika kuliah tersebut diimbangi dengan khusyu’ akan mempermudah dalam kelulusan dan pencapaian integeritas mahasiswa.

Marilah kita khusyu’ dalam kuliah, betapa banyak yang menanti kita kelak jika sudah lulus dari perguruan tinggi. Kekhusyu’an akan tercermin kelak jika lulus, mahasiswa tidak membawa ijasah dalam berburu kerja, melainkan akan menggunakan keilmuannya, kepribadiannya, dan integeritasnya yang akan dihargai masyarakat.

 

*Penulis           : Pendamping Hima Pendidikan Ekonomi FE Unnes

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: