Minta Lebih “Baik”

Ini sebuah cerita terjadi ketika saya sedang mendamping mahasiswa koperasi sedang KKl ke Jakarta. Percakapan ini terjadi jam 08.32 WIB ketika dalam perjalanan ke Kementerian Koperasi RI di Rasuna Said, Jakarta melalui SMS.

Rajiv        : Assalamu alaikum, maaf mengganggu Pak Agung. Sya Rajiv Arnazia Huda, mahasiswa aplikom koperasi A 2010. Pak saya aplikom dapat AB = 85 padahal saya berharap dapat A karena saya ingin IPK CUMLAUDE, biar anak koperasi ada tambahan yang IPKnya cumlaude. Tanggung pak IPK saya 3,5. Kira-kira boleh ga ya pak? jika saya minta tugas lagi biar dapat nilai 86. terima kasih

Agung      : Mohon maaf, saya tidak bisa memberi tugas lagi, karena itu sudah nilai terakhir dan sudah kuberikan nilai maksimal itu. Rajiv, nilai yang belum optimal ketika ujian terakhir, ketika wawancara saat itu tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dariku secara optimal. Secara tugas dan Mid sebenarnya sudah baik. Tetaplah belajar dan semangat untuk meraih kesuksesan, masih ada waktu untuk memperbaiki nilai di semester depan. Tak Doakan pasti kamu meraih nilai yang lebih baik. Amin

Rajiv        : Ok pak, saya akan tetap semangat dan tetap belajar untuk memperbaiki nilai saya. Terima kasih ya pak atas ilmunya tentang SPSS dan Access.

Agung      : terima kasih dan maaf.

Setelah SMS itu, saya memiliki beberapa pandangan. Pertama, masih ada mahasiswa haus akan kebaikan. Saya memberikan nilai 85 itu, sudah nilai maksimaluntuk dia. Hal ini membuktikanbahwa niat baiknya, dia sudah dirasakan, sehingga hasilnya pun lebih terasa. Artinya, mahasiswa tersebut merasa nikmatselama perkuliahan. melihat gaya bahasa dan sikap mahasiswa tersebut, sebenarnya dia merasa kecewa dengan pemberian nilai dari saya. Hal ini ditunjukkan dengan dia menghubungi saya agar ada tambahan nilai. Dia berusaha mendapatkan nilai terbaik selama perkuliahan. Namun, motivasi belajar dia sangat tinggi untuk mendapatkan predikat cumlaude. Dengan IPK saat itu 3,5 berarti dia memiliki kemampuan prestasi yang sangat baik.

Kedua, pemberian nilai yang saya terapkan adalah nilai terbaik selama perkuliahan. Ketika, mahasiswa tidak dapat mengerjakan dengan baik dari tugas, mid, dan ujian, maka saya kembalikan pekerjaan tersebut. Artinya, bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperbaiki pekerjaan yang mereka lakukan, sehingga nilainya lebih baik.Dengan treatment tersebut terlihat bahwa mahasiswa bersungguh-sungguh dalam melakukan semua pekerjaan yang saya berikan padanya. Karena sejak awal kontrak kuliah saya hanya memberikan tugas berupa mid dan ujian. Mid dan ujian saya berikan pada mahasiswa dengan take home. Jadi, setiap kali perkuliahan saya jarang atau tidak memberikan tugas kepada mahasiswa, jika untuk tugas, saya hanya memberikan materi yang telah di-download diblog saya dan tugasnya hanya membaca dari materi tersebut. Materi tersebut, dikeluarkan ketika ujian atau mid yang sebelumnya saya buatkan kisi-kisi soal tersebut. Dengan demikian saya membocorkan soal yang telah saya buat. Sehingga, saya lebih menekankan nilai pada proses selama perkuliahan. Mid dan ujian berupa produk yang mereka kerjakan di rumah dengan alokasi waktu yang sudah ditentukan.

Semoga pemberian nilai yang kulakukan adalah nilai yang adil menurut saya. Saya selalu berdoa sebelum memberikan nilai, bahwa mudah-mudahan saya dapat memberikan nilai yang adil kepada semua mahasiswa. Jika mahasiswa tersebut protes atau tidak puas, itu artinya perlu belajar lagi. Special moment dari kejadian tersebuat adalah Rajiv adalah orang yang santun, semangat belajar dan mensyukuri nikmat kuliah. Dia kuliah tidak mencari pada nilai sebagai tujuan utama, namun proses selama pembelajaran dia begitu menikmati. Dengan ucapan terima kasih atas materi SPSS dan Access, itu sebenarnya pemujiaan dan ucapan terima kasih padaku.Mudah-mudahan perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh Rajiv dapat kita tiru sebagai tauladan dalam mencari ilmu.

Rajiv, saya doakan kelak kau dapat nilai yang lebih baik dari sekarang, bahkan IPK 4 pun kau dapatkan pada semester berikutnya..Amin.

Penulis             : Agung Kuswantoro, Dosen Aplikasi Komputer Koperasi Fakultas Ekonomi, Unnes

 

Sen Seiya, Hanya Nama

Sen Seiya, hanya nama itulah yang saya gunakan ketika awal tahun 2002. Jadi ketika saya mengikuti try out dari Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang (IMPP) yang bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar di gedung Serba Guna, Pemalang. Saat itu saya, sebagai lulusan tahun 2001, yang notabene saya sudah lulus lebih dahulu, di mana peserta try out tersebut didominasi oleh lulusan angkatan tahun 2002. Namun, dengan semangat tinggi saya tetap mengikuti try out tersebut. Pada saat berangkat, saya bersamaan dengan adik kelas saya dari SMA Negeri 3 Pemalang. Saya sangat termotivasi untuk masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), meskipun saya sudah lepas buku selama satu tahun dan tidak mengikuti kursus di lembaga bimbingan. Ketekatan saya sangat tinggi untuk kuliah di PTN, karena ancaman orang tua, jika tidak terima di PTN secara tidak langsung saya berdagang asongan di Jakarta. Semenjak Januari 2002 saya belajar mandiri secara intensif dengan mempelajari soal-soal buku dari SPMB yang kudapat di pasar Pagi dan beberapa adik kelas yang memiliki buku kumpulan tersebut.

Di saat try out, pada tahap pertama dikenalkan mengenai PTN, cara masuk PTN, jurusan di PTN, passing grade tiap jurusan dan lainnya. Kemudian masuk pada tahap yang inti yaitu latihan soal mengerjakan SPMB dengan penilaian sebagaimana SPMB yang sesungguhnya, yaitu jika benar dikalikan empat, jika salah dikurangi satu, dan tidak diisi nol.

Lembar Jawab Komputer (LJK) saat itu sudah dibagikan, tiap peserta mendapatkan LJK dan soal yang sudah dipersiapkan kepada panitia. Ketika saya mendapatkan soal dan LJK tersebut, sempat bingung karena saya akan membulatkan nama saya pada LJK dengan nama siapa? sehubungan dengan saya sudah lulus dibandingkan peserta lainnya. Pada saat itu, yang ada dalam benak saya adalah nama tokoh idola waktu kecil yaitu Sen Seiya.

Ketika saya menuliskan nama dengan Sen Seiya, dalam benak saya saat itu adalah sikap malu saya yang berlebihan. Saya tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, hanya karena saya merasa yang lebih tua dibandingkan dengan peserta lainnya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya waktu mengerjakan soal telah selesai. Saatnya peserta untuk mengumpulkan LJK kepada panitia yang sudang stan by di tiap-tiap sudut ruangan gedung serba guna.Tibalah pengumuman dan pembagian hadiah bagi peserta yang mendapatkan nilai terbaik pada try out tersebut. Panitia mengumumkan, bahwa nilai tertinggi pertama adalah si fulan (nama saya lupa), nilai tertinggi kedua adalah Sen Seiya. Seketika nama tersebut bergema di ruangan tersebut. Berkali-kali dipanggil, tapi tidak ada orang yang maju ke panggung untuk menerima hadiah. Sampai dipanggil asal sekolah, nomor pendaftaran, jenis kelamin, dan panitia sempat menyanjung nama yang bagus serta sempat terpatah-patah memanggil nama tersebut dengan SEN-SE-I-YA. Karena beberapa panggilan nama Sen Seiya tidak ada yang maju ke panggung, akhirnya didiskualifikasi karena tidak ada peserta atas nama tersebut.

Justru ketika nama Sen Seiya disebutkan berulang-ulang, sedangkan saya ada di tempat tersebut. Saya sendiri yang menuliskan nama tersebut, namun tidak mengetahui posisi saat itu merasa “tidak sadar”kan diri bahwa, itu adalah saya. Seakan-akan nama tersebut itu, bukan aku. Benar-benar, bahwa itu adalah bukan saya. Setalah mendengar bahwa nama Sen Seiya didiskualifikasi, saya justru baru sadar, bahwa nama barusan yang disebutkan adalah nama saya. Dengan besar diri, saya tidak protes ke panitia bahwa nama tersebut adalah saya.

Saya adalah Agung Kuswantoro

Semenjak kejadian tersebut, menyadarkan bahwa saya terlalu apatis, tidak confidence, dan pesimis dengan menggapa diri saya terlalu tua untuk dari peserta. Menyadarkan pula bahwa saya adalah Agung Kuswantoro. Seharusnya saya lebih bangga dengan nama yang diberikan oleh Nenek saya.

Dalam kehidupan kita jangan pesimis, karena sesungguhnya sikap pesimis itu akan membunuh potensi yang ada pada diri sendiri. Apa yang saya lakukan saat itu adalah betapa besar sifar pesimis saya, saya merasa paling tua, saya tidak ikut kursus di lembaga bimbingan, saya tidak seangkatan dengan pesarta lain, saya belajar dari buku bekas yang dijual di pasar, saya merasa tidak mampu bergaul dengan teman-teman lain, dan lainnya.

Sepulang dari acara tersebut, seusai solat duhur dalam hati saya bertanya, kenapa tadi saya tidak memakai nama Agung Kuswantoro? itu yang kupikirkan saat itu, akan tetapi pertanyaan tersebut dapat dijawab ketika saya diterima di PTN (Unnes). Jika mengingat kejadian tersebut terasa menangis batin, betapa tidak bersyukurnya saya saat itu. Namun, tidak menangis atau membayangkan hadiah apa yang akan diberikan pada Sen Seiya.

Mudah-mudahan cerita itu dapat memotivasi pada teman-taman saya yang sedang pesimis untuk dapat optimis dan lebih yakin akan kesusksesan ada di depan mata.Cerita ini juga bukan untuk menyombongkan diri sendiri, karena saya sedang belajar dalam memahami hidup. Sukses selalu

Penulis             : Agung Kuswantoro, pengajar pendidikan ekonomi Fakultas Ekonomi Unnes

Pelatihan Bahan Ajar dan RPP Berbasis Karakter

 

Sabtu, 14 Juli 2012 di MA Uswatun Khasanah tim Pengabdi FE Unnes yang diketua Ibu Murwatiningsih, MM,dan Prof. Joko Widodo dengan anggota Nina Oktarina, Agung Kuswantoro, Dorojatun, Henky Pramusinto, Dwi Cahya, Rini Styo, Indah Fajarini, dan Linda Agustina mengadakan pengabdian masyarakat kepada yayasan Darul Uswah yang dihadiri oleh 25 guru yayasan tersebut. Materi pengabdian tersebut adalah pelatihan bahan ajar dan RPP berbasis karakter. Meski liburan, para guru tetep bersemangat untuk sharing tentang pendidikan.

Ibu Nina menatakan bahwa salah satu tugas guru adalah materi ajar. akan tetapi, di dalam lapangan kebanyakan guru materi ajar menggunakan LKS. akhirnya LKS dijadikan oleh beberapa orang untuk lahan bisnis. sebenarnya, jika guru mengembangkan bahan ajar dan perencanaan pembelajaran maka akan menjadikan ladang emas bagi seorang guru. Dengan membuat materi aja dan RP, akan menjadikan sebuah bahan ajar, hand out perkuliahan, dan buku pendidikan yang menarik. materi ajar yang dikembangkan oleh guru disesuaikan dengan karakteristik, permasalahan, dan kebutuhan siswa di sekolah itu. artinya, bahwa materi ajar dan RPP berdasarkan kepada kebutuhan siswa.

Hal-hal yangg terkait dengan pemilihan bahan ajar yaitu penentuan jenis materi, kedalaman materi, ruang lingkup materi, urutan penyajian materi, perlakuan yang dibutuhkan, dan pemilihan sumber bahan ajar.

Bahan Ajar berbasis Karakter

Bahan ajar merupakan informasi, alat, dan teks yg diperlukan guru selama proses pembelajaran. Fungsinya membantu guru dalam mencapai komp[etensi siswa. Karena itu mesti disusun secara sistematis. Karakter adalah kepribadian seseorang yang terbentuk melalui integrasi antara pemahaman, sikap terhadap nilai-nilai tertentu dan perilaku sehari-hari.

Bahan ajar berbasis karakter adalah bahan ajar yang memungkinkan seorang guru mampu menyajikan materi ajar sedemikian rupa sehingga siswa mampu memahami, menentukan sikap, dan berperilaku sesuai dengan bahan ajar tersebut. Dalam hal ini bahan ajar berfungsi sebagai alat untuk membentuk kompetensi, membentuk karakter, alat ukur penilaian, dan pondasi bagi karakter yang lebih tinggi pada materi berikutnya.

Bentuk bahan ajar yaitu bahan cetak (hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet dan lainnya), audio visual (film, VCD), audio (radio, kaset, CD audio, piringan hitam), visual (foto, gambar, model/maket), dan multi media (CD interaktif, computer based, internet).

Prinsip bahan ajar adalah (1) mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak, (2) pengulangan akan memperkuat pemahaman, (3) umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik, (4) motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar.

Menyusun RPP

Landasan RPP adalah PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20 bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 kompetensi dasar yang terdiri atas 1 atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Manfaat RPP adalah Memberikan petunjuk secara rinci pertemuan demi pertemuan mengenai kompetensi, tujuan, ruang lingkup materi yang harus diajarkan, kegiatan belajar mengajar, media dan evaluasi yang harus digunakan.

Alur RPP adalah SK dan KD yang ada pada silabus kemudian dijabarkan melalui RPP. Komponen RPP yaitu tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode dan model pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Prinsip-prinsip penyusunan RPP yaitu memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya membaca dan menulis, memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan keterpaduan antar komponen-komponen RPP, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Berikut Contoh format RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Kuliah : …

Kelas/Semester : …

Pertemuan Ke- : …

Alokasi Waktu : …

Standar Kompetensi : …

Kompetensi Dasar : …

Indikator : …

I. Tujuan Pembelajaran : …

II. Materi Ajar : …

III. Metode dan model

pembelajaran : …

IV. Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan pertama,

1. Kegiatan Awal : …

2. Kegiatan Inti : …

3. Kegiatan Akhir : …

Pertemuan kedua, dst.

V. Alat/Media/Sumber Belajar : …

VI. Penilaian : …

 

Langkah-langkah Menyusun RPP yaitu (1) mengisi kolom identitas, (2) menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan, (3) menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun), (4) merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK, KD, dan Indikator yang telah ditentukan. Lebih rinci dari KD dan Indikator, pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran, karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi, (5) mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran, (6) menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan, (7) merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir, (8) menentukan alat/media/ sumber belajar yang digunakan, (9) menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dan lainnya.

Tidak semua materi yang ada di sini saya tuliskan dimuat ditulisan ini, karena keterbatasan tempat. Dari diskusi tersebut antusias para peserta sangat tinggi, terlihat emapt peserta bertanya mengenai bahan ajar dan RPP. pertanyaan tersebut meliputi (1) merasa berat para guru jika membuat RPP, meskipun itu adalah pekerjaan merekan, (2) cara memberikan batasan dalam eksplorasi, elaborasi, dan afirmasi, (3) karakter itu apakah ada panduannya?, (4) perbedaan RPP jika di MI dan MA?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab oleh Ibu Mur dengan jelas. Pelatihan tersebut diakhiri dengan praktek membuat RPP dan bahan ajar yang dipandu oleh Tim Pengabdian. Para peserta sangat senang dengan pelatihan ini. Semoga pelatihan ini memberikan manfaat bagi para guru. Pelatihan ini berakhir dengan  menyanyikan yel-yel tentang RPP,,sebagaimana pada http://www.youtube.com/watch?v=hyGdRpziCn4&list=UUUO2hLLjjAbE1NfsRq7BymA&index=1&feature=plcp

Penulis : Agung Kuswantoro, S.Pd

Sekarwangi Blok I, Gangpeteraya, Sekaran, Gunungpati, Semarang

Jika berminat untuk belajar bareng/ sharing silakan hubungi kami di alamat kantor Fakultas Ekonomi Unnes, Gedung C6, lantai 1, Semarang, atau telepon 081 79 599 354 (agung)

Contoh Lesson Plan

Lesson Plan

Nama Pengajar : Agung Kuswantoro

Universitas : Agungbae Beres

Program Studi : Administrasi Perkantoran

Tanggal Pembuatan : 8 Juli 2012

Judul Lesson Plan : Administrasi Bukan Hanya Tata Usaha

Materi : Konsep Dasar Administrasi

Kompetensi Dasar : Kemampuan mahasiswa memahami konsep dasar administrasi dan menganalisis aplikasi administrasi di lingkungan masyarakat Hasil Belajar : Mahasiswa mampu memahami dan menganalisis konsep dasar administrasi dan menganalisis aplikasi administrasi di lingkungan masyarakat dengan benar

Indikator Hasil Belajar : 1. Mahasiswa mampu memahami konsep administrasi dengan berbagai pendapat mengenai administrasi dari para ahli, 2. Mahasiswa mampu memahami faktor-faktor administrasi, sebagai dasar untuk membuat definisi konsep administrasi 3. Mahasiswa mampu menganalisis kegiatan masyarakat yang termasuk dalam administrasi 4. Mahasiswa mampu memahami unsur administrasi 5. Mahasiswa mampu membedakan unsur dan faktor administrasi

Alokasi waktu : 3 kali pertemuan (3 X 2 sks)

Character building : 1. Rasa ingin tahu 2. Peduli terhadap sesama manusia Peta konsep : Membuat analisis kegiatan administrasi yang ada di masyarakat

Tatap Muka 1 Kegiatan Pendahuluan

1. Dosen bertanya tentang kabar mahasiswanya

2. Dosen meminta beberapa mahasiswa untuk melakukan memberikan beberapa contoh tentang administrasi yang ada di masyakarat

3. Alpha Zona : dosen memberikan penyemangat bahwa administrasi yang ada di sekitar masyarakat itu hanya sebagian kecil, karena sesungguhnya orang yang bekerja administrasi adalah orang-orang besar, memiliki tanggung jawab yang tinggi. bukan hanya, tata usaha. akan tetapi, lebih luas dari hal itu. Kegiatan inti memberikan gambaran secara detail mengenai administrasi yang ada di masyarakat, bahwa administrasi adalah pekerjaan milik orang sukses. orang yang sukses adalah kita semua. karena memahami ilmu akan administrasi. orang yang mengesampingkan tentang pekerjaan administrasi, berarti tidak menghormati akan keilmuannya. karena dalam kehidupan sehari-hari orang pasti melakukan kegiatan administrasi. administrasi pada hakekatnya adalah menata atau membantu, kata administrasi berasal dari kata administrare (bahasa Inggris), dalam bahasa Belanda administratie yang artinya penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan-keterangan dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain, sehingga sebagian orang mengatakan administrasi sama dengan tata usaha. pada intinya administrasi adalah administrasi merupakan suatu proses kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang secara rasional untuk mencapai tujuan tertentu. Melihat definisi tersebut di atas, para mahasiswa diberi waktu untuk memberikan contoh mengenai administrasi yang ada di masyarakat. kemudian, dari jawaban mahasiswa ditulis di kertas, dan dibacakan dari mahasiswa yang telah ditunjuk. dari contoh mahasiswa yang dibacakan dan didengarkan, serta dipahami oleh mahasiswa lainnya untuk mengkoreksi jawaban mahasiswa tersebut dengan konsep dasar administrasi. setelah itu, jawaban mahasiswa dibuat peta konsep sederhana mengenai administrasi tersebut dalam kertas.

Elaborasi Strategi : Diskusi mengenai kegiatan administrasi Mahasiswa menceritakan tentang animo atau tanggapan masyarakat mengenai administrasi berdasarkan persepsi mereka.

Prosedur Aktivitas

1. Mahasiswa diminta dosen untuk menceritakan atau beragumen tentang administrasi.

2. Mahasiswa menuliskan kegiatan administrasi

3. Dosen memberikan materi administrasi secara bahasa dan istilah/ etimologi mengenai administrasi

4. Dosen memberikan pengutan bahwa administrasi pasti ada di sekitar kita.

5. Dosen memberikan kesempatan mahasiswa untuk memahami konsep dasar administrasi

6. Dosen memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk memaparkan contoh administrasi di lingkungan sekitar.

7. Dosen memberikan kesempatan mahasiswa lainnya untuk menganalisis 8. Dosen mengkoreksi jawaban contoh mahasiswa tersebut

9. Dosen membuat peta konsep sederhana dari contoh tersebut

10. Dosen memberikan penugasan pada mahasiswa lainnya untuk membuat contoh sendiri dan membuat peta konsepnya.

Konfirmasi Mahasiswa dan Dosen memberikan feedback mengenai indikator-indikator mengenai administrasi dan menjabarkannya secara detail sebagai penguatan konsep dasar administrasi

Kegiatan Penutup

1. Dosen memberikan penugasan berupa menganalisis kegiatan administrasi yang ada di sekitar kehidupan mahasiswa dan menganalisisnya secara mendalam kegaiatan administrasi sebagai ilmu.

2. Dosen bercerita hikmah mengenai hikmah mengenai efek administrasi adalah Tertib dalam Hidup.

Mahasiswa Mengaji

Visi : menjadikan mahasiswa yang selalu mengutamakan Alloh

Misi

  1. Meningkatkan ibdah kepada Mahasiswa kepada Alloh
  2. Menjadikan mahasiswa yang tangguh dalam ujian atau musibah kehidupan
  3. Membantu mahasiswa mewujudkan cita-cita mahasiswa dengan bantuan Alloh

Tujuannya :

  1. Melahirkan mahasiswa yang tidak bergantung kepada orang lain, tetapi pada Alloh
  2. Melahirkan mahasiswa yang selalu cinta pada Al Quran dan solat tepat waktu
  3. Meningkatkan mahasiswa dalam beribadah melalui ilmu fiqih
  4. Menjadikan mahasiswa yang mengabdikan diri kepada Alloh

 

Program yang ada pada mahasiswa mengaji adalha

  1. Kuliah Tauhid Mahasiswa
  2. Mengkaji fiqih dengan sumbernya adalah kitab safinatunn ah
  3. Tajiwid dengan Ghorib dan model ketukan

 

Kajian pertama dilakuak pada tanggal 28 Juni 2012. Pada hari senin malam tersebut, saya sudah mempersiapkan semua tentang kajian tersebut. Karena berkaitan jatuh di bulan Sya’ban saya akan memberikan materi mengenai keutamaan bulan Syaban…..download di republika….

Oleh: Dikdik Dahlan

Sya’ban adalah nama bulan kedelapan dalam urutan bulan menurut perhitungan kalender Qamariyah. Letaknya diapit oleh dua bulan mulia, Rajab dan Ramadhan.

Rajab adalah salah satu di antara Asyhurul Hurum (empat bulan mulia) yang ditetapkan Allah (QS. At-Taubah: 36).

Sedangkan Ramadhan, Rasulullah menyebutnya dengan Sayyidus Suhur (penghulu bulan) yang diwajibkan berpuasa di dalamnya. Dan pada bulan itu pula Allah menurunkan Alquran.

Karena kemuliaannya itu, banyak orang berburu berkah dengan meningkatkan frekuensi dan kualitas ibadahnya, baik di bulan Rajab maupun Ramadhan.

Rasulullah pernah menyatakan bahwa Sya’ban akan ‘dianaktirikan’ oleh umatnya, karena mereka sibuk berburu berkah pada bulan Rajab dan Ramadhan.

Sebagaimana dikisahkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah banyak berpuasa (pada Sya’ban) sehingga kita mengatakan, “Beliau tidak pernah berbuka dan aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa (di luar Ramadhan) melebihi Sya’ban.” (Muttafaq ‘alaih).

Ketika Rasulullah ditanya oleh Usamah bin Zaid mengapa beliau banyak berpuasa di bulan Sya’ban, Rasul menjawab, “Karena bulan itu banyak dilalaikan manusia, padahal pada bulan tersebut akan diangkat amalan-amalan seorang hamba kepada Allah. Dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Dari hadis di atas, setidaknya ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, dengan kemuliaan Rajab, Ramadhan maupun bulan haram lainnya, tidak berati bahwa nilai keberkahan di luar bulan-bulan haram itu menjadi berkurang.

Seperti Allah dan Rasul-Nya menetapkan Multazam sebagai tempat mustajab doa, tetapi bukan berarti berdoa di tempat-tempat lain tidak mustajab. Kedua, beribadah di saat orang lain sedang lalai pasti akan terasa lebih berat. Namun, karena berat itu pula maka nilainya menjadi berlipat.

Waktu sepertiga akhir malam adalah waktu yang paling nikmat untuk beristirahat melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Tapi di waktu itulah, Rasulullah menganjurkan dan meneladankan untuk bangun, kemudian shalat tahajud, beristighfar, dan berdoa.

Ketiga, mengamalkan sesuatu yang tidak diketahui oleh orang banyak tentu mengajarkan kita untuk selalu beramal dengan ikhlas, jauh dari riya dan ingin dipuji orang lain. Shalat berjamaah di masjid adalah perbuatan yang paling berat dilakukan orang munafik, terutama shalat Isya dan Subuh. Karena kedua shalat ini kemungkinan tidak dilihat orang lain.

Keempat, dengan banyak beribadah di bulan Sya’ban, termasuk berpuasa, setidaknya bisa dijadikan arena pelatihan fisik sebelum memasuki Ramadhan. Untuk itu, dengan waktu Sya’ban yang masih tersisa setengahnya, dan 15 hari lagi akan memasuki Ramadhan, semoga kita bisa mengisi hari-harinya dengan banyak beribadah kepada Allah agar kita menjadi insan mukmin yang bertakwa.

 

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/07/10/m6qamq-keutamaan-syaban, jumat 6 juli 2012 hikmah

 

Sejak habis magrib saya mempersipakan tempa dan mengeluarkan beberapa motor yang ada di runga tengah guna tempat kajian dibantu dengan istri. Waktu menunjukkan 6.30 artinya seharusnya para mahasiswa pada dating ke tempatku di green village. Sampai jam 07.00 malam ternyata belum ada yang dating satu pun, dalam hati ya agak kecewa, akan tetapi dalam jiwaku tumbuh keyakinan bahwa kelak pasti kajian atau programku akan berjalan, meski pelan-pelan. Meski secara raga para mahasiswa tidak ada yang dating, namun dalam keyakinanku bahwa malam itu sudah ada yang dating yaitu malaikat. Dengan diperkuat oleh istri, yang selalu menyakinkan dan memberikan semangat bahwa yang ku lakukan adalah di jalan Alloh, maka aku tambah kuat, artinya bahwa kelak program ini akan berjalan dengan baik dengan ijin Tuhan. Karena jika itu baik, maka pasti tidak akan terselenggara program mahasiswa mengaji. Menurt Quarais Shiaba dalam ceramhanya di kultum tujuh menit (2009)  jika aku berjalan selangka, maka Tuhan akan mendatangiku berlari dengan cepat. Artinya jika niatku baik, maka Tuhaku akan menjemptnya dengan cepat. Hal itulah yang menjadikan saya yakin dengan kegiatan tersebut.

Sebelum malam itu diadakan pengajian,s aya telah memberitahukan kepada para mahasiswa yang saya undang melalu sms sebanyak 40 mahasiswa. Memang banyak mahasiwa yang bertanya atau antusias dengan program tersebut, terbukti bahwa mereka membalas dan menanyakan akan program tersebut. Akan tetapi, dengan berasumsi bahwa tempat kajiannya atau kontrakan saya yang jauh dari tempat kos-kosan mahasiswa mungkin hal ini menjadi pengahalang mereke untuk dating ketempat tersebut.

Kemudian pada hari berikutnya

Saya membuat strategi untuk mengurangi jarak pengajiaanya. Alhamdullih atas ijin Alloh, saya diberi kenikmatan untuk menempati rumah baru disekar wangi kampus unnes. Hal ini menjadikan program utama saya dalam menempatai rumah baru saya. Sebagai wujud rasaya syukur terhadap rumah baru, saya guanakan rumah tersebut sebagai temapt untuk kajian mahasiswa mengaji. Pada hari senin, tanggal 4 juni 2012 jam 06.30 saya mengadakan pengajian tersebut di rumah saya. Sebagai pemberitahuan kepada mahasiswa bahwa ada pengajian, maka saya sms ke 40 mahasiswa, yang sebagian besar adalah murid-muridku yang berasal dari pendidikan administrasi perkantoran. Alahamdullah pada hari kedua pengajiaanya ada yang daang dating, pastinya malaikat yang terlihat secaara fisiknya yaitu mahasiwwa yang dating ke tempat pengajiaan. Alhamulolih Alloh mengirimkan Malaikatnya melalui mahasiswa untuk dating ke pengajian. Rancangan malam itu, materi yang akan ajarkan adalah masalah ketauhitan mahasiswawa. Di mana saya menjelaskan pengertian Tauhid dan akidah

 

Tauhid dan Aqidah, definisi dan cakupan bahasannya June 24, 2010

http://puji.wordpress.com/2010/06/24/tauhid-dan-aqidah-definisi-dan-cakupan-bahasannya/

  • Nama : Puji Hartono
  • Alamat : Perumahan Bumi Harapan Cibiru-Bandung
  • Marital Status : Married
  • Email : puji_bandung _@_  yahoo.com
  • YM : puji_bandung _@_  yahoo.com
  • Pendidikan :
    • Teknik Elektro ITB ( 1996 – 2001 )
    • Magister Teknik Kendali dan Sistem Cerdas STEI-ITB ( 2005 – 2008 )

 

Posted by puji in Uncategorized.
trackback

Tauhid dan Akidah merupakan istilah syar’i yang sering kita jumpai baik dalam buku-buku maupun ceramah Islam. Apa perbedaan istilah tersebut dan cakupan bahasannya? Berikut ulasan ringkasnya.

Pembahasan Islam dilihat dari topik bahasannya mencakup 2 bagian:

  • Aqidah
  • Amaliyah

Pembahasan aqidah berkenanan dengan keyakinan, adapun amaliyah berkenanan amaliah seorang muslim. Pembahasan tentang Thoharoh, Shalat, Puasa, Dzikir dan seterusnya merupakan amaliah, adapun iman kepada Allah, kepada Malaikat, dan seterusnya merupakan pembahasan Aqidah.

Lalu, apa bedanya antara tauhid dan aqidah?

A. DEFINISI TAUHID DAN AKIDAH

1. Tauhid
Secara bahasa:
Tauhid merupakan masdar/kata benda dari kata wahhada – yuwahhidu, yang artinya menunggalkan sesuatu.

Secara istilah syar’i:
Mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ wa shifat

2. Aqidah
Secara bahasa:
Diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ikatan

Secara istilah syar’i:
Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

B. CAKUPAN BAHASAN TAUHID DAN AQIDAH
Para ulama telah menulis kitab-kitab Aqidah, ada yang menuangkannya secara rinci, ada pula yang secara pokok-pokoknya saja. Keyakinan para ulama terdahulu adalah sama. Diantara kitab-kitab tentang Aqidah yang ditulis oleh para ulama antara lain:

  • Ushul Sunnah wa I’tiqad Dien, Abu Zur’ah Ar-Razi (Wafat 264 H) + Abu Hatim (Wafat 277)
  • Ushul As-Sunnah, Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H)
  • Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath-Thohawi (239-321 H)
  • Aqidah Salaf Ashabul Hadits,  Syaikhul Islam Abu Isma’il Ash-Shabuni (373H – 449 H)
  • Min Ushul Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah,  Syaikh DR. Sholeh Fauzan
  • Dan lain-lain.

CAKUPAN BAHASAN AQIDAH
Syaikh DR. Sholeh Fauzan dalam kitabnya “Min Ushul Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” memaparkan 9 prinsip pokok dalam Aqidah. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

1. Rukun Iman
– Iman kepada Allah
– Iman kepada para malaikat-Nya
– Iman kepada Kitab-kitab-Nya
– Iman kepada para Rasul-Nya
– Iman kepada Hari akhir
– Iman kepada Taqdir yang baik dan buruk

2. Iman mencakup perkataan, perbuatan dan keyakinan, iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.

3. Perbuatan dosa selain syirik dan kekufuran tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.

4. Wajibnya taat kepada pemerintah Muslim dalam hal yang bukan maksiat.

5. Larangan memberontak kepada pemerintah selama pemerintah masih muslim.

6. Larangan mencela para sahabat Nabi saw

7. Mencintai Ahli Bait Nabi saw

8. Membenarkan adanya karomah para wali

9. Berdalil dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengikuti apa-apa yang dijalankan oleh para sahabat Nabi saw

Kesembilan pokok aqidah tersebut didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur’an  dan Al-Hadits sesuai dengan yang dipahami oleh generasi awal umat ini. Aqidah shahihah/yang benar tersebut dikenal dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adapun aqidah/keyakinan yang menyelisihi aqidah tersebut disebut dengan  Aqidahnya Ahlu Bid’ah.

 

CAKUPAN BAHASAN TAUHID
Adapun bahasan Tauhid merupakan bagian dari pembahasan aqidah, yakni bahasan aqidah khusus yang berkenaan dengan Rukun Iman – Iman kepada Allah.

Cakupan bahasan Tauhid meliputi:
1. Tauhid Rububiyah
2. Tauhid Uluhiyah
3. Tauhid Asma wa Sifaat

C. PENTINGNYA AKIDAH DAN TAUHID
Akidah, terlebih permasalahan tauhid merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, dakwah Nabi di mekah 10 tahun hanya terfokus pada penanaman aqidah, baru pada tahun ke 10 kenabian ada perintah Shalat, hal ini menunjukkan bahwa permasalahan aqidah adalah sangat penting dan mendasar. Barangsiapa yang tauhidnya benar, maka baik pula Islamnya, dan barangsiapa tauhidnya rusak, maka sia-sialah amalnya.

D. CONTOH KASUS

Berikut contoh-contoh untuk membantu memetakan permasalahan-permasalahan yang terkait dengan pembahasan aqidah

  • Seseorang datang ke kubur, kemudian berdoa dan meminta kepada penghuni kubur, maka hal ini merupakan pelanggaran tauhid, yakni tauhid uluhiyah.
  • Seseorang meyakini bahwa adanya penguasa laut selatan selain Allah, maka hal ini merupakan pelanggaran tauhid, yakni tauhid rububiyah
  • Seseorang yang meyakini bahwa ada Nabi setelah Nabi Muhammad saw, maka telah melakukan pelanggaran aqidah, bahkan Rukun Imannya rusak, yakni Iman kepada para Rasul, dimana salah satu point dalam iman kepada para Rasul adalah meyakini bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul terakhir
  • Seseorang melakukan zina, apakah pelakunya kafir? Perbuatan Zina merupakan dosa besar, akan tetapi tidak menyebabkan pelakunya kafir. Pelakunya juga tidak menyebabkan menjadi ahlu bid’ah karena perbuatan zina adalah perbuatan maksiat, tidak berkaitan dengan aqidah/keyakinan, yakni selama pelakunya masih meyakini bahwa perbuatan zina adalah haram.
  • Pemahaman khowarij, dimana mereka memberontak kepada Ali bin Abi Thalib ra, maka telah melakukan pelanggaran prinsip-prinsip Aqidah Islam, yakni haramnya memberontak kepada pemerintah selama pemerintah masih muslim
  • Pemahaman Qodariyah, dimana mereka tidak beriman dengan adanya takdir, maka telah melakukan pelanggaran aqidah, bahkan rukum imannya rusak, yakni berkenanan dengan Rukun Iman – Iman kepada Taqdir.

 

pertemuan kedua, tema iman dan islam

Pada pengkajian itu alita, slah satu peserta mahasiswa mengaji bertanya apa bedanya anatar adab dan ujjian? Lalu saya jawab dengan jika ujian itu ada waktunya, sebagaimana mahasiwa ketika ada ujian semester itu ada jadwawl tersendiri, kapan mulai, dan kapan berakhirnya. Itu artinya, bahwa waktu tersebut sudah ditentukan.namu jika adab , maka tidak ada batasan waktu, sebagai mana dalam cerita yang terdapat dalam kitab suci. Orang yangkena penyakit yang tidak sembuh-sembuh itu bias dikatakan adab, dia sudah berobat ke mana-mana, namun belum. Kemungkinan besar itu adalah abab, maka jika sudah demikian maka yang diperlukan adalah instrospeksi diri pada tuhannya.

Pada kajian tersebut yang dating adalah mga, yanti, imam shihab, amri shihab, rdho, wahyu ismail, alita, yanti, wita, anam, dan vidya. Yang menarik dari yang datang, adalah ketika para mahasiswa ketika saya ajarkan diwaktu pagi disaat kuliah, beberapa mahasiswa tidak memakai kerudung, alhamdullih pada malam itu mereka berjilbab. pada pertemuan tersebut juga dibahas kurikum yang akan dikaji dalam mahasiswa mengaji. pertemuan tersebut berakhir pada pukul 08.15 malam…cari materi definisi Iman, dan Islam

 

pertemuan ketiga

pertemuan ini dilakukan pada tanggal 18 Juni 2012 yang datang 10, pertemua ini juga saya hadiahkan spesial pada teman yang kemarin datang, karena pada pertemuan ini adalah malam syukuran rumah baru. doa dan filenya cari di bululu

 

doa tersebut adalah

 

 

 

pertemuan keempat, dilakukan pada tanggal 2 Juli 2012 dengan tema ghorib

tema tersebut atas masukan mahasiswa pada saat pertemua kedua. yang datang pada kajian tersebut sejumlah 6 mahasiswa yaitu vian (geografi), anjar (kimia), yang lain dari mahasiswa saya yaitu administrasi perkantoran seperti anam, amri, imam, rido. pada pertemuan ini saya hnaya memberitahukan kepada 20 mahaasiswa. alhamdullih ada yang datang. mulai pertmuan keempat ini saya mengurangi pemberitahuan pada mahasiswa. dulu yang biasanya saya sebelum kajian saya sms kepada 40 mahasiswa, akan tetapi pada malam itu hanya 20 mahasiswa. alhamdullha ada yang datang 6 mahasiswa.

pada kajian tersebut saya menjelaskan mengenai ghorib secara bahasa. ,,,cari ghorib dan materi yang adap pada ghorib apa saja..

 

pertemua kelima, dilakukan tanggal 9 Juli 2012, dengan tema ghorib

yang datang 10 mahasiswa. pada saat itu saya sudah mempraktekkan materi ghorib perdana yaitu waqof. akan tetapi, sebelumnya say menjelaskan mengenai mengaji ketukan,

1 harakat         = 2 ketukan

2,5 haroaat      = 5 ketukan

mad tobii         = 2 ketukan

ghunnah, ikhfa, dan yanmu    = 3 ketukan

caranya yaitu dengan mengkaji bareng-barang, kemudian saya memberikan contoh yang benar, diikuti oleh mahasiswa, bahkan satu-satu para mahasiswa mengucapkan lafal-lafal tersebut.

pada kajian tersebut, alhammdulh saya dapat rejeki berupa makanan dan buku dari salah satu mahasiswa. buku tersebut merupakan buku dengan penulis adalah idolaku yaitu quraish shihab. mreka memberikan itu sebagai ucapan terima kasih atas bimbingan PKM yang lolos.

PENYIMPANAN ARSIP BERBASIS TIK DENGAN ZOHO DOCS DI KANTOR KELURAHAN SEBAGAI UPAYA TERTIB ADMINISTRASI

Ahmad Saeroji, Nanik Sri Haryati, Rima Astari

Dosen Pembimbing : Agung Kuswantoro, S.Pd.

Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang,

Semarang

RINGKASAN

Arsip yang dikelola dengan baik akan menciptakan pusat ingatan dan

sumber informasi yang akan melancarkan kehidupan dan perkembangan

organisasi. Arsip merupakan substansi penting perjalanan hidup suatu organisasi,

oleh karena itu untuk menjaga keberlangsungan yang meliputi tahap penciptaan,

penggunaan, pemeliharaan dan pemindahan serta pemusnahan, sangat diperlukan

sebuah sistem yang baik dan benar dalam mengelola arsip.

Perkembangan penanganan arsip yang efektif tidak akan terwujud ketika

pengetahuan atas tata pengelolaan arsip yang dimiliki terbatas. Pengetahuan yang

dimiliki masyarakat atas sistem pengelolaan arsip masih terbatas pada konsep

konvensional yang hakikatnya kurang efektif diterapkan pada manajemen

perkantoran saat ini, seperti pada organisasi kecil di dalam kantor kelurahan.

Berdasar atas realita tersebut kini mulai dikembangkan inovasi modern atas

pengelolaan arsip yang lebih tepat guna. Inovasi atas pengelolaan arsip tersebut

salah satunya adalah melalui sistem elektronik berbasis TIK. Pengelolaan arsip

berbasis TIK ini diharapkan mampu menjadi jalan keluar atas kepengurusan arsip

yang terstruktur dalam sebuah organisasi.

Inovasi terkait pengelolaan arsip secara modern diterapkan akan

kelancaran beragam aktivitas organisasi. Oleh karena itu, pengolah arsip

harapannya dapat memahami benar cara penyimpanan arsip berbasis TIK dengan

zoho docs. Zoho Docs diperlukan untuk menghindari faktor human error ketika

mengaplikasikan perangkat elektronik sebagai media penyimpanan arsip.

Sehingga, perlu perangkat pendukung penyimpan arsip yang lain sebagai

alternative back-up dari arsip yang disimpan dalam perangkat elektronik.

Penyimpanan arsip berbasis TIK dengan menggunakan media

penyimpanan zoho docs di kantor kelurahan sebagai upaya tertib administrasi

dalam suatu organisasi ini pada dasarnya memberikan manfaat atas efisiensi

ruang, waktu, dan biaya yang serasa sulit dipenuhi oleh organisasi pada jaman

yang serba instan ini. Selain itu, tingkat keamanan atas arsip yang disimpan

menjadi lebih terjamin.

Kata Kunci : arsip berbasis TIK, zoho docs, Kelurahan

Tanggapan Usia Masuk SD

Oleh Agung Kuswantoro*

Membaca berita di Suara Merdeka, edisi Sabtu 7 Juli 2012 di bagian Semarang Metro halaman 21 mengenai Usia Masuk SD Dipersoalkan, saya sebagai seoarang pendidik mendukung hal tersebut. Terlebih Dinas Kabupaten Semarang melunching aturan Perwal No. 15 tahun 2012 tentang penyelenggaraan PPD, yang didalamnya memuat usia wajib belajar sembilan tahun.

Orang tua merasa bangga dengan prestasi anaknya ketika usia 5 tahun bisa membaca, menulis, dan berhitung. Kita patut bersyukur dengan prestasi anak yang memiliki kemampuan tersebut, jika kita dapat mengatur akan kondisi perkembangan anak tersebut. Jika tidak, hal tersebut akan menjadi “bom waktu” bagi orang tuanya. Karena, kelak jika anak dipaksakan masuk ke sekolah dasar, pada waktu tertentu dia akan “meledak” emosionalnya.

Maturity belum Optimal

Hal ini sejalan dengan dalam teori perkembangan kognitif usia 2 sampai 7 tahun merupakan tahapan pra operasional, di mana anak mulai menerima berbagai rangsangan yang masih terbatas, kemampuan bahasa anak mulai berkembang, meskipun pola pikirnya masih bersifat statis dan masih belum mampu untuk berpikir secara abstrak. Jika anak bisa membaca dan menulis, hal ini sangatlah wajar jika melihat ciri-ciri pada usia perkembangan anak. Namun, hal ini justru kelak pada suatu saat akan berontak, karena mereka maturity (matang) dalam kognitif. Berbeda dengan usia 7 sampai 12 tahun merupakan tahap konkret operasional. Pada tahap ini, anak sudah mampu mengoperasionalkan dan mulai berpikir kritis secara rasional. Tak, hanya sekedar membaca dan menulis saja, akan tetapi mendeskripsikan dari hal yang bersifat abstrak. Maturity pada usia ini sangat berperan, anak mampu menyusun, melipat, melakukan pemisahan, penggabungan, menderetkan dan membagi.

Pembatasan masuk sekolah dasar sudah dilakukan oleh beberapa di negara seperti Australia. di Australia pendidikan dasar usianya adalah 6 sampai 12 tahun. Hal ini sejalan dengan teori perkembangan yang ada pada anak. Bahkan, di negara tersebut tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Hal ini agar sekolah dasar dapat sebagai basic siswa agar selalu meyakini bahwa pendidikan bukan sesuatu yang menyeramkan, akan tetapi menyenangkan.

Artinya, bahwa di negara lain sudah menerapkan pembatasan umur. Dengan maksud, agar siswa secara kognitif siap menerima materi, dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan. Jika anak belum siap masuk ke sekolah dasar, maka adanya idad atau persiapan/ TK. Hal ini guna untuk mengkondisikan siswa sebelum masuk ke sekolah dasar.

Perwal tersebut pada hakikatnya sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap perkembangan anak dan kasih sayang pemerintah pada orang tua. Hal ini untuk mengurangi berbagai kemungkinan perubahan diri anak kelak, sebagaimana di atas bahwa jika kepandaian anak jika terus-menerus dipaksakan untuk belajar, padahal maturity belum optimal, maka akan kepandaian tersebut tidak terkontrol. Penulis sering mendengar bahwa dulu, orang tua bercerita mengenai kepandaian anaknya di usia yang belum matang, kemudian menyekolahkan ke pendidikan dasar. Akibatnya, beberapa tahun kemudian anak tersebut menjadi malas belajar, cenderung memberontak dalam belajar, emosional lebih tinggi, dan lainnya. Hal ini dikarenakan usia anak yang terlalu dipaksakan. Bukankan, semua ada masanya? Kupu-kupu terbang pun membutuhkan fase untuk bermetamorfosis, apalagi manusia yang bermetamorfosis menjadi manusia yang berguna bagi diri, keluarga, masyarakat, dan negara melalui menuntut ilmu. Semoga kita dapat menjadi manusia yang berguna tepat pada masanya. Amin

 

*Penulis           : Agung Kuswantoro

Alamat                        : Perumahan Sekarwangi Blok I, Gang Peteraya Selatan, Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Previous Older Entries