Dakwah seperti Iman

Tulisan ini aku buat ketika ada seorang guru TK minta tolong untuk memberikan gambaran untuk anaknya yang akan ikut lomba pidato dengan tema “Dahwah di hati, Islam selalu senyum” atau apa yang dibelakangnya,,,kalau yang Dahwa di hati itu pasti,..setelah aku pelajari kok dakwah di hati untuk anak kecil ya? Terus aku buat semacam dialog berikut ini

Apa kabar teman-teman?

Pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita antara saya dan ustadah. Begini ceritanya

Isna                        : Assalamu alaikum, Us?

Ustadah               : Wss, wah ceria sekali Isna. Ada apa ni Is?

Isna                        : Gini Us. Sebenarnya Isna lagi galau.

Ustadah               : Galau??? wah, kenapa Isna?

Isna                          : Makanya Isna ingin tanya ke Ustadah. Siapa orang pertama yang menyebarkan agama Islam?

Ustadah               : Oh itu,,ceritanya kamu lagi belajar tarikh ini ya?

Isna                        : Iya, Us.,,apa jawaban pertanyaan itu ?

Ustadah               : Waktu dulu agama Islam itu yang menyebarkan ya Nabi Muhammad.

Isna                        : Terus gimana caranya?

Ustadah                  : Nabi Muhammad berdakwah secara sembunyi-sembunyi, karena waktu itu suku qurais akan membunuh Nabi jika ada agama baru sehingga Nabi tidak berdakwah secara terang-terangan.

Isna                          : Berarti kalau sembunyi-sembunyi, Nabi berdakwahnya berbisik-bisik pada temannya?

Ustadah                  : Isna,,,ya ga juga kali Is. Artinya dakwahnya tidak secara jelas di hadapan orang.

Isna                          : Oh ta kira kalau bersembunyi itu berbisik-bisik. Berarti solat waktu itu Nabi dan sahabatnya juga bersembunyi-sembunyi?

Ustadah                  : Iya, makanya kalau Isna solat duhur dan asar itu bacaan solatnya tidak keras-keras atau bacaan sirry. Kalau dulu Nabi Muhammad bacaannya keras nanti kedengaran suku Quraisy, trus nanti Nabi bisa dibunuh.

Isna                          : Berarti Nabi waktu itu dakwahnya dengan apa Us?

Ustadah                  : Ya dakwah itu sebagaimana definisi Iman. Al Imanu huwa tasdiqu bil qolbi, wal iqroru bi lisan, wal amalu bil jawarih.

Isna                          : Apa artinya Us?

Ustdah                    : Artinya pembenaran dengan hati, pernyataan dengan lisan, dan perbuatan dengan anggota tubuh.

Isna                          : Waduh, tambah bingung, Isna, Us!

Ustadah                  : Begini, misal dulu ketika Nabi berdakwah mengajarkan tentang solat. Nabi menjelaskan terlebih mengajarkan bacaan-bacaan solat secara lisan,,seperti Allohu Akbar, Al hamdulillahi robbil alamin, assalamu alaikum dan seterusnya.

Kemudian mengajarkan gerakan solat. Seperti ketika Allohu Akbar, tangan ke atas, Sami’a Allohu liman Khamidah sambil tangan ke atas, kemudian ada gerakan sujud, salam dan lainnya. Setelah itu solat dibenarkan dalam hati bahwa solat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Isna                          : Terus kalau dakwah di hati bagaimana?

Ustadah                  : hmhhmhmhmh,,

Isna                          : kenapa Us? kok ga jawabnya lama?

Ustadah                  : dakwah di hati itu wujud nyata jika Isna sudah dakwah lisan dan perbuatan. Sebagaimana contoh dakwah Nabi mengenai solat. Jika solat sudah dilakukan maka akan muncul perbuatan baik,,seperti Isna jika habis solat, tidak berbohong dan berkata sopan.

Isna                          : Oh jadi begitu? Bukannya kalau dakwah di hati seperti ini Us?

(Isna,,berdiam lama)è harapannya hadirin dan juri tertawa

Ustadah                  : Ya bukan begitu juga Isna,,kan harus dimulai dari perkataan, tindakan, dan pembenaran di hati. Bukannya tadi ustadah sudah menceritakan di atas jika Nabi juga berdakwah dengan sembunyi-sembunyi, berarti kan pake mulut juga…

Isna                          : He,,,hehehe,,iya Us. Berarti dakwah itu dimulai dari mulut, perbuatan terus hati?

Ustadah                  : Iya, bener, anak pintar,,,nah seperti itu Isna, bukan kaya tadi seperti puisi bisu…heheh

Isna                          : hehehe, Isna jadi malu

Begitu teman-teman cerita dari Isna, kalau ada kata yang tidak berkenan, Isna minta maaf ya?

Wasalamu alaikum warah matullohi wabarokatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: