Materi Pertemuan Kedua Aplikasi Access

 BAB I

Mengenalkan Access

 

Access merupakan tool database yang ada dalam Microsoft. Saat ini, tool yang tersedia untuk mengelola database secara mudah dan cepat adalah access. Tool yang lain yang dulu sempat marak, kini hampir “tinggal kenangan”.

 

Cobalah periksa software yang tersedia pada computer atau laptop yang berbasis windows, maka akan menemukan software untuk mengetik bernama Microsoft word, software untuk menghitung/ membuat lembar kerja bernama Microsoft excel, dan software lain yang tergabung dalam paket microsoft office. Salah satu diantara software yang khusus disediakan untuk mengelola database adalah Microsoft access.

 

Microsoft access sebai tool pengelola database dikenal mudah digunakan dan konvenien (mudah didapat). File database yang diciptakannya bisa dibawa ke mana-mana, berupa hanya sebuah file, hampir sama dengan file dokumen Microsoft word atau excel.

 

Keistimewaan access antara lain yaitu mebuat database sendiri. Software lain, bahkan memanfaatkan file database yang dibuat access ini. Selain itu, access bisa digunakan untuk mengelola database yang dibuat oleh system lain, baik system database server yang berskala enterprise, maupun file database “lama” seperti yang berformat.dbf.

 

Sistem Database

Perlu disampaikan di sini bahwa sistem database bisa di­golongkan ke dalam dua golongan, yaitu desktop database dan database server.

 

Desktop database adalah sistem database yang bisa Anda pasang pads komputer desktop atau laptop, sedangkan database serveradalah sistem database skala besar yang harus dipasang pada komputer khusus yang disebut server (server computer).

 

Database server berfungsi sebagai pelayan akses ke database, sedangkan komputer yang mengakses database disebut klien (client computer). Software atau program aplikasi yang mengakses data­base server dari komputer klien disebut client program atau client application.

 

Penggunaan kedua macam sistem database tergantung pada skala kebutuhan. Jika database Anda berskala besar atau harus diakses secara bersamaan oleh banyak pemakai, maka Anda membutuhkan database server. Namun jika database Anda masih tergolong kecil, misalnya database koperasi atau database sekolah, maka Anda cukup menggunakan desktop database.

 

Pemakaian database server sangat ideal, di mana database menjadi terpusat dan banyak pemakai yang bisa mengaksesnya secara bersamaan. Namun demikian, Anda membutuhkan investasi yang lebih besar, baik untuk software maupun untuk hardware, serta untuk perawatan/operasional.

 

Database server membutuhkan komputer server yang umumnya berharga lebih mahal dari komputer desktop biasa. Komputer server harus dinyalakan terus karena harus melayani akses database setiap saat. Selain itu komputer server harus diletakkan di ruang khusus yang berpendingin (karena menyala terus) dan tidak mudah di­jangkau secara fisik oleh pemakai.

 

Untuk mengakses database server dibutuhkan jaringan computer (network), baik jaringan lokal (LAN/local area network), maupun jaringan global seperti WAN (wide area network) dan internet.

 

Software database server yang terkenal antara lain: Microsoft SQL Server, Oracle, dan MySQL.

Adapun sistem desktop database merupakan sistem yang ditujukan untuk penggunaan pribadi atau database berskala kecil. Sistem desktop database bisa dipasang pada komputer pribadi seperti desktop atau laptop.

 

Sebenamya sistem desktop database bisa juga digunakan secara bersama-sama oleh banyak pemakai, dalam hal ini disebut file-sharing (berbagi-pakai file). Caranya: file database diletakkan pada sebuah lokasi yang bisa diakses oleh banyak pemakai di dalam jaringan. File database ini bisa langsung dibuka/diakses secara ber­samaan (file-sharing), atau menggunakan aplikasi klien untuk meng­aksesnya (disebut client-server, atau lebih populernya disebut sistem “FE-BE” (front-end to back-end)).

 

Microsoft Access termasuk sistem desktop database.

 

Spesfikasi Microsoft Access yang lain yang perlu Anda ketahui adalah:

  • Microsoft Access harus dijalankan dalam lingkungan sistem operasi Windows, karena sebenamya mesin database yang di­gunakan oleh Access adalah mesin JET database yang menjadi “bagian” sistem operasi Windows.
  • Ukuran sebuah file database Access bisa mencapai 2GB. Jika file database Anda berukuran lebih dari itu, Anda bisa menggunakan lebih dari satu file database. Pada sistem database server, ukuran database hampir tidak mempunyai batasan karena sistem server akan otomatis/secara dinamis mengelola pemakaian file-file database, bahkan bisa menggunakan banyak media penyim­panan sekaligus walaupun tidak berada pada suatu lokasi ter­tentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

MERANCANG APLIKASI DATABASE KOPERASI

 

Sebelum mulai membuat database, sebaiknya dilakukan peran­cangan terlebih dahulu. Perancangan ini bertujuan terutama untuk menentukan fungsi dan cakupan (scope) database, karena kita tidak mungkin membuat database yang mencakup semuanya, atau untuk membatasi proyek pengembangan yang dilakukan saat ini sehingga bisa dianggap selesai.

 

2.1 Fungsi Database

Adapun fungsi Aplikasi Database Koperasi yang akan kita buat adalah:

  • Menyimpan dan mengelola data anggota koperasi.
  • Menyimpan dan mengelola data simpanan anggota.
  • Sebagai alat untuk memudahkan pembagian SHU.

 

2.2 Informasi yang Dihasilkan

Berdasarkan fungsi tersebut, aplikasi database koperasi yang akan kita buat akan bisa menghasilkan informasi-informasi sebagai berikut.

 

  • Informasi jumlah anggota koperasi.

Dari informasi ini bisa kita kembangkan lagi, misalnya jumlah anggota berdasarkan lokasi, jumlah anggota berdasarkan unit kerja (jika berupa koperasi karyawan), jumlah anggota berdasarkan perusahaan (jika anggota koperasi berasal dari ber­bagai perusahaan atau organisasi), dan sebagainya.

 

  • Data anggota.

Data atau informasi tentang seorang anggota, yang bisa dicari menggunakan kata kunci tertentu.

 

  • Informasi jumlah simpanan anggota.

Terdiri dari jumlah simpanan seluruh anggota (summary) dan jumlah simpanan anggota secara individual (rekapitulasi).

 

  • Informasi simpanan yang tertunggak.

Informasi simpanan wajib yang belum disetorkan oleh anggota, sehingga bisa melalukan penagihan jika perlu.

 

  • Daftar pembagian SHU (rekapitulasi).

Di sini kita bisa jugs menyediakan daftar rincian pecahan uang (untuk penukaran uang di bank dan untuk pembagian SHU) serta kuitansi penerimaan SHU.

 

 

 

 

 

 

BAB III

MEMBUAT DATABASE KOPERASI

 

Sekarang kita akan mulai membuat database koperasi. Pembahasan mulai bab ini mengharuskan Anda duduk menghadapi komputer, dan melakukan langkah-langkah yang diinstruksikan.

 

3.1 Membuat File Database

Langkah pertama dalam membuat database adalah membuat file database. File database merupakan file fisik yang dibuat pada komputer.

 

3.1.2 Membuat File Database pads Microsoft Access 2007

Untuk membuat file database pads Microsoft Access 2007, jalankan Microsoft Access, lalu lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik tombol Office (tombol bulat di pojok kiri-atas).
  2. Klik “New”.
  3. Klik “Blank Database”.
  4. Klik tombol folder untuk menentukan lokasi penyimpanan dan nama file database.

Bekerja dengan access

Tahapan yang pertama adalah membuka klik new blank database pada getting started with Microsoft office acces. Pada bagian kanan bawah terlihat tulisan

 

adapun lengkpnya klik di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: