Bergeraklah

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila ia mengiringi
Demi siang hari bila menampakkan dirinya
Demi malam apabila ia menutupi

Demi langit beserta seluruh binaannya
Demi bumi serta yang ada di hamparannya
Demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya

 

Lirik diatas merupakan lagu Demi Matahari ciptaan  M. Lukman  Nunasyim dengan Maroji  QS Asy-Syamsy (1- 8). Sesungguhnya yang ada di sekitar kita bergerak. Matahari, bulan, langit, dan bumi bergerak sesuai dengan fitrahnya. Matahari dengan cahayanya selalu menyinari, bulan mengiringi bumi, bumi bergerak menjadi siang dan malam, system tata surya yang bergerak mengelilingi matahari, dan bumi yang menghamparkan segala isinya.

Bergerak adalah fitrah dan sunah hidup. Tidak ada satupun mekhlukNya yang diam. Karena gerak adalah fitrah, Islam melarang umatnya untuk diam menyalahi fitrah. Bergerak sendiri terdiri dari gerak pasif dan aktif, gerak pasif adalah gerak yang terjadi dengan sendirinya secara fitrah (setiap yang hidup dimulai dari gerak), namun gerak ini tidak membuat dirinya bergerak melakukan gerak-gerak positif yang mengubah dan transformative. Sementara, gerak aktif adalah gerak fitri yang ditransformasi menjadi gerak-gerak positif yang mengubah dan mengkreasi nilai-nilai hidup.

Islam adalah agama gerak, gerak aktif dan transformative. Seluruh ajarannya merefleksikan gerak yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim.

Allah, Zat Penggerak Yang Mencintai Gerak

Semua yang ada di semesta langit dan bumi  ini, baik yang berakal maupun tidak berakal, semuanya bertasbih kepada Allah swt..Inilah Deklarasi Tasbih yang Allah tegaskan dalam banyak ayat‑Nya. Salah satunya. dalam Q.S. al-Shaff, “Telah bertasbih kepada Allah apa-apa yang ada di langit dan di bumi. Dialah Zat Yang Maha Perkasa dan Bijaksana.(Q.S. al-Shaff, 61:1). Redaksi ayat yang sama terdapat juga dalam Q.S. al-Hadid, 57:1 dan Q.S. al­-Hasyr, 59:1.

Dalam ayat-ayat tersebut, ditegaskan bahwa yang bertasbih kepada-Nya itu adalah “apa-apa” (ma). Kata “ma” merujuk pada sesuatu yang tidak berakal. Dengan begitu, makhluk yang tidak berakal pun, bertasbih kepada-Nya. Dan, setiap mereka telah mengetahui bagaimana cara bertasbih dan salatnya. Kullun qad alima shalatahu wa tasbihahu. (Q.S. an-Nur, 24:41).

Apakah yang bertasbih kepada-Nya hanya makhluk-Nya yang tidak berakal? Jawabannya, jika yang tidak berakal saja bertasbih, apalagi yang berakal. Tentu saja, secara fitrah yang berakal memiliki kemampuan yang lebih untuk melakukan tasbih dan salat.

Dalam Q.S. al-Isra 17:44, dinyatakan bahwa yang bertasbih kepada Allah adalah juga “orang-orang” (man). Kata “man” merujuk pada makhluk yang berakal. “Bertasbih kepada-Nya langit-langit yang tujuh dan bumi, serta orang-orang yang ada di langit-langit dan bumi…”

Dalam Q.S. al-Baqarah, 2:30, para malaikat menegaskan bahwa mereka selalu bertasbih, memuji, dan menyucikan Allah. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqaddisu laka (Q.S. al-­Baqarah, 2:30). Pada banyak ayat lain, Allah juga memerintahkan kita untuk selalu bertasbih kepada-Nya, pada pagi dan petang, bil ghuduwwi wal ashal, bukratan wa ashilan, bil `asyiyyi wal ibkar.

Lalu apa itu tasbih? Dilihat dari segi bahasa, tasbih berasal dari kata sabaha-yasbahu yang artinya berenang. Kata tasbih merupakan bentuk isim mashdar (kata benda) dari kata mazid (berimbuhan) sabbaha-yusabbihu yang bermakna transitif (muta’addi), membutuhkan objek yang artinya merenangkan, atau menjadikan sesuatu berenang-renang.

Dengan begitu, dengan takdir dan hikmah Allah swt. yang ada di langit dan di bumi ini semuanya berenang, dan membuat dirinya berenang-renang. Semua yang ada di kolong jagat ini bergerak terus-menerus menuju Allah Yang Maha Menggerakkan; Zat Yang Maha Perkasa dan Bijaksana. Semua wujud di semesta ini beranjak, berjalan, melangkah, mengalir, berembus, dan berputar berkeliling dalam putaran Zat Yang Maha Awal dan Maha Akhir. Itulah tasbih kehidupan. Itulah fitrah penciptaan.

Allah adalah Zat Penggerak yang Tak Tergerakkan. Dia memerintahkan makhluk-Nya untuk selalu bergerak, mencintai gerak. Fa idza faraghta fanshab. Ini adalah perintah untuk bekerja keras. Untuk apa bekerja keras? Agar Semua makhluk­Nya bergerak menginginkan-Nya, menuju-Nya. “Wa ila rabbika farghab…” Dan kepada Tuhanmu hendaknya kamu menghendaki. Hanya kepada-Nya, tidak kepada yang lainnya.

Dia swt. juga menegaskan bahwa semua mawjud di semesta ini adalah milik-Nya. Dan kepada-Nyalah seluruhnya akan bergerak untuk kembali, beranjak untuk menghadap tanpa kecuali. Inna lillah wa inna ilayh rajiun.

Sungguh gerak adalah fitrah hidup yang telah Allah gariskan. Gerak adalah sunnatullah yang telah Dia tetapkan. Dia menetapkan gerak, Dia juga adalah Zat Penggerak yang mencintai gerak.

2 Komentar (+add yours?)

  1. Iola
    Apr 27, 2013 @ 05:21:53

    Hi, I’m a writer based out of Milwaukee, United States and I found your site via https://agungbae123.wordpress.com/2013/04/01/bergeraklah/. Would you have any points for those looking into blogging? I’m planning to launch my own site
    very soon but I’m a little lost on everything. Do you believe I should start off with a free site like eggBlog or shell out some money into a pay site? I’m facing a lot of options and it’s all so overwhelming… Any tips?

    Balas

    • agung kuswantoro,agungbae123
      Apr 29, 2013 @ 07:42:33

      Would you have any points for those looking into blogging?dont it, I’m planning to launch my own site
      very soon but I’m a little lost on everything. Do you believe I should start off with a free site like eggBlog or shell out some money into a pay site?yes, ibeliver with blog I’m facing a lot of options and it’s all so overwhelming… Any tips?you must many write in blog or book

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: