Doa Dosa Tak Dirasa

Ya Alloh ya Maha Mendengar. Dulu di ruang ini kami pernah berdo’a saat acara sosialisasi skripsi, yaitu luluskanlah kami semua tepat waktu (8 semester). Alhamdulillah pada hari ini, Engkau melihat sendiri, kami berkumpul (bersyukur) dalam pembekalan calon wisuda. Artinya, doa kami yang dulu panjatkan disetujui oleh Engkau. Tetapi, tidak semua teman kami hadir dalam acara ini. Bukan berarti pula, doa  yang kami minta tidak atau belum dikabulkan, karena Engkau punya skenario yang kami tidak mengetahuinya.

Kami sabar ya Alloh, mungkin ada hijab atau penghalang, sehingga doa itu belum terkabul. Mungkin karena hati kami yang sakit (qolbun marid), hati yang kurang berfungsi dalam membedakan hak dan batil, sehingga kami tidak sadar melakukan dosa, dosa kecil yang bertumpuk menjadi dosa besar.

Dosa kecil itulah, yang mungkin sebagai penghambat atas doa kami. Mungkin dosa kecil itu berupa berbohong, berkata, Ah! Pada orang tua, menyalahgunakan jabatan, ghibah atau menggosip, mengadu domba, su’udzon, mempercayai ramalan, atau dosa kecil lainnya.

Sembuhkanlah hati kami yang sakit menjadi hati yang sehat (qolbun salim). hati yang selalu berorientasi  pada akhirat, mencintai Engkau dan Rosul-Nya lebih dari apapun, sedih bila kehilangan kesempatan untuk beribadah kepada-Mu, serta senantiasa rindu kepada-Mu dan Rosul-Mu pada ayat-ayat Al Qur’an.

Dengan hati yang  bersih, menjadikan kami sadar bahwa ternyata kami lebih banyak mendustakan nikmat yang Engkau berikan kepada kami (fabiayi ala irobbika tukaadziban). Kami merasa kurang bersyukur terhadap apa yang telah Engkau berikan pada kami.

Ya Alloh, jangan jadikan kami orang yang hobby melakukan dosa secara terus-menerus, yang berakibat pada kerasnya jiwa dan adanya bercak di dalam hati sehingga kami sulit menerima petunjuk  atau kebenaran.

Ya Alloh, jangan pula dosa yang kami lakukan terasa menyenangkan jika kami terasa menyenangkan, maka tidak adanya keinginan untuk bertobat. Mudah-mudahan kami bukan orang yang bangga dengan dosa, karena dia lupa dengan bahaya dosa, sehingga dia malah senang saat melampiaskan keinginan yang terlarang.

Ya Alloh, kuatkanlah kami dalam beribadah, sehingga tidak menganggap remeh dosa kecil atau kami tidak merasakan dosa tak dirasa yang menjadikan dosa besar.

Ya Alloh, hapuskanlah dosa kami  dengan ibadah melalui  sholat, shoum, bersedekah, memperbanyak istighfar, dan taubat nasuha.

Ya Alloh, melalui ibadah-ibadah tersebut, mudah-mudahan dapat mengantarkan kami dari hati yang sehat. Mustahil, jika seorang manusia steril dari dosa. Oleh karena itu, ya Alloh musah-mudahan kami bisa selalu instropeksi diri (muhasabannafsi), memperbaiki diri, tadabbur Al Qur’an (menelaah Al Qur’an), menjaga amal sholeh, berdzikir, berkumpul dengan orang sholeh, berbagi  kasih dengan fakir, miskin, dan anak yatim, mengingat kematian, menghadiri majlis ilmu, dan selalu berdo’a pada-Mu.

Ya Alloh, dengan cara-cara  tersebut, mudah-mudahan memperkecil dan menghapus dosa kecil dalam diri kami, sehingga tidak ada  penghalang dalam doa kami.

Ya Alloh, kabulkanlah doa-doa kami yang belum terwujud, (…………….silahkan berdoa keinginan Saudara/Bapak/Ibu yang belum tercapai dalam hati…………..,sembuhkanlah orang terdekat kami yang sedang sakit, mudah rejekinya, belum bisa lulus/wisuda, dapat pekerjaan rizki yang halal dan berkah, terimalah amal baik saudara/orang tua/orang terdekat kami yang sudah meninggal, lacarkan pekerjaan  kami sebagai dosen, dan dapat menjalankan amanah yang telah diberikan,………….amin, amin ya robbal alami.)

Sumber inspirasi : buku dosa tak dirasa, Dr. Aam Amiruddin, M. Si

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: