Bukan Baliho Biasa

Ada “pemandangan” umum di jalan ketika bulan Syawal tiba yaitu baliho caleg yang mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri.

Tiga ciri baliho tersebut yaitu adanya foto dengan nomor urut caleg, background dengan warna partai yang mengusulkan, dan ucapan mohon maaf lahir dan batin.

Tak ada salahnya mengucapkan itu, bahkan sangat tepat di bulan Syawal, seorang hamba Tuhan meminta maaf kepada sesamanya. Namun, akan lebih baik jika isi pesan tersebut mengajak beribadah seperti puasa, sedekah, tahajud, menyantuni anak yatim, dan lainnya.

Kesan ketika orang membaca baliho yang berisi ucapan selamat hari raya adalah mengenalkan dirinya tentang pencalonannya. Berbeda dengan baliho yang berisi seperti selamat Hari Raya Idul Fitri, yuk kita puasa Syawal selama enam hari, atau Syawal adalah bulan peningkatan, mari kita tingkatkan sholatul lail, atau Idul Fitri adalah bulan fitrah, jangan lupa perbanyak sedekah kita, atau kemenangan Idul Fitri dapat diraih dengan membantu fakir miskin, atau kalimat lainnya.

Kata kunci ajakan tersebut adalah mengucapkan dan mempraktekkan. Apakah ada di lingkungan kita baliho ucapan caleg hari raya yang berpesan seperti itu? Apakah tidak lazim, ajakan tersebut di lingkungan kita?

Agung Kuswantoro, perum sekarwangi gang I nomor 10, Sekaran, Gunungpati, Semarang 50029

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: