PELATIHAN PUBLIC SPEAKING SEBAGAI UPAYA PENANAMAN KARAKTER BAGI KARANGTARUNA DESA DELIKREJOSARI, KALISEGORO, GUNUNGPATI

Ade Rustiana, Agung Kuswantoro, dan Sri  Wartini

Email : agungbinmadik@gmail.com

 

Abstrak

Sukses organisasi salah satunya lancarnya komunikasi antar anggota. Karangtaruna sebagai organisasi membutuhkan komunikasi internal dan eksternal yang baik, karena jika pesan yang disampaikan tidak baik, maka miss communications yang terjadi, sehingga dibutuhkan pelatihan komunikasi, salah satunya public speaking. Public speaking juga sebagai upaya menanamkan karakter seperti komunikasi baik, percaya diri, intonasi yang tepat, dan santun. Sasaran dalam pengabdian ini adalah anggota karangtaruna. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu m

embuat kelompok kecil, tiap anggota mempersiapkan materi public speaking, presentasi, dan mengevaluasi presentasi. Hasil yang dicapai adalah anggota karangtaruna mampu berkomunikasi di muka umum. Simpulan pengabdian ini adalah anggota karangtaruna mampu berkomunikasi di hadapan khalayak umum/ public melalui pelatihan public speaking dan tertanam nilai karakter.

 

Kata Kunci : Public Speaking, Penanaman Karakter, Karangtaruna,

 

PENDAHULUAN

Globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luar biasa memang telah membuat dunia serba terbuka. Ketika terjadi peningkatan aktivitas lintas batas dan komunikasi secara maya (virtual) ke seluruh penjuru dunia dalam waktu singkat serta majunya teknologi dan komunikasi, maka hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan. Globalisasi akan memicu perubahan tatanan pemenuhan kebutuhan secara mendasar sesuai dengan Karakteristiknya yang plural, dan kompetitif (Subagio, 2010).

Kunci untuk mencapai kemajuan, yakni penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa-bangsa yang semula miskin dan tidak diperhitungkan lagi kini menjadi bangsa yang maju karena selama puluhan tahun konsisten menginvestasikan sumber-sumber yang mereka miliki untuk mencerdaskan warganya melalui pendidikan dan dengan tekun mengejar ketertinggalan dalam ilmu teknologi. Hikmah itu sepertinya tidak diambil oleh bangsa Indonesia sebagai pelajaran. Sampai saat ini pendidikan menjadi suatu masalah yang menjadi kompleks dan rumit untuk dipecahkan atau justru memang tidak ingin dipecahkan oleh sebagian pihak. Pada masa dimana bangsa ini menuju masa persaingan global, krisis Karakter karena pendidikan menjadi salah satu masalah puncak yang belum dapat diselesaikan (Hazan, 2007).

Akhlak mulia merupakan aspek penting dalam mendidik  anak. Bahkan suatu bangsa yang berkarakter juga ditentukan oleh tingkat akhlak bangsanya. Dalam ayat tersebut juga dinyatakan tentang pembentukan watak. Pembentukan watak ini dapat dikatakan sebagai upaya membentuk karakter. Tanpa karakter seseorang dengan mudah melakukan  sesuatu apa pun yang dapat menyakiti atau menyengsarakan or­ang lain. Oleh karena itu, kita perlu membentuk karakter untuk mengelola diri dari hal-hal negatif. Karakter yang terbangun diharapkan akan mendorong setiap manusia untuk mengadakan sesuatu sesuai dengan suara hatinya. Mengingat pentingnya karakter dalam mambangun sumber daya manusia (SDM) yang kuat, maka perlunya pendidikan karakter yang dilakukan dengan tepat. Dapat dikatakan bahwa pembetukan karakter merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, masyarakat, keluarga maupun sekolah. Kondisi ini akan terbangun jika semua pihak memiliki kesadaran bersama dalam membangun pendidikan karakter. Dengan demikian, pendidikan karakter harus menyertai semua aspek kehidupan termasuk di organisasi karangtaruna.

Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Anggota Karang Taruna yang selanjutnya disebut Warga Karang Taruna adalah setiap anggota masyarakat yang berusia 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 45 (empat puluh lima) tahun yang berada di desa/kelurahan.

Guna mencapai tujuan karangtaruna dibutuhkan komunikasi antara anggota karangtaruna dengan masyrakat. Komunikasi yang dibentuk adalah komunikasi dua arah, di mana adanya interaksi masyarakat dengan anggota karangtaruna. Berdasarkan observasi awal pada Februari bahwa anggota karangtaaruna belum percaya diri dalam berkomunikasi. Mereka cenderung malu di dalam enyampaikan program kerja kepada masarakat, di mana mereka seharusnya memberikan penerangan atau keterangan kepada masyarkat secara detail sehingga diutuhkan pelatihan public speaking.

Public speaking dalam hal ini adalah berbicara di muka umum dengan materi yang sudah ditentukan. Tiap anggota presentasi dari materi yang dudah dipersiapkan dan mengevaluasi hasil presentasi.

Target pengabdian ini adalah menanamkan karakter dalam public speaking bagi anggota karangtaruna sehingga percaya ketika berbicara di hadapan umum (khalayak).

Luarannya adalah mampu berbicara di muka umum dengan baik, percaya diri, intonasi yang tepat, dan santun.

Metode Pelaksanaan

Realisasi pemecahan masalah dilakukan dengan cara pemberian teori dan workshop pada tanggal 3 Oktober 2013 bertempat di Ibu Sri Wartini. Khalayak sasaran dalam pengabdian ini adalah anggota karangtaruna deliksari, Kalisegoro, Gunungpati yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu m

embuat kelompok kecil, tiap anggota mempersiapkan materi public speaking, presentasi, dan mengevaluasi presentasi.

HASIL dan PEMBAHASAN

 

Implementasi pendidikan karakter berbasis potensi diri melalui public speaking karangtaruna merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan anggota karangtaruna desa Deliksari dalam berkomunikasi.

Pembelajaran komunikasi organisasi dengan mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis potensi diri melalui public speaking sebagaimana tersebut di atas dapat menanamkan nilai. Penanaman nilai tersebut disebabkan oleh karakter yang muncul pada saat praktek publis speaking oleh anggota karangtaruna.

Public speaking menjadikan pengalaman baru, menarik dan menyenangkan, berbicara efektif di depan umum bagi anggota karangtaruna Deliksari. Berkaitan dengan komunikasi, maka publik speaking sangat tepat terutama berkaitan dengan komunikasi massa dan komunikasi pada khalayak.

Anggota karangtaruna  merasakan tertarik dan antusiasme, hal ini sangat terlihat dari potensi diri mereka dalam meningkatkan kepercayaan diri u100_1512ntuk berbicara di depan umum, melatih pembicaraan dengan efektif, tidak malu bertanya di depan umum, adanya variasi dalam memahami kondisi publik.

Dalam public speaking masih terlihat ada beberapa kelemahan mereka dalam pengeksprespesian diri belum maksimal. Hal ini dikarenakan karena ketidakmampuan dalam materi yang dibawakan. Materi marupakan hal yang paling pokok, karena dengan tidak mengusainya materi maka kepercayaan diri menjadi berkurang, sehingga berdampak pada ketidakjelasan pada artikulasi, mengucapkan ejaan kurang jelas, mengucapkan intonasi kurang baik, dan kurang memaknai kata dengan power, mimik dan gestur

 

Simpulan dan Saran

Simpulan pengabdian ini adalah anggota karangtaruna mampu berkomunikasi di hadapan khalayak umum/ public melalui pelatihan public speaking dan tertanam nilai karakter seperti berkomunikasi dengan baik, percaya diri, intonasi yang tepat, dan santun.

Saran dalam penelitian ini adalah perlu ditingkatkan belajar komunikasi lainnya seperti mendengar atau kritikan orang lain, tidak hanya public speaking saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: