Taraweh Hari Keenam Belas: Rizki dan Tahayul

Di malam taraweh keenam belas, khotib kultum adalah Pak Anom, bilal adalah Pak Bahrul, dan imam adalah saya. Taraweh pada malam tersebut, Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Hal yang menarik adalah Pak Anom dalam memberikan kultum, karena pengalaman ini adalah pengalaman yang pertama.

Beliau menyampaikan materi mengenai rizki dan tahayul. Rizki pada intinya sudah ditentukan oleh Alloh. Rizki dapat dirubah dengan usaha, kerja keras, doa, silaturahmi, dan upaya lainnya. Tugas manusia adalah menjaga hubungan sesama manusia dan Alloh. Dengan menjaga kedua hablum (hubungan) tersebut, maka Alloh akan mempermudah rizki orang tersebut. Sehingga, rizki tidak ada kaitannya dengan tahayul.

Demikian cerita malam taraweh di musolla Pak Bahrul. Semoga. Semoga cerita ini menjadi motivasi kita untuk berbuat baik. Dan, jauhkan rasa kesombongan diri kita. Saya menuliskan cerita ini sebagai doa, tidak bermaksud ria atau pun yang lainnya. Mudah-mudahan kita semua menjadi manusia pembelajar di lingkungannya. Semoga Alloh mengampuni dosa kita semua di bulan berkah. Amin

Agung Kuswantoro, warga perum sekarwangi sekaran semarang, email : agungbinmadik@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: