Taraweh Dua Puluh Lima: Lailatul Qodar

Pada malam itu yang bertugas sebagai bilal adalah Pak Dian, khotib kultum adalah Pak Bahrul, dan saya bertugas menjadi Imam.

Pak Bahrul dalam kultumnya menyampaikan mengenai lailatul qodar. Beliau memaparkan definisi, kelebihan, pendapat ulama mengenai kedatangan malam lailatul qodar melalui sepuluh hari terakhir di bulan Romadlon dan tanggal ganjil, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan malam mulai tersebut. Beliau juga membacakan surat al qodr sebagai dasar malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Demikian teman-teman cerita taraweh saya di hari malam kedua puluh lima di musolla Pak Bahrul. Semoga cerita ini menjadi motivasi kita untuk berbuat baik. Dan, jauhkan rasa kesombongan diri kita. Saya menuliskan cerita ini sebagai doa, tidak bermaksud ria atau pun yang lainnya. Mudah-mudahan kita semua menjadi manusia pembelajar di lingkungan kita. Semoga Alloh mengampuni dosa kita semua di bulan yang penuh berkah. Amin

Agung Kuswantoro, warga perum sekarwangi sekaran semarang, email : agungbinmadik@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: