Humas dan Administrasi

 

Oleh Agung Kuswantoro

Apa kaitan hubungan masyarakat (humas) dengan administrasi? Terlebih dengan pendidikan administrasi perkantoran? Hal itulah yang menjadi pertanyaan awal saya, sebagai pengampu mata kuliah humas. Mengapa? Karena, secara kurikulum, mata kuliah tersebut muncul pada prodi pendidikan administrasi perkantoran S1 dan manajemen perkantoran D3.

Berdasarkan pengamatan penulis, mata kuliah tersebut muncul pada jurusan murni, yaitu komunikasi. Bahkan, dijadikan nama prodi. Sebagaimana di Universitas Negeri ternama di Bandung dan Semarang, terdapat jurusan komunikasi dengan prodi humas.

Namun, mengapa hal ini tidak terjadi di jurusan pendidikan ekonomi, Unnes? Bahkan mata kuliah tersebut, bukan mata kuliah bersyarat. Artinya mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah tersebut tanpa ada suatu syarat apapun.

Setelah saya mencoba merenung dan membaca beberapa literatur, akhirnya saya memiliki jawaban dari dari pertanyaan di atas.

 

Unsur Administrasi

Kaitan antara humas dengan administrasi adalah humas merupakan unsur administrasi. Unsur administrasi terdiri dari delapan yaitu manajemen, organisasi, komunikasi, tata usaha, perbekalan, hubungan masyarakat, keuangan, dan kepegawaian.

Unsur mengandung arti bagian dari suatu kebulatan. Ketidakadaan satu dari delapan unsur administrasi, bukan berarti administrasi itu hilang. Artinya, masih ada tujuh unsur lain yang ada di administrasi. (Westra, P, dkk).

Dengan demikian, humas merupakan bagian dari administrasi. Oleh karenanya, dalam mendefinisikan humas pun harus dengan pendekatan administrasi. Faktor administrasi yaitu sekelompok orang, bekerja sama, dan mencapai tujuan. Apa kegiatan penataan humas? Pastinya berkaitan dengan hubungan timbal balik antara lembaga dengan masyarakat.

Berdasarkan hal di atas, maka humas dilakukan oleh sekelompok orang, adanya kerja sama antara lembaga dengan masyarakat, anggota lembaga dengan anggota lainnya, dan tercapainya tujuan organinasi melalui hubungan baik dengan masyarakat.

 

Makna Humas

Humas singkatan dari hubungan masyarakat. Istilah tersebut, merupakan adopsi bahasa Inggris dari kata Public Relations (PR). Saya kurang sepakat dengan pengistilahan PR menjadi humas. Public secara kamus bahasa Inggris memiliki makna umum, sedangkan relations memiliki makna hubungan. Bila digabung kedua kata tersebut, adalah hubungan umum. Padahal, masyarakat dalam bahasa Inggris, diistilahkan dengan kata society. Kedua kata digabungkan menjadi society public. Oleh karenya, saya tidak sependapat istilah bahasa Inggris yang di-Indonesia-kan atau sebaliknya, istilah bahasa Indonesia yang di-Inggris-kan. Dengan cara seperti itu, kita akan lebih menghargai bahasa bangsa Negara kita.

Menurut Cutlip dkk (2006 – 6) public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.

Lattimore, Dan dkk (2010 – 4) berpendapat public relations adalah fungsi kepemimpinan dan manajemen yang membantu pencapaian tujuan organisasi, mendefinisikan filosofi, dan memfasilitasi perubahan organisasi.

Olusegun (2006: 2-3) mendefinisikan humas adalah upaya yang disengaja dan berkelanjutan untuk membangun dan memelihara saling pengertian antara organisasi dan publik-publiknya.

Dari ketiga pendapat di atas, penulis mendefinisikan humas yaitu fungsi manajemen untuk membangun dan memelihara hubungan yang sinergi antara organisasi dengan anggotanya, antara organisasi dengan publik, untuk mencapai tujuannya.

Kebanyakan literatur mengkaji humas pada praktek di perusahaan atau industri. Sehingga, humas identik dengan periklanan, pemasaran, dan jurnalisme. Padahal, ketiga istilah tersebut berbeda.

Periklanan, biasanya tempat dan waktu dibayarkan pada sebuah media. Periklanan bersifat komersial secara ekslusif di televisi, surat kabar, radio, majalah dan internet. Sedangkan humas memaparkan aspek publisitas atau cerita (story), tanpa harus dibayar pada kolom berita sebuah media.

Pemasaran merupakan fungsi penjualan dan distribusi dengan publik utamanya adalah pelanggan, pengecer, dan distributor. Humas berhadapan dengan masyarakat yang memiliki kepentingan berbeda-beda. Terkadang, bertentangan dengan humas. Publik dari humas selain masyarakat adalah media, karyawan, pimpinan, pemerintah, investor, dan lainnya.

Jurnalis tidak mewakili organisasi terkait dengan artikel yang mereka tulis. Humas mewakili organisasi dalam mengemas ide dan menyampaikan fakta. Jurnalis dilatih menulis berita di media. Humas menguasai dasar-dasar menulis, desain grafis, aturan jurnalis untuk semua media (Lattimore, dan, et al. 2010 : 8 – 11)

 

Tugas

  1. Carilah dua definisi humas dari para ahli atau kamus. Kemudian, buatlah definisi humas menurut Saudara!
  2. Buatlah tabel perbedaan antara humas dengan periklanan, pemasaran, dan jurnalis!
  3. Berilah contoh dari perbedaan masing-masing tersebut! (humas dengan periklanan, pemasaran, dan jurnalis)

 

Agung Kuswantoro, pengajar pendidikan administrasi perkantoran FE Unnes, email agungbinmadik@gmail.com

Sumber :

Lattimore, Dan, et.al. 2010. Publik Relation: Profesi dan Praktek. Jakarta: Salemba Humanika (Terjemahan)

 

Olusegun. OW. 2006. Principles and Practice of Public Relations. Lagos: National Open University of Nigeria.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: