Mengenal Administrasi

Saat memasuki semester dua, Saya memilih prodi pendidikan Administrasi Perkantoran (AP), Saya berpendapat, bahwa lulusan AP mengantarkan Saya untuk ahli dibidang manajemen. Saya menyadari kelemahan diri saya, yaitu kurang cepat dalam matematika (menghitung), sehingga tidak memilih prodi akuntansi.
Namun demikian, orang memilih prodi AP tidak berarti lemah dalam “menghitung” atau orang yang tidak pandai. Justru, orang yang memilih prodi AP dididik untuk menjadi orang besar. Hal itu saya ketahui setelah lulus dari prodi tersebut.
Dari cerita di atas, bahwa selama perkuliahan saya lebih asyik dengan materi-materi yang disajikan di prodi itu. Mata kuliah yang ada di kurikulum AP itu unik, karena tidak semua mata kuliah tersebut, didapatkan pada prodi lain, seperti, stenografi, mengetik, manajemen perkantoran, kearsipan, humas (hubungan masyarakat), kesekretariatan, aplikasi perkantoran, dan lainnya.
Beberapa orang menilai bahwa prodi ini menghasilkan pekerja Tata Usaha (TU). Dimana tugas-tugasnya diantaranya mengetik, menulis dan mengantarkan surat, menggandakan dokumen, menyimpan arsip, mengecap atau menyetempel, membuat laporan, dan lainnya. Pekerjaan-pekerjaan di atas disebut dengan clarical work. Pekerjaan tersebut bersifat rutin, tanpa adanya konsep atau gagasan (idea). Jika ada orang yang berpendapat, sebagaimana di atas, maka menurut saya kurang tepat. Karena pekerjaan-pekerjaan tersebut merupakan sebagian kecil dari administrasi.
Administrasi adalah kegiatan yang melibatkan sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Di mana, dalam mencapai tujuan dibutuhkan beberapa personal, finansial, komunikasi, koordinasi, penjadwalan kegiatan, publikasi, dan lainnya. Dengan demikian, clarical work, adalah satu bagian terkecil dari unsur administrasi, yaitu tata usaha.
Setelah mempelajari ilmu administrasi diharapkan menjadi seseorang untuk bercita-cita besar, seperti masalah kenegaraan. Kita mengenal menteri sekretaris Negara (mensesneg), pakar tata negara, peneliti administrasi negara, humas di perusahaan besar, dan lainnya. Itu semua adalah outcome ilmu administrasi. Ilmu administrasi yang dipelajari di prodi AP adalah bersifat pendidikan, maka lulusannya diharapkan menjadi guru administrasi perkantoran. Kelak, ia menjagar di SMK. Hal itulah yang menjadikan perbedaan orang mempelajari ilmu administrasi dibidang murni (science) dan pendidikan.
Sekarang, mengapa Saudara masuk di prodi pendidikan administrai perkantoran? Berilah alasannya. Jika sudah mengetahui outcome mempelajari ilmu administrasi, apa yang saudara lakukan? Apakah Saudara menyesal? Mengapa? Apa yang Saudara lakukan setelah mengetahui hal tersebut?
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dan didiskusikan dengan teman-Saudara. Tulislah jawaban tersebut di kertas.

Agung Kuswantoro, pengajar pendidikan administrasi perkantoran FE Unnes, email : agungbinmadik@gmail.com

Iklan

3 Komentar (+add yours?)

  1. Febri Nugroho
    Sep 03, 2014 @ 17:00:32

    Pak,apakah prospek kerja lulusan PAP hanya sebatas jadi guru smk?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: