Bakat Menemukan Model Elektronik Arsip (E Asrip) Untuk Pembelajaran

 

Temanku berkata padaku, “hay Agung, kamu sebenarnya bakat di bidang apa? Terus aku menjawabnya, aku ingin mengembangkan ilmu yang ada di saya, yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi di bidang elektronik arsip (e arsip).
Kemudian Ia berkata : mengapa, kamu ingin e arsip? Ku jawab : Itu adalah pendalaman dari ilmu yang saya pelajari semenjak kuliah. Saya sangat tertarik bidang kearsipan dan komputer. Perpaduan antara kedua, saya ingin menemukan model e arsip untuk pembelajaran. Model e arsip selama ini, saya belum menemukan. Jika pun ada model, maka yang ditemukan model e arsip untuk suatu lembaga, bukan untuk pembelajaran.
Selama ini, memang saya sedang asyik meneliti, menulis, dan mengabdi tentang kearsipan. Saya ingin menjadikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kehidupanku. Kelak, jika ada e arsip, maka ada saya. Motto hidup saya adalah e arsip adalah kehidupanku. Sehari tanpa arsip, hidup menjadi tak bermakna.
Hal yang sudah saya rasakan selama ini adalah senang saat memberikan materi e arsip kepada guru SMK, mahasiswa, dan masyarakat. Saya berharap bakatku tersebut menjadi jalan rejeki saya.
Pertanyaan teman saya yang di atas, sebenarnya sebuah “pancingan” bagi saya untuk menemukan potensi unggul. Karena, beliau menemukan potensinya di saat umur tiga puluh lima tahun (jika tidak salah). Ia menjadi konsultan dan praktisi pendidikan di bidang potensi anak.
Ia mengajariku tentang Kolonel Sander dengan KFC-nya dan Martha dengan Martha Tilaarnya. Kedua tokoh tersebut menemukan potensinya, justru saat berumur lima puluh tahunan. Artinya, bahwa dua atau tiga puluh tahunan ia belum bekerja dengan hati. Mereka tidak enjoy dalam bekerja. Mereka tidak mengeluh dalam memperbaiki setiap pekerjaannya. Hari-harinya selalu indah, tanpa ada rasa bosan dengan pekerjaannya.
Sering kita menjumpai di lingkungan sekitar menemukan orang yang belum menenukan bakatnya. Ciri-cirinya adalah saat hari Sabtu dan Minggu banyak pekerja yang menyambutnya dengan sukaria, namun saat hari Senin, ia menyambutnya dengan sedih, karena harus memulai bekerja. Ia menyambut pekerjaannya dengan rasa gundah dan tidak enjoy.
Mungkin kita sendiri mengalami dalam kehidupan kita. Jika, kita mengalami hal yang demikian, berarti kita belum menemukan potensi dalam diri kita. Hal itulah, yang ditekankan oleh teman saya tersebut. Teman saya tersebut bernama, Ayah Edy.
Marilah, kita menemukan potensi unggul dalam diri kita. Mulailah dalam hal yang kecil dalam kemampuan kita. Kemudian, lakukanlah kemampuan tersebut di keluarga dan lingkungan kita. Kelak, pasti kita akan menemukan potensi unggul diri kita. Semoga kita menemukan potensi unggul dalam diri kita.
Agung Kuswantoro, Ingin menemukan bakat di bidang elektronik arsip. HP 08179599354

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: