Guru Menyuruh Komputer

 

Kebanyakan orang menggunakan komputer, hanya memanfaatkan program yang ditawarkannya. Ia hanya mengetahui penggunaan secara umum dari program tersebut. Misal, Microsoft word untuk kebutuhan mengetik, Microsoft excel untuk menghitung, Microsoft access untuk kebutuhan database. Dan, Microsoft powerpoint untuk presentasi.

Program komputer diibaratkan buah. Buah memiliki kulit dan sari. Umumnya, orang mengenal program komputer, baru casing-nya. Sama halnya, orang tersebut mengenal buah, baru mengetahui kulitnya. Ia belum mengenal biji dan sarinya. Ia belum memahami menu, fasilitas, fungsi, dan komponen yang terdapat di dalamnya.

Posisi kita kebanyakan user (pengguna), bukan creator dari program tersebut. Sehingga, kita bersifat pasif atas program tersebut. Seharusnya, kita (baca: guru) harus lebih aktif dan produktif dari suatu program.

Program office dapat dimaksimalkan pemanfaatannya menjadi evaluasi pembelajaran, melalui soal ujian berupa pilihan ganda, jawaban singkat, atau permainan Teka-Teki Silang (TTS). Pilihan ganda dan jawaban singkat, dapat menggunakan Microsoft powerpoint dan word, sedangkan TTS dapat menggunakan Microsoft excel.

Dalam program tersebut memanfaatkan fasilitas menu developer, yang di dalamnya terdapat Visual Basic for Applications (VBA). Dalam VBA, kita dapat menyetting atau mendesain bentuk evaluasi pembelajaran yang diinginkan.

Melalui fasilitas tersebut, kita dapat memprogram sesuai kebutuhan. Oleh karenanya, tahapan yang paling terpenting dalam memprogram adalah mengidentifikasi kebutuhan soal yang akan dibuat, sehingga jumlah halaman atau slide dapat ditentukan berdasarkan jumlah soal.

Kelebihan fasilitas program ini adalah mudah mengoperasikan, karena berupa Microsoft office. Setiap komputer, pasti memiliki program tersebut. Sehingga, tanpa harus repot meng-instal suatu program.

Meng-instal suatu program, bukanlah yang mudah bagi orang yang baru mengenal komputer. Bahkan, ada beberapa program tertentu, mensyaratkan dengan windows 7, tidak windows xp. Belum lagi, program yang minta meregistrasi dan meng-entry koding atas program tersebut.

Kelemahannya adalah harus mempelajari bahasa programer. Memprogram memang bukan hal yang mudah. Namun, sebenarnya adalah bahasa logika. Dengan sering berlatih, dengan sendirinya terampil dalam memprogram, karena memprogram termasuk kemampuan psikomotor, bukan kognitif.

Jika kita mampu memprogram, maka dapat dikatakan dapat menyuruh komputer. Maknanya, bahwa komputer kita dapat dipakai sesuai dengan kebutuhannya. Komputer tidak hanya digunakan untuk mengetik saja. Namun, komputer dapat kita perintah sesuai dengan keinginan. Sehingga, dapat dikatakan orang yang menyusuh komputer, dialah orang yang kreatif, karena ia mampu mendesain atau memprogram. Ia bukan pengguna komputer atas fasilitasnya.

Jadilah, kita menjadi creator, bukan user atas program komputer. Beranilah, kita memerintah dari program komputer, melalui VBA. Identifikasi terlebih dahulu jenis evaluasi pembelajaran yang akan digunakan. Kemudian, pilihlah program yang sesuai dengan kebutuhannya. Pastilah siswa akan happy dengan cara yang Anda lakukan. Dan, hasil evaluasi (nilai) pun, akan langsung muncul, setelah mereka mengerjakan soal. Selamat mencoba!

 

Agung Kuswantoro, dosen pendidikan administrasi perkantoran Universitas Negeri Semarang, email: agungbinmadik@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: