Mencari Momen Special di Setiap Ramadhan

 

 

Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Ada awal, ada pula akhir. Ada kehidupan, ada pula kematian. Dan lainnya yang berkaitan dengan pertentangan atau berlawanan. Demikian juga bulan Ramadhan ini, pasti ada awal Ramadhan (1 Ramadhan) dan akhir Ramadhan (30 Ramadhan). Awal dan akhir bulan pasti terjadi, namun apakah yang kita peroleh di bulan Ramadhan ini? Apa yang kita dapat di bulan  Ramadhan ini? Apakah hanya cukup lapar dan haus karena puasa? Atau capek karena solat taraweh? Marilah kita di hari ke-15 Ramadan, kita saling mengingatkan diri sendiri untuk mencari special moment di bulan Ramadhan. Jangan sampai, Ramadhan meninggalkan kita, namun kita tidak mendapatkan apa-apa, sebagaimana kalimat-kalimat di atas. Lalu, bagaimana perbuatan Nabi Muhammad SAW menjelang Ramadhan akan berakhir, tepatnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Dari referensi fiqih dan hadis yang saya baca, ada yang sangat menarik yaitu bab itikaf dan qiyamul lail. Kitab Buluqul Marom hal 140 hadis ke 716 menyebutkan: Dari Aisyah Rodiyallohu anha mengatakan bahwa Rosululloh selalu menguatkan ibadahnya atau memperbanyak ibadahnya atau menghidupi di setiap akhir 10 hari bulan Ramadhan. Hadis tersebut muttafiqun alaih. Hadist tersebut diperkuat dengan hadist no. 717 bahwa Nabi Muhammad selalu itikaf disetiap akhir 10 hari bulan Ramadhan.

Melihat hadist tersebut dapat dimaknai bahwa Nabi Muhammad mencari momentum yang spesial terhadap kecintaannya kepada Alloh. Ia tiap malam keluar untuk beriktikaf di masjid. Iktikaf inilah dalam fiqih mengkajinya. Beliau meninggalkan istrinya. Jika kita perhatikan sanad hadist tersebut berasal dari Aisyah, dimana Aisyah adalah istri Nabi. Dari beberapa istri Nabi, Aisyah-lah yang paling pandai, sehingga jika kita perhatikan hadist-hadist yang sifatnya intim atau sesuatu yang mendalam seperti masalah keluarga, termasuk kebiasaan Nabi maka Aisyah-lah yang berperan.

Jadi, sangat jelas sekali sekelas Nabi Muhammad SAW memanfaatkan Ramadhan dengan Syadda Mitszaroh yaitu mengikat atau mengencangkan tiap malam. Namun, hal ini berbeda dengan fenomena di lingkungan kita sekitar. Apa itu? Banyak saudara kita, saat 10 akhir Ramadhan justru sibuk dengan zakat. Zakat apa itu? Zakat mall alias orang berbondong-bondong menyalurkan uangnya ke pemilik toko, bahkan ada program diskon midnight sale. Bayangkan coba, diskon gede-gedean di tengah malam. Pikiran mereka adalah bagaimana menghadapi lebaran, bukan merasa sedih ditinggal Ramadhan. Padahal Nabi Muhammad SW mengajarkan kita tidak seperti itu.

Contoh lain, fenomena mudik harus kita memperhatikan ibadah kita sendiri. Penulis sangat sedih saat pemudik dengan mudahnya orang yang mudik tidak berpuasa, bahkan sopir dan kondekturnya pun tidak puasa. Al Qur’an memang sudah memberikan toleransi kepada musafir, namun perlu diperhatikan juga keadaan musafir dahulu dengan sekarang. Sekarang lebih praktis dan mudah, masa kita langsung menghukum tidak puasa.

Contoh-contoh seperti inilah yang perlu kita luruskan lagi. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk mengencangkan malam di 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan ber-iktikaf, baca Al qur’an, beramal soleh, dan lainnya. Karena beliau Ramadhan memiliki ladang pahala dibanding dengan bulan lain. Karena Ramadhan bulan diturunkannya Al qur’an. Karena Ramadhan terdapat malam lailatul qodar. Carilah momen-momen spesial tersebut di bulan suci ini. Jangan momen special tersebut, hilang begitu saja, tanpa ada amalan yang baik dari kita. Jika Nabi Muhammad SAW saja mempraktekkan, mengapa kita tidak? Mari kita tingkatkan keimanan dan taqwa kita kepada Alloh di akhir bulan Ramadhan ini. Capailah momen-momen spesial di bulan suci ini. Insaallo hajat kita akan terkabul. Amin. Wa allohu ‘alam.

 

Agung Kuswantoro, hp 08179599354 email agungbinmadik@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: