Madrasah Istiqlal Mulai Lagi: Menambah Guru

madrasah istiqlal

Setelah istirahat selama bulan Ramadan, sudha saatnya Madrasah Istiqlal mulai kegiatannya yaitu mengaji dengan anak-anak. Tepatnya 27 Syawal 1437 bertepatan 2 Agustus 2016 seperti biasa kajian yang dilakukan di rumah saya setiap Senin hingga Kamis.

Orang tua banyak menanyakan ke saya terkait kajian kapan mulainya? Namun saya jawab sedang saya tata manajemennya agar lebih baik. Manajemen yang sedang saya garap fokus pada sumber daya manusianya yaitu guru. Selama ini guru intinya adalah istri saya. Namun melihat keadaan dimana, ada santri yang besar dan anak-anak sehingga perlu dipecah kelasnya. Misal, santri yang besar materinya membaca dan hafalan surat, sedangkan santri yang kecil materinya menulis dan menggambar, maka keadaan seperti ini tidak boleh ditinggal. Selama ini yang terjadi, diantara santri besar dan anak-anak ada yang ditinggal, karena hanya ada satu guru. Belum lagi, jika ada anak yang ramai atau menangis, sedangkan gurunya sedang konsentrasi pada santri yang besar, maka dengan sendirinya santri yang besar ditinggal terlebih dahulu.

Selain itu, materi yang diberikan kepada santri besar dan anak jika digabungkan akan sama, sehingga tidak imbang padahal kebutuhan materinya berbeda antara santri yang besar dan anak. Materi santri besar lebih fokus pada pendalaman materi, sedangkan materi santri anak lebih fokus pada pengenalan konsep dengan bermain dan solawat.

Kondisi saat mengaji saat ini belum kondusif. Ada juga anak yang belum selesai mengaji menginginkan pulang, padahal belum selesai mengajinya. Sehingga butuh perhatian juga dari orang tua untuk pendampingan. Jangan dipasrahkan di tempat mengaji, kemudian ditinggal ke rumah. Sehingga guru tidak konsen pada kajian anak.

Permasalahan di atas, salah satunya dapat diatasi dengan ada satu guru. Satu guru itu sebagai guru yang mendukung guru inti yaitu istri saya. Alhamdulillah saya menemukan guru baru. Tak gampang ternyata mencari guru mengaji, hingga akhirnya saya harus memposting di status facebook saya. Tugas guru adalah sebagai patner guru inti, sehingga ada pemisahan kelas antara santri besar dan anak.

Doakan pula, kami diperlancar rizkinya agar bisa berbagi dengan sesama, karena ini adalah konsekuensi kita dalam me-manage suatu madrasah yang ingin saya kelola secara profesional. Semoga kehadiran dia menjadi semangat baru untuk madrasah Istiqlal dan Allah mempermudah langkah kita. Amin

Semarang, 7 Agustus 2016

Agung Kuswantoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: