Kajian Fiqih Rutin: Jangan Tutup Lagi

Oleh Agung Kuswantoro

Ayo berbagi. Berbagi apa saja dari apa yang kamu punya. Kamu punya uang? Bagikan uangnya. Kamu punya rumah? Serahkan rumahmu kepada yang membutuhkan. Kamu punya makanan? Bagikan pada orang yang lapar. Lalu, bagaimana jika kamu tidak punya uang, rumah, dan makanan? Alias kamu tidak punya materi? Jawabanku, bagikan tubuhmu.

Jika kamu punya ilmu. Sebarlah ilmumu kepada orang lain. Jika kamu belum punya ilmu. Bagilah tenagamu. Hasilnya memang lelah. Tapi jangan putus asa. Sekedar berbagi pengalaman saja. Ada beberapa forum yang saya dirikan. Alhamdulillah, bisa berjalan di awal hingga mengalami masa keemasannya. Dan, akhirnya hancur alias sepi forum tersebut. Ada pula yang masih berjalan dan menjadi besar hingga sekarang.

Mahasiswa Mengaji
Mahasiswa Mengaji saya bentuk tahun 2012. Kajian pertama di kontrakan saya di Green Village, Mangunsari. Alhamdulillah ada yang datang di pertemuan pertama. Kemudian terkendala tempat yang jauh dari jangkauan mahasiswa. Saya pindah ke Sekaran. Hasilnya ada tambahan peserta. Materi kajiannya tauhid, fiqih, dan tajwid. Namun di tahun 2016 ini, ternyata Allah berkata lain. Mahasiswa yang mau mengaji di kajian tersebut tidak ada yang datang.

Madrasah Istiqlal
Kajian anak-anak yang diselenggarakan di rumah saya tiap sore. Pada hari Senin hingga Kamis. Saya mulai buka kajian tersebut sekitar tahun 2014 (seingat saya). Alhamdulillah, antusias warga disekitar perumahan saya yang mengaji. Anak-anak pada datang. Berbagai kendala teknis saya selesaikan bersama orang tua wali dan istri (selaku pengelola). Kendala mulai dari peralatan, sarana, guru mengaji, dan persoalan. Puncaknya di tahun 2016, tepatnya November 2016 kami (saya, istri, dan orang tua/wali santri memutuskan “cuti” alias OFF atas kajian yang sore dilakukan di rumah saya tersebut dengan pertimbangan yang matang.

Sinau Nulis
Sinau Nulis. Forum kecil yang saya dirikan beberapa mahasiswa yang suka nulis. Forum sharing mengenai dunia kepenulisan. Beberapa mahasiswa mengirimkan sebuah tulisan, kemudian kita diskusikan dan dikirim ke redaksi, dan penerbit. Alhamdulillah ada yang di-publish dan diterbitkan penerbit. Lalu, forum ini sepi lagi.

Sekarang, saya dan keluarga konsen pada kajian fiqih yang saya sajikan bersama para jamaah Masjid Nurul Iman. Masjid dekat rumah saya. Atas persetujuan jamaah dan pengurus, tiap selesai sholat subuh diadakan kajian rutin mengenai fiqih. Saat ini temanya tentang sholat. Alhamdulillah beberapa hari ini lancar dan jamaah dapat mengikuti secara antusias. Kitab fiqih yang digunakan adalah Safinatun Najah. Dan, diakhiri dengan do’a.

Buka – Tutup – Buka
Gaya buka kajian, tutup kajian, dan buka kajian lainnya. Ternyata menjadi model dalam hidup saya. Buka kajian, awal ramai, hingga mengalami puncaknya. Setelah itu sepi karena alasan macam-macam seperti tidak ada santri/mahasiswa, tidak ada komitmen antara guru dan siswa, atau permasalahan teknis lainnya. Bisa juga kendala tersebut dari saya sendiri. Saya pun berpikir. Memang semua kegiatan tersebut semuanya berasal dari saya dan istri. Saya dan istri sebagai penyajinya. Anak-anak, dan mahasiswa sebagai pesertanya. Saat kami luar kota, kajian Madrasah Istiqlal (kajian anak-anak) kami libur dulu karena tidak ada yang menyajikan. Demikian juga Mahasiswa Mengaji, saat saya hari sabtu luar kota, kajian tersebut OFF dulu, karena tidak ada yang menyajikan. Kajian-kajian tersebut semua GRATIS alias tidak dipungut biaya. SPP-nya hanya datang ke rumah niat belajar dan ngaji. Dah itu saja.

Kami saat ini konsen pada kajian subuh. Semoga kajian ini tidak seperti kajian-kajian yang saya buat sebelum-sebelumnya. Dengan alasan tidak ada santri, tempat, waktu, atau penyajinya sibuk. Buka – Tutup – Buka . semoga tidak berlaku di kajian subuh. Jika saya tidak bisa menyajikan materi, ada perusnya. Jamaah pun konsisten yang mengikutinya. Ini semua dengan tujuan BERBAGI. Semoga Allah memberikan kemudahan untuk saya dan jamaah serta keluarga saya. Amin.

Semarang, 24 November 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: