MEMAKNAI REMUNERASI (REMUN)

Oleh Agung Kuswantoro

Syukur atas nikmat Allah, saya haturkan kepadaNya. Malam ini saya masih dalam perjalanan menuju Bantul. Saya mengisi acara sendirian itu biasa. Untuk kali saya diajak oleh teman-teman guru MGMP administrasi perkantoran kabupaten dan Bantul dan SMK Negeri 1 Bantul untuk berbagi ilmu tentang produk saya yaitu e arsip pembelajaran. Saya berangkat bersama AWAK XENIA yang terdiri dari lima orang. Empat termasuk dalam tim AGUNG MANAGEMEN yaitu Riski, Trisna, Ina, dan saya sendiri. Semua punya tugas masing-masing. Trisna sebagai koordinator di lapangan. Trisna akan dibantu oleh Ina dan Riski. Trisna sudah sering saya ajak dalam pelatihan e arsip pembelajaran. Sedangkan riski dan ina baru kali ini mereka saya ajak. Mengapa saya mengajak mereka? Karena permintaan panitia atas jumlah peserta yang jumlahnya ada 75 orang. Biasanya dalam setiap pelatihan jumlah peserta maksimal 30 orang. Namun untuk kali ini pesertanya lebih banyak karena ada tambahan dari siswa. Saya rasa tidak masalah karena akan membantu saya dalam praktek.

Pengalaman saya saat mengisi pelatihan dengan peserta siswa lebih cepat dibanding guru dalam masalah teknis operasionalnya. Namun konsepnya lebih cepat guru. Jelas guru sudah memahami konsep manajemen kearsipan.
Satu orang bukan AGUNG MANAGEMEN namun ia selalu ada dalam keberadaannya. Siapa itu? Sekretaris pribadi saya yaitu istri. Istri pasti tidak sendiri. ada saya. Ada istri. Dan, pasti ada anak. Mubin. Ia berumur 3 tahun. Jadi total ada enam orang dalam awak xenia. Saya mengajak mereka untuk berjuang bahwa untuk menjemput suatu rizki harus diperjuangkan. Jika itu ada rizki yang dekat, belum tentu itu rizki kita. Sebaliknya, jika ada rizki yang jauh, mungkin itu bisa rizki kita. Semua rahasia Allah.

Selain mengajak mereka berjuang, kami menganggap ini dalam rangka berbagi sesama dan refresing. Berbagi kepada sesama berupa ilmu e arsip yang saya ciptakan bersama trisna. Refresing berupa liburan panjang karena sepi di kampung. Kami sendiri orang perantau yang tidak mudik. Jadi butuh penyegaran hidup.

Sekarang kami semua sampai di jogjakarta. Masih kurang lebih 45 menit lagi ke bantulnya. Rasanya tidak sabar untuk bertemu dengan mereka. Pelatihan ini bagi saya bukan yang pertama. Namun pelatihan dengan membawa AGUNG MANAGEMEN baru kali ini. Senang rasanya. Apalagi ada anak dan istri. Merekalah penyemangat hidup saya. Hidup tak harus kaya. Tapi kalau bisa kaya hati. Itulah yang kami bangun. Tidak harus selalu pegang uang. Tapi bisa bagi ilmu. Tidak harus hidup di rumah mewah. Tapi rumah itu bisa untuk berbagi diantara sesama. Jika ada rizki, mari kita bagi. Jika punya ilmu, mari kita sebar. Itulah REMUN SESUNGGUHnya. Remun tak harus berwujud uang. Malaikat rizki tidak hanya berwujud 3346. Tapi malaikat rizki atau remun juga bisa berwujud undangan untuk memberi materi.
Itulah cerita singkat saya dalam perjalanan. Doakan semoga lancar.

Bersambung..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: