Prajab Tak Kunjung, Nasib Tak Pasti?

Oleh Agung Kuswantoro

CPNS UNNES tahun 2015 yang belum prajab sedang galau. Saya sendiri pun merasakan demikian. Alhamdulillah saya sudah prajab bersama ketua suku kita, Kang Burhan. Saya yang termuda diantara yang sudah prajab, hingga urutan di surat tugas, nama saya yang terakhir. Rejeki buat saya. Alhamdulillah.

Tetapi bagaimana yang belum prajab? Apakah nasibnya tidak jelas? Mari kita belajar memaknai itu. Prajab hanya alat. Alat apa? Alat untuk menjemput rejeki. Rejeki itu banyak bentuknya. Anda sehat? Itu rejeki. Anda sudah menikah? Itu rejeki. Anda punya anak? Itu rejeki. Anda mengontrak rumah? Itu rejeki. Anda punya orang tua? Itu rejeki.
Ketidakpastian itu ciri hidup. Prajab kata kepegawaian dilaksanakan Februari 2017 di LPMP Srondol Semarang, secara total CPNS tahun 2015.

Apakah Anda yakin itu akan prajab? Coba jawab? Saya tanya mas kepegawaian, jawabnya semoga. Maknanya juga belum pasti atau prajab dalam ketidakpastian pula. Biasanya berdasarkan pengalaman anggaran turun atau kegiatan bisa dilaksanakan bulan April, karena awal tahun, anggaran baru bisa cair. Lalu bagaimana kegiatan Februari 2017? Jawabnya belum tentu pula.

Carilah sesuatu yang pasti. Apa itu? Yaitu hidup Anda yang terus berjalan. Hidup Anda tak mungkin berhenti gara-gara tidak prajab. Anda pasti masih hidup meskipun belum prajab. Karena apa? Anda hidup itu sudah rejeki. Perlebar pikiran kita. Hanya jangan belum prajab menjadi sesuatu yang lain menjadi kecil.

Apa itu sesuatu yang lain? Yaitu potensi Anda. Anda punya harta karun yang luar biasa. Gali saja terus yang dalam. Setelah emas itu kita asah, maka akan bersinar. Lalu, emas itu akan dipakai orang lain. Itulah potensi Anda.

Saya akan mengasumsikan potensi Anda sama dengan prajab. Jika potensi kita posisikan dengan prajab, maka Anda hidup akan semangat. Prajab yang saya maksud adalah prajab kehidupan. Prajab kehidupan adalah proses hidup. Prajab kehidupan menjadikan Anda akan bergairah. Mengapa demikian? Karena Anda menuju kehidupan yang pasti. Pasti karena hidup dengan cara terus-menerus mencari bakat dan potensinya. Disanalah proses yang akan memberi pelajaran hidup. Proses saja sudah hidup.

Namun jika kita menanti prajab CPNS, yang Anda hanya menunggu, dan menunggu. Menungu kalau itu pasti, kita senang. Tapi kalau tidak pasti bagaimana? Jenuh kan? Nah, disinilah kita harus pelan-pelan memaknai apa itu rejeki. Sekali lagi prajab itu alat untuk menjemput rejeki. Jika sudah prajab, bukan berarti hidup tenang. Apakah saya senang sudah prajab? Saya belum senang karena belum menerima SK PNS. Itulah manusia. Maknanya itulah proses kehidupan.

So, marilah menjadi pribadi yang anggun dengan memastikan hidup kita sudah dijamin rejekinya. Tak usah menanti yang tidak pasti. Isilah yang tidak pasti dengan menggali potensi bakat Anda. Jika sudah menemukan potensi itu. Andalah penemu harta karun. Nanti akan mengatakan saya sudah melakukan prajab kehidupan yang sesungguhnya. Semoga Anda bisa. Amin. Salam sukses!!

Semarang, 11 Desember 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: