Mengarang Indah

Oleh Agung Kuswantoro

Apabila Anda ingin belajar menulis, berlatihlah dengan menulis. Jangan selalu berteori. Setelah kemarin kita belajar”dialog diri sendiri” sebagai sarana menulis tentang diri sendiri. Mengapa menulis tentang diri sendiri? Agar mengalir dan mengenali siapa diri kita sendiri. Sehingga”bebas” dalam pengungkapannya.

Sekarang belajar menulis dengan “mengarang indah”. Istilah yang sering saya dengar waktu ujian bahasa Indonesia dulu waktu SD hingga SMP. Dimana, ada satu lembar khusus kertas kosong untuk mengarang dengan tema yang sudah ditentukan. Nah, cara itulah kita gunakan.

Lupakan aturan dalam menulis, agar diri Anda bebas. Pikiran Anda “lepas”. Aturan kebahasaan atau teknik kepenulisan untuk sementara lupakan dulu. Tulislah yang Anda kehendaki. Tujuannya agar Anda berani dan bereksploitasi dalam menuangkan gagasan-gagasannya. Mengalir saja! Stephen King mengatakan “Menulislah dengan alasan apa pun, asal bukan untuk meremehkan” (Hernowo, 2016, 136).

Pernyataan Stephen King jelas menunjukkan kebebasan dalam menulis dengan alasan yang beragam. Jangan sibuk atau tidak ada waktu menjadi alasan untuk menulis. Atau menulis untuk menjatuhkan seseorang dengan meremehkan pendapatnya. Jelas, yang ini tidak boleh.

Kebebasan menulis atau mengarang indah-istilah saya-inilah, saya menemukan pada sosok JK Rowling. Ia adalah penulis terkenal di dunia berjudul Harry Potter. Ia membebaskan pikirannya untuk menuliskan kisah Harry Potter. Ia menulis hampir tiap hari. Kadang menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain, ia menulis selama tiga jam (Hernowo, 2016, 122).

Keren bukan? Itulah kebebasan dalam menulis. Jadi langsung praktik saja. Rajin ikut pelatihan-pelatihan menulis itu, OK. Tapi, lebih penting lagi, langsung praktik. Tidak berteoritis. Atau memberikan tanda jempol setiap ada tulisan. Inilah yang sering muncul di saat sekarang. Keberanian untuk menulis bebas itu sedikit. Tapi, keberanian memberikan komentar atau likes “jempol” banyak. Padahal menulis, itu prakteknya dengan menulis.

Itulah gambaran sederhana mengenai “mengarang bebas” sebagai teknik cara menulis. Kuncinya niat untuk memulai latihan. Modalnya hanya itu. Ambillah sehelai kertas kosong, lalu tulislah dengan bolpenmu yang sederhana. Bukalah microsoft word, lalu ketiklah kata demi kata. Itulah baru menulis. Bukan, beretorika! Lakukan saja! Insaallah, ada waktunya akan lebih terampil dalam menulis. Selamat mencoba!

Semarang, 24 Januari 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: