Mengikat Makna “Teknik Baru Menulis”

Oleh Agung Kuswantoro

Membaca buku Quantum Writing editor Bapak Hernowo (Kaifa), pikiran saya langsung melayang untuk mempraktekkan. Ada beberapa tawaran yang ditulis oleh Bapak Hernowo. Pertama, mengalirkan diri lebih dalam (inner self) ke selembar kertas. Menulis secara bebas di kerta mengenai sesuatu yang kita minati.

Kedua, memetakan suara intuitif, membuat peta konsep dari intuisi kita sendiri, karena setiap manusia itu unik dalam kemampuannya. Ketiga, membebaskan batin dari tekanan. Saat kita merasa tekan (baca: ada masalah), menulislah. Menulis akan menjadikan kita mengurai, mengkonstruksi, dan mengorganisir masalah tersebut.

Keempat, memetakan pengalaman mengalir. Setiap orang pasti memiliki pengalaman yang menarik. Pengalaman yang menarik itulah yang kita tulis. Pasti lebih mudah dan mengalir, karena mengalami. Ingat menulis itu alami, mengalami, dan pengalaman. Ketiga, hal tersebut penting.

Dalam penulisan juga ada tekniknya ada yang secara alami, berbalik, dan berlatih. Alami sebagai modal dasar yang diberikan oleh Tuhan. Setiap orang pasti memilikinya. Apa pun bidangnya. Berbalik, modal dengan cara memetakan dulu ide-idenya, kemudian disusun arah panah aliran pemikirannya. Sangat kemungkinan, arah ini akan “berbalik”. Teknik menulis dengan cara berlatih dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita jawab melalui tulisan. Itulah cara teknik menulis

Demikian, mengikat makna atas yang saya baca. Sedikit yang saya baca, satu bab atau sub bab, setelah itu langsung saya ikat agar yang saya baca lebih bermakna. Sekaligus dengan cara ini, saya belajar menulis. Itu saja.

Surakarta, 4 Februari 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: