Hatinya, Yang Dikuatkan

Hatinya, Yang Dikuatkan

Oleh  Agung Kuswantoro

 

 

Fisik boleh capek, tapi hati tak boleh. Hati menjadi muara dalam diri seseorang. Hati mati, fisik menjadi mati. Orang mengatakan “watake atos”. Bisa dikatakan galak, tidak berperasaan, dan asal ngomong. Mungkin itu sifat –sifatnya.

 

Allah akan menguatkan hati seseorang, apabila ia beriman (kajian yang kemarin). Pilihan orang beriman adalah diteguhkan (baca: dikuatkan) hatinya. Karena, hati adalah cermin kepribadian seseorang. Ada orang yang fisiknya kurus dan lelah, namun hatinya tetap tegas dan tenang. Sebagaimana kisah Ashabul Kahfi.

 

Selain diberi petunjuk yang lurus bagi orang beriman – Allah akan meneguhkan hatinya. Menurut saya, tepat sekali. Setelah diberi jalan (petunjuk), langkah selanjutnya adalah berjalan di atas jalan yang telah dilewati yang telah diberi petunjuk, sehingga mantap dalam melangkah.

 

Biasanya, saat jalan yang sepi, ada orang yang tidak yakin dengan jalan yang dilewati. Ada perasaan takut nyasar. Atau, malah tidak yakin dengan jalan yang dilalui, sehingga kembali lagi ke jalan yang telah dilalui.

 

Allah akan menguatkan hati bagi orang yang beriman. Allah akan memantapkan hatinya saat ia telah diberi petunjuk, lurus atas perjalanannya. Disinilah, letak kehadiran Allah. Jangan canggung dengan petunjuknya. Selalu berdoa, agar Allah membimbingnya, karena Allah ada di hati kita yang akan selalu menguatkannya. Waallahu’alam.

 

 

Semarang, 6 Juli 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: