Fardu Mandi (3)

Fardu Mandi (3)

Oleh Agung Kuswantoro

 

 

Meratakan air – saat   mandi – air pada bagian dalam pada bisul cacar yang pucuknya ternganga. Tidak termasuk disini bagian dalam bekas koreng yang menonjol keluar dan tertutup rapat sehingga tidak tampak bagian dalamnya. Haram membelah anggota tubuh yang tergandeng asli, termasuk juga (meratai/ mengaliri air) pada – bagian di bawah (maaf) kepala dzakar bagi orang yang zakarnya masih berkulit kepala (belum sunat). Ia wajib membasuh bagian dalamnya, sebab semestinya kulit glans penis itu harus dibuang (disunat).

 

Tidak termasuk harus dibasuh (diratai air) pada dasar rambut yang tumbuh dengan sendiri (ditempat yang tidak biasa), sekalipun banyak. Berkumur dan menyesap air ke dalam hidung tidak wajib dilakukan saat mandi. Namun, jika tidak dilakukan hukumnya makruh. Saat membasuh ke anggota badan menggunakan air yang suc mensucikan. Waallahu’alam.

 

 

Semarang, 21 Juli 2017

 

 

Kesunahan Mandi Wajib (1)

Oleh Agung Kuswantoro

 

 

Sunah mandi wajib yaitu, (1) Diawali dengan basmallah, (2) Membuang kotoran yang suci, semisal (maaf) mani dan lendir hidung dan kotoran yang najis seperti (maaf) madzi, walaupun mencuci najis dan menyingkirkan hadas dapat sekaligus satu basuhan, (3) Kencing sebelum mandi bagi orang yang wajib mandi sebab inzal (ejakulasi sebab mengeluarkan mani), agar sisa-sisa mani ikut keluar bersama air kencing tersebut, (4) Berkumur, menyeser air  ke dalam hidung dan berwudhu dengan sempurna, setelah selesai membuang kotoran. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Bukhori Muslim.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: