Tol Fungsional dan MacQueen

Tol Fungsional dan McQueen

Oleh Agung Kuswantoro

 

 

Tol fungsional Pemalang – Batang saat mudik 2017 telah digunakan. Ada catatan yang menarik bagi saya yaitu ada korelasi antara film kartun McQueen dan tol fungsional. Dalam benak ingatan saya, bahwa dalam film McQueen, ada sebuah perkampungan  yang bernama Radiators Springs. Di situlah “sekolah”, McQueen dididik. Desa tersebut adalah desa yang sangat damai. Lalu lintas orang berkendara dipastikan melewati desa tersebut. Desa tersebut sangat strategis, sehingga di tempat tersebut lengkap dengan sarana dan prasarananya, seperti pom bensin, bengkel roda, bengkel mesin, rumah makan, dan wisata dengan pemandangan air terjun. Menarik siapa pun orang yang bepergian melewati tempat tersebut. Pasti ingin singgah.

 

Sayang, semenjak ada pembangunan tol, dimana daerah tersebut tidak dilalui menjadikan sepi dari pengunjung. Tol memutuskan akses menuju desa tersebut. orang yang melewati tol untuk menuju kota, lebih cepat dibandingkan yang melewati desa tersebut. nyaris, desa tersebut sepi dari pengunjung. Bengkel, pom bensin, toko roda, cat mobil menjadi sepi. Desa tersebut seperti kuburan yang tidak ada kehidupan.

 

Kisah fiktif tersebut saya langsung membayangkan tol fungsional kemarin. Dampaknya, saya rasa sama. Tetapi belum tentu merugikan banyak pihak. Buktinya lalu lintas orang yang memilih tol fungsional tidak semua mobil memilih jalur itu. Karena, namanya saja fungsional, jadi berfungsi belum secara maksimal. Debu dan pasir masih banyak berhamburan di jalan tersebut. sehingga orang memilih jalur Pantura.

 

Namun, saat tol tersebut sudah berfungsi harus diperhatikan faktor-faktor ekonomi daerah yang dilewatinya. Daerah yang dilunta dilewati (Pantura) akan terasa sepi, saat tol ini berfungsi. Kendaraan lebih memilih tol. Bayangkan Batang hingga Pemalang dengan tol, pasti cepat Batang yang terkenal dengan tempat peristirahatan warung makan dan degan di Plelen menjadi kurang pengunjung. Menjadi ancaman bagi mereka.

 

Menurut saya itulah hidup. Harus inovasi. Pembangunan tol jangan disalahkan. Mobilitas orang sekarang tinggi. Pembangunan tol tidak bisa dipungkiri lagi. Saatnya kita harus berinovasi. Atau bertahan hidup. Hidup tak selamanya kaya dan sebaliknya, hidup juga tak selamanya miskin melulu. Jadikan tol fungsional ini “tantangan”, bukan hambatan. Maju saja dan berkreasi untuk tetap bertahan hidup. Itu saja. Semoga bermanfaat.

 

 

Semarang, 27 Juli 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: