Rukun Sholat: Niat (5)

Rukun Sholat: Niat (5)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Niat sholat harus jelas pada sholat Tarawih, Dhuha, Istisqo, Gerhana Matahari/Bulan,dan niat sholat lainnya.  Adapun sholat sunah mutlaq itu tidak diwajibkan ta’yin (jelas) dalam niat, cukup dengan hanya melakukan sholat. Lafalnya seperti ini Usholli sunnatal ro’ataini lillahi ta’ala.

 

Contohnya, 2 rokaat sholat tahiyatul masjid, sesudah wudhu, dan istikhoroh. Demikian juga sholat Awwabin termasuk sholat Mutlaq. Pendapat ini menurut Ibnu Ziyad dan Al-Allamah Assuyuti.

 

Namun, menurut pendapat ahli yang lain, untuk sholat Awwabin wajib di-ta’yin saat niat, sebagaimana niat sholat Dhuha.

 

 

 

 

Rukun Sholat: Niat (6)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Dalam sholat fardu, wajib niat sholat fardu. Termasuk niat sholat fardu kifayah atau fardu sholat dikarenakan nadar. Demikian juga, apabila yang mengerjakan sholat fardu, kifayah, dan qadha tersebut itu anak kecil. Tujuannya agar sholat tersebut ada pembeda dengan sholat sunah. Contoh niat sholat, “Saya melakukan sholat fardu Dhuhur”.

 

 

Semarang, 22 Februari 2018

 

 

 

 

Rukun Sholat: Niat (7)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Dalam niat disunahkan menyandarkan lillahi ta’ala. Tujuannya menyingkirkan atau menghilangkan perselisihan yang mewajibkan hal tersebut (sholat). Hal ini dilakukan juga untuk keikhlasan  dalam sholat. Misal, Usholli …..lillaihi ta’ala.

 

Disunahkan pula menyandarkan unsur pengarahan ta’arrud sebagai sholat adaa atau qodho misal, usholli …..Adaan/qodho’an.

 

 

Semarang, 24 Februari 2018

 

Rukun Sholat: Niat (8) Selesai.

Oleh Agung Kuswantoro

 

 

Sunah menyertakan lafal menghadap kiblat dan bilangan rokaaat, seperti Usholli …mustaqbilal qiblati …….rok’atani…..

 

Sunah juga mengucapkan lafal niat sebelum takbir. Tujuannya agar dengan mengucapkan niat, hati mudah konsentrasi, sekaligus sebagai penegasan bagi pihak yang mewajibkannya.

 

Kasus. Apabila ada orang yang ragu “apakah sudah niat dengan sempurna atau belum atas sholat tersebut”. Misal, niat sholat Asar atau Dhuhur. Orang yang sholat tersebut lupa, niat antara sholat Asar dan Dhuhur. Maka, jika ia ingat saat waktu yang lama akan niat sholatnya atau ingatnya setelah melaksanakan satu rukun, sholat – meskipun berupa ucapan – seperti Al fatihah, maka batal sholatnya. Tetapi, jika ingatnya sebelum sholat, maka sholatnya tetap syah. Waallohu’alam.

 

 

Semarang, 26 Februari 2018

 

 

 

 

 

Rukun Sholat: Takbir Taharrum (1)

Oleh Agung Kuswantoro

 

 

Ada sebuah hadis yang maknanya, “Jika kamu melakukan sholat, maka hendaknya bertakbirlah”.

 

Takbir dalam hal ini dinamakan dengan takbir taharrum. Mengapa dinamakan takbir taharrum? Karena, setelah bertakbir, orang yang sholat haram melakukan perbuatan yang sebelumnya halal dilakukan. Meskipun, perbuatan  (halal) tersebut membatalkan sholat.

 

Misal, sebelum takbirotul ihrom, orang yang akan sholat halal untuk makan, minum, berjalan dan aktivitas lainnya. Namun, setelah takbirotul ihrom, maka pekerjaan tersebut menjadi haram.

 

 

Semarang, 27 Februari 2018

 

 

 

Rukun Sholat: Takbirotul Ihrom (2)

Oleh Agung Kuswantoro

 

Takbirotul ihrom sebagai pembuka sholat. Tujuannya agar orang yang sholat melafalkannya dan memaknai awal sholat. Arti dari takbir sendiri yaitu mengagungkan Dzat yang telah siap untuk mengabdi kepada Allah, sehingga akan sempurna dan khusyuk sholatnya.

 

Dari sisi lain, takbir juga sering disebut/diucapkan berulang kali dalam sholat. Tujuannya agar tetap khusyuk dalam melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: