Gunakan Teori Yang Tepat dan Jelaskan

Gunakan Teori Yang Tepat dan Jelaskan

Oleh Agung Kuswantoro

 

Teori adalah “pondasi” dalam sebuah penelitian. Istilahnya, kajian teori. Mengapa kajian? Karena, sebagai landasan dari kajian yang akan diselesaikan/digunakan dalam menyelesaikan suatu penelitian/masalah.

 

Jangan, asal copy paste saja. Pernah, saya membaca skripsi, dimana ada teori yang “ampuh” biasa digunakan dalam hierarki kebutuhan manusia. Sebagian orang sudah pasti mengetahui teori tersebut milik Maslow. Bahkan, ada hierarkinya. Saat saya membaca sebuah skripsi, ternyata teori tersebut bukan milik Maslow. Teori tersebut dijadikan variabel. Jelas, berdampak fatal. Karena, teori-teori yang ia tuliskan, bukan milik Maslow. Padahal, jelas dari penjelasannya, milik Maslow.

 

Saya bertanya kepada pemilik skripsi tersebut untuk mengecek dari kutipannya. Saya menyarankan untuk membaca buku rujukan yang ia salin. Alhasil, ternyata milik Maslow. Berarti dalam skripsi tersebut harus ada kalimat “Maslow dalam penulis siapa (tahun, halaman)”. Inilah yang saya maksudkan, gunakan teori yang tepat. Setelah tepat memilih teori, kemduian dijelaskan.

 

Jangan sampai teorinya sedikit, lalu jumlah pertanyaan instrumennya banyak sekali. Berarti teori tersebut perlu dijelaskan lagi. Itu saja, semoga bermanfaat.

 

 

Jakarta, 27 April 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membuat Struktur Folder

Membuat Struktur Folder

Oleh Agung Kuswantoro

 

Setelah mempelajari metadata, kita dianjurkan untuk belajar juga cara pembuatan folder. Pembuatan folder ini sangat penting dalam pencarian file yang akan dan telah  disimpan. Cara yang termudah dalam membuat folder adalah struktur dari setiap materi/file yang ada dalam organisasi. Ibarat di organisasi, susunan folder terdiri dari sub-suborganisasi.

 

Misal, folder pelayan. Didalamnya terdapat folder makanan, kesehatan, publik, dan folder sub lainnya. Kemudian, didalam subfolder kesehatan ada sub-subfolder cek/periksa, surat, catatan, dan kontak.

 

File-file yang ada kaitannya dengan folder, subfolder, dan sub-subfolder dimasukkan didalamnya. Harapannya dengan pembuatan folder ini kita mudah menemukan file yang telah disimpan. Bayangkan, file yang telah kita buat hanya disimpan saja, dalam satu folder. Lalu, apa jadinya? Jelas, susah mencarinya. Itulah gunanya membuat folder. Namun, dalam membuat folder pun ada strukturnya. Tidak asal.

 

Jakarta, 27 April 2018

 

 

Puasa Lisan

Puasa Lisan

Oleh Agung Kuswantoro

 

Beberapa hari ini, kami (saya dan jamaah masjid Nurul Iman) mengkaji bab sunah puasa. Rujukan utama, KItab Taqrib. Di dalamnya ada penjelasan sunah puasa, salah satunya menjaga lisan.  Selain itu, ada sunah puasa yang lain seperti saur diakhir waktu dan berbuka puasa di awal waktu.

 

Justru saya penasaran, mengapa menjaga lisan termasuk sunah puasa? Melihat kedua perbuatan sunah lainnya, tidak ada dengan pekerjaan puasa. Tetapi, mengapa menjaga lisan termasuk sunah?

 

Di hari kemudian, saya membawa kitab Fathul Mu’in. Saya membuka bab sunah puasa. Salah satunya menemukan sunah puasa itu menjaga lisan. Didalamnya dijelaskan, bahwa pahala berpuasa menjadi rusak karena tidak menjaga lisan. Perbuatan dikategorikan tidak menjaga lisan yaitu berbohong, ngrasani dan memaki orang lain. Perbuatan tersebut merusak ibadah puasa. Bahkan, ada ulama yang mengatakan bahwa jika ada orang yang melakukan perbuatan di atas, maka batal puasanya.

 

Itulah pentingnya menjaga lisan. Disitulah, tidak ada kaitan antara perut dan lisan. Perut itu berkaitan dengan lapar. Lisan itu berkaitan dengan ketenangan. Obat “lapar” itu makan. Obat ‘ngrasani’ itu puasa. Jadi, itulah alasan mengapa menjaga lisan termasuk sunah (muakad). Jadi, ‘puasa’ lisan iu sangat penting. Jangan sampai puasa kita, hanya dapat haus dan lapar. Mari kita ‘puasa’ lisan saat puasa Ramadhan nanti. Janga sampai “rusak” ibadah puasa Ramadhan kita.

 

Semarang 29 April 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reliabilitas Didukung Validitas

Reliabilitas Didukung Validitas

Oleh Agung Kuswantoro

 

Saat menguji skripsi mahasiswa yang saya rasakan adalah saling belajar dengan dia. Dia adalah peneliti. Tugas saya membaca dan mengklarifikasi atas hasil penelitiannya. Bisa menambahkan, mengurangi, atau bertanya. Itu yang saya lakukan kepadanya.

 

Ada yang menarik saat saya menguji Dewi. Dimana pada reliabilitasnya menemukan 0,600. Saya pun mengeceknya dimana hasil dari referensi yang ia dapatkan termasuk reliabel. Namun, saya cocokkan pada lampirannya, saya tidak menemukan. Lampiran terkait perhitungan reliabilitas tidak ada.

 

Lalu, saya menanyakan kepadanya. “Berapa nilai reliabilitasnya?” Ia menjawab 0,587 Mengapa Anda menuliskan 0,600? Ia jawab “pembulatan, Pak”.Oh begitu”, jawab saya. “Terus, berapa ukuran/patokan reliabilitas dikatakan reliabel?” Ia menjawab 0,600. “Adakah dasarnya?” Tanya saya kepadanya.

 

Ia menjawab dari Trihendradi. “Pernah bacakan buku/referensi Trihendradi?” Tanya saya kepadanya. Ia menjawabnya “pernah”. Ada dihalaman sekian. Ujar wanita yang sudah mulai gelisah dengan pertanyaan saya.

 

Mengapa saya bertanya seperti itu? Lazimnya reliabilitas biasanya 0,700 dan 0,800. Namun, ini hanya 0,600. Itu pula pembulatan. Sebenarnya, hal ini tidak masalah. Saya mengecek nilai validitasnya, dimana untuk nilai validitas dari variabel tersebut sangat bagus. Artinya, ini sebagai pendukung dalam menentukan nilai reliabilitas variabel tersebut.

 

Jadi, nilai reliabilitasnya bisa didukung dengan nilai validitas. Dengan catatan, nilai validitasnya bagus. Namun, jika kurang bagus, maka nilai reliabilitasnya menjadi kurang kuat pula. Maknanya instrument tersebut kurang bagus. Oleh karenanya, reliabilitas dan validitas saling memberikan kontribusi.

 

Dalam pemahaman saya, bahwa penelitian kuantitatif mengutamakan reliabilitas terlebih dahulu. Hasilnya reliabel, maka dapat dikatakan dalam validitasnya diperoleh hasil valid. Ajeg-nya atau konsistennya pun jelas. Itulah pengalaman saya dengan Dewi. Selamat Dewi, Anda sukses mempertanggungjawabkan atas yang Anda tulis/penelitiannya.

 

Setelah ujian selesai, beberapa hari kemudian, Ia membawa buku yang saya tanyakan. Saya pun mempelajarinya. Inilah gunanya ujian, dimana kita saling belajar. Mari, kita belajar dan terus belajar. Jangan lupa, ikat dengan tulisan.

 

Sumber:

Trihendradi, C. 2013. Step by step IBM SPSS 21:Analisis Data Statistik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

 

 

Jakarta, 26 April 2018 ditulis di Pesawat Garuda Indonesia jam 10.47 menuju Jakarta dari Semarang

Spesifikasi Metadata Field Types (2): Habis

Spesifikasi Metadata Field Types (2): Habis

Oleh Agung Kuswantoro

 

Setelah mengetahui cara mengisi Filed Types atas setiap pertanyaan yang telah diajukan kepada seseorang/lembaga. Kemudian, kita akan membuat metatada. Metatada adalah gambaran sederhana dari form yang akan kita tampilkan. Metadata muncul dalam bentuk table-tabel.

 

Azad Adam (2007:58) menggambarkan tabel metatada yang kompleks berisikan kolom field name, field type, field length, formatting, dan mandatory. Field name berisikan nama lengkap, nama panggilan, tempat tanggal lahir, tempat bekerja, dan fied name lainnya. Field type berisikan alphanumeric, date, time, dan field type lainnya. Field length berisikan batasan alphanumeric pada nama lengkap yaitu 50 karakter, batasan nama panggilan pada nama panggilan yaitu 10 karakter, batasan nomor handphone yaitu tergantung pada kode Negara, tanggal lahir dengan batasan yaitu 8 karakter, dan field length lainnya.

 

Formatting berisikan cara penulisan format dari field nama. Misal, nomor HP, dimulai dengan 081 untuk Negara Indonesia, Format jam dengan 24 jam, bukan 12 jam. Jika jam 6 sore akan tertulis 18.00, bukan 06.00 PM, dan contoh formatting lainnya. Mandatory berisikan Yes atau No. kebanyakan diisikan Yes.

 

Keterangan diatas itulah yang saya sebut adalah metadata. Dari metadata ini akan muncul form yang telah dibentuk. Form ini seperti form yang manual, hanya bentuknya dalam bentuk computer yang lengkap dengan laporannya/repot.

 

Demikianlah tulisan sederhana ini, semoga bisa terus belajar. Dan, semoga bermanfaat.

 

Semarang, 25 April 2018

Nisfu Syaban

Nisfu Syaban

Oleh Agung Kuswantoro

 

Nisfu Syaban, Insya Allah akan jatuh pada hari Senin malam/malam Selasa (30/4/2018). Berdasarkan sumber yang saya peroleh bahwa perayaan malam Nisfu Syaban itu, bukan berdasarkan pada suatu hadis. Hingga saat ini, saya belum menemukan sebuah hadis yang mengkaji tentang Nisfu Syaban.

 

Nisfu Syaban merupakan sebuah Ijazah dari Habib Ali bin Ahmad bin Tholib Al-Athos Pekalongan, dimana pada malam 15 Syaban, kita dianjurkan untuk Sholat dua rokaat dengan rokaat pertama, setelah membaca surat Alfatihah, kemudian membaca surat Alkafirun. Pada rokaat kedua, setelah membaca surat Alfatihah, kemudian membaca surat Al-Ikhlas. Lalu, dianjurkan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali. Adapun tujuan pembacaan masing-masing surat Yasin itu, yaitu

  1. Pembacaan surat Yasin pertama dimaksudkan untuk diberi umur panjang agar tetap beribadah kepada Allah.
  2. Pembacaan surat Yasin kedua dimaksudkan untuk mendapatkan rizki yang halal dan berkah.
  3. Pembacaan surat Yasin ketiga dimaksudkan untuk ketetapan Iman dalam hidup.

Setelah membaca Yasin tiga kali, kemudian membaca doa Nisfu Syaban. Adapaun doanya, sebagaimana yang ada dalam buku-buku surat Yasin bagian akhir. Semoga kita bisa menjalankannya. Amin.

 

Semarang, 25 April 2018

Ziarah Pemikiran

Ziarah Pemikiran

Oleh Agung Kuswantoro

 

Dr. Ir. Solimun, MS dosen Universitas Brawijaya. Ia penulis buku Metode Statistik Multivariat Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) Pendekatan Warp PLS, sangat menarik. Saya sebagai pembaca pun terasa betapa pandai dan pengalaman, ia dalam hal statistika. Sehingga, ia menuliskan buku. Buku ini, bukanlah yang pertama. Ini buku yang ketiga. Ia sangat bersemangat menuliskan buku ini.

 

Ada kalimat yang menggugah untuk saya di buku itu dan ia sendiri mengucapkan saat saya bertemu dengannya. Berikut kalimatnya: “Ziarah pemikiran orang dapat kita lakukan, bilamana kita bisa bertatap muka dan berdiskusi. Namun, jika ada kendala lokasi yang berjauhan dan waktu yang berbeda, maka ziarah ke pemikiran seseorang bisa dilakukan melalui tulisan orang bersangkutan.” Itulah kalimat yang saya ingat, dan membekas sekali untuk saya. Jadi, menulislah agar kita diziarahi oleh orang lain. Ziarah pemikiran.

 

Ziarah tidak hanya ke pemakaman/kuburan. Tetapi, ziarah ke pemikiran seseorang dibutuhkan agar kita memahami apa yang ada dibenak pemikiran penulis. Cara agar diziarahi pemikiran kita, yaitu dengan menulis. Menulislah agar kita diziarahi pemikiran kita. Ini juga sebagai awal jariyah kita hidup di dunia.

 

Semarang, 18 April 2018

 

Previous Older Entries