Nabi Muhammad SAW Sangat Kuat Berdoa

Nabi Muhammad Sangat Kuat Berdoa
Oleh Agung Kuswantoro

Mengaji dengan jamaah Subuh Masjid Nurul Iman tiap hari, menjadikan saya berpikir dan merenung terkait materinya. Saat ini, beberapa bab lagi kajian Albarzanji akan khatam/selesai. Ada beberapa poin yang saya dapatkan dari kitab ini.

Pertama, Nabi Muhammad SAW sosok yang mulai akhlaknya. Budi pekertinya luar biasa. Tidak ada kata marah atau emosional dalam kandungan kitab tersebut. Kita dianjurkan untuk bersolawat, karena Nabi Muhammad SAW sosok yang sangat terpuji akhlaknya. Tujuannya agar kita dapat menjadikan teladan kehidupan.

Kedua, Nabi Muhammad SAW sangat kuat berdoa kepada Allah. Segala sesuatu/tindakan selalu melibatkan Allah. Allah nomor satu. Meminjam istilah Yusuf Mansur, yaitu Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Tercatat dalam kitab tersebut, ia bermunajat di gua Hiro, Tsur, peristiwa Suroqoh, peristiwa Thoif, dan yang lainnya. Nabi Muhammad SAW selalu berdoa dulu kepada Allah. Bukan kerja/melakukan pekerjaan terlebih dahulu. Tetapi berdoa. Allah sebagai tempat curhatnya.

Semoga kita bisa selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa kepada-Nya. Amin.

Semarang, 28 November 2018

Albarzanji (30): Hnya Abu Bakar

Albarzanji (30): Hanya Abu Bakar Assidiq
Oleh Agung Kuswantoro

Sepulang Isro’ Mi’roj, Nabi Muhammad SAW menceritakan pengalamannya kepada kaum Qurais dan sahabatnya. Ternyata, hanya Abu Bakar Assidiq-lah yang mengimani/membenarkan atas kisah tersebut. Sehingga, gelar yang melekatnya – Assidiq – itu bermakna benar.

Artinya, dialah orang pertama yang membenarkan atas peristiwa Isro’ Mi’roj. Ia/Abu Bakar mempercayai (mengimani) atas cerita Nabi Muhammad SAW. Baginya, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang jujur dan selalu dilindungi oleh Allah. Jadi, tidak mungkin, ia berbohong. Waallahu’alam.

Semarang, 28 November 2018

Albarzanji (29): “Oleh-olehnya”, Sholat

Albarzanji (29): “Oleh-olehnya”, Sholat
Oleh Agung Kuswantoro

Hasil perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika Isro’ Mi’roj yaitu sholat. “Oleh-oleh”– saya menyebutnya– berupa sholat. Sholat diwajibkan setelah Isro’ Mi’roj. Sholat Dhuhur menjadi sholat pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Mengapa sholat Dhuhur? Karena, sepulang dari Isro’ Mi’roj, kayfiyah/tata cara sholat belum diajarkan oleh malaikat Jibril. Setelah itu, diwajibkan sholat Dhuhur, karena sudah ada kayfiyah-nya. Oleh karenanya, sholat Dhuhur-lah, sholat wajib yang pertama dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Walaupun sholat yang diwajibkan oleh Allah yaitu 5 waktu. Namun, pahalanya 10 kali lipat dari masing-masing sholat. Jadi 50 pahala sholatan untuk 5 waktu. 50 sholatan inilah,sama seperti Nabi Musa. Itulah, keanugerahan Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Dimana pahalanya setara dengan ibadah sholat umat Nabi Musa. Waallahu’alam

Semarang, 27 November 2018

Peta Konsep Hukum Nun Mati Atau Tanwin

hukum nun mati.jpg
Peta Konsep Hukum Nun Mati Atau Tanwin
Oleh Agung Kuswantoro

Seperti biasa, tiap hari Kamis materi kajian di Masjid Nurul Iman adalah Tajwid. Tiap kelas sibuk dengan materinya. Terlihat kelas A dan B sedang belajar Mahroj huruf Hijaiyyah. Ustadah Nisa sibuk dengan pelafalan huruf kepada Santri. Sekali-kali, menyanyikan alif, ba, ta, tsa, jim, kha, kho, dan seterusnya.

Kelas C diampu oleh Ustadah Lu’lu’. Materinya Mahroj huruf. Terlihat Santri menirukan atas ucapan Ustad. Santri harus serius mengikutinya, karena mareka (belum) terbiasa dengan pelafalan Mahroj suatu huruf.

Kelas D, saya yang mengampu. Saya melanjutkan materi sebelumnya. Saya membuat peta konsep atas hukum Nun mati atau tanwin. Kemudian, Santri menyebutkan huruf-hurufnya.

Misal, Idhar. Hurufnya apa saja? Santri yang menyebutkan. Saya yang menuliskan dalam papan tulis. Mengapa saya melakukan itu? Karena semua materi sudah diberikan kepada Santri.

Setelah mereka membuat peta konsep, mereka membuka Alqur’an. Mereka, membuka surat Alfatihah. Mereka mencari bacaan yang ada hukum Nun mati atau tanwin.

Ketiga santri sibuk mencari bacaan yang ada di surat pembuka Alqur’an tersebut. Ayat demi ayat mereka telusuri. Dua santri (Raihan dan Riris) mengatakan, “Saya nemu, Pak”. Ini ‘An ‘am ta ‘alaihim”.

Riris menjelaskan itu bacaan Idhar, karena Nun mati ketemu huruf ‘ain. Sehingga, harus dibaca jelas. Ternyata, pada Alfatihah ditemukan satu bacaan yang mengandung hukum Nun mati atau tanwin. Kemudian, mereka mencari hukum nun mati dan tanwin pada surat Albaqoroh ayat 1 hingga 6.

Mengingat waktu sudah sore, saya memberikan tugas kepada mereka untuk mencari bacaan-bacaan yang ada hukum nun mati atau tanwin pada surat Albaqoroh ayat 1 hingga 6.

Itulah cerita kami dengan mereka. Belajar mengenal ilmu Allah, karena kami ingin dekat dengan Allah, sehingga kitab suci (Alqur’an), harus saya pelajari. Minimal dari sisi tajwidnya. Waallahu’alam.

Semarang, 23 November 2018
Ditulis di pom bensin AKPOL Semarang, pukul 17.10 WIB

Albarzanji (28): Nabi Muhammad SAW Bertemu Para Nabi

Albarzanji (28): Nabi Muhammad SAW Bertemu Para Nabi
Oleh Agung Kuswantoro

Sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan setelah wafat Abu Tholib dan Khodijah, Nabi Muhammad SAW di-Isro’Mi’roj-kan oleh Allah SWT. Isro’ berawal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kemudian, Mi’roj ke Sidratul Muntaha.

Di langit pertama, ia bertemu Nabi Adam. Nabi Adam yang diangkat derajat kemuliaannya. Di langit kedua bertemu Nabi Isa bin Maryam. Maryam adalah gadis suci yang terhindar dari “noda” godaan laki-laki. Maryam selalu bertakwa.

Di langit kedua, ia bertemu juga, Nabi Yahya (saudara sepupu Nabi Isa). Nabi Yahya, sejak kecil mampu memahami kitab taurot.

Di langit ketiga, ia bertemu Nabi Yusuf. Nabi Yusuf memiliki wajah yang tampan. Di langit keempat Nabi Idris yang derajatnya dimuliakan oleh Allah.

Dilangit ke lima, ia bertemu dengan Nabi Harun. Nabi Harun adalah seorang yang sangat dicintai oleh kaum bani Isroil.

Di langit ke enam, ia bertemu dengan Nabi Musa. Nabi Musa adalah sosok yang “ahli” bermunajat kepada Allah. Ia pernah berbicara secara langsung dengan Allah, sehingga dijuluki Kalamullah.

Di langit ketujuh, ia bertemu Nabi Ibrohim. Nabi Ibrohim “hatinya” selalu dijaga oleh Allah dan dijaga dari sengatan panas api milik raja Namrud.

Yogyakarta, 25 November 2018

Albarzanji (25): Diwajibkan Sholat Malam/Lail

Albarzanji (25): Diwajibkan Sholat Malam/Lail
Oleh Agung Kuswantoro

Melihat keadaan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan susah, pamannya – Abu Tholib – selalu melindunginya. Ia berharap selamat dari serangan orang Musyrik.

Keadaan tersebut, menjadikan Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan sholat malam (QS. Al Muzammil ayat 1). Yang artinya, “Hai orang yang berselimut”. Lalu, ayat tersebut diganti/dinasah dengan surat Al Muzammil ayat 20. Dimana ia diwajibkan Tahajud/sholat lail.

Lalu, diwajibkan pula sholat dua rokaat diwaktu pagi dan petang. Kemudian, diganti dengan sholat 5 waktu, ketika Nabi Muhammad SAW Isro’ Mi’roj.

Itulah sejarah jumlah sholat dalam Albarzanji. Ternyata, tahajud itu lebih duluan. Bahkan, Allah mewajibkannya bagi Nabi Muhammad SAW. Ini pembelajaran bagi kita, agar senantiasa melaksanakan sholat malam. Karena Nabi Muhammad SAW selalu melakukannya. Bahkan, ayatnya, pernah diganti dengan surat Al muzammil ayat 20, yang dulunya surat Al Muzammil ayat 1.

Sekali lagi, urutannya, yaitu 1 sholat (tahajud), 2 sholat (waktu pagi dan petang), dan terakhir 5 sholat (Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya, dan Subuh).

Semoga kita bisa melaksanakan sholat-sholat itu. Karena Nabi Muhammad SAW selalu melaksanakan itu, terlebih awalnya perintah itu (sholat) dalam keadaaan susah. Sebagaimana keadaan di atas. Itu artinya, sholat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Untuk menguatkan batin kita kepada-Nya, agar ada pertolongan dari-Nya.

Semarang, 25 November 2018

Albarzanji (24): Dakwah “Terang-terangan”

Albarzanji (24): Dakwah Terang-terangan
Oleh Agung Kuswantoro

Banyaknya sahabat yang masuk Islam, menjadikan dakwah Nabi secara terang-terangan. Dulu bersembunyi dalam menyiarkan Islam.

Tercatat orang yang masuk Islam yaitu Ustman bin Affan, Sa’ad bin Abi Waqqash, Said bin Zaid, Tholhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awan, dan Sofiyyah. Abu Bakar juga berhasil memasukkan sahabatnya. Ini pertanda, bahwa sahabat Nabi Muhammad SAW mulai kuat dalam mengajarkan Islam.

Keadaan tersebut, turunlah ayat Al Hijr 94, “Fasda’ bima tu’maru”. Ayat ini perintah agar berdakwah dengan terang-terangan.

Semakin dakwah secara terang-terangan, maka orang Musyrikin mulai “berang” dengan apa yang dilakukan oleh Nabi. Akhirnya, terjadi permusuhan dan penganiayaan terhadap sahabat Nabi Muhammad SAW. Beberapa sahabat dan Nabi Muhammad SAW terancam dengan tindakan Musyrikin. Akhirnya, mereka (Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya) hijrah ke Habasyah. Ini terjadi pada tahun ke-5 setelah kenabian.

Semarang, 23 November 2018

Previous Older Entries