Albarzanji (35): Ciri Fisik Nabi Muhammad SAW

Albazanji (35): Ciri Fisik Nabi Muhammad
Oleh Agung Kuswantoro

Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling sempurna kejadian dan akhlaknya, yang mempunyai sikap dan sifat yang luhur. Ia memiliki fisik sederhana tingginya, putih kemerah-merahan kulitnya, dua belah matanya lebar, seolah-olah bercelak, lebat bulu matanya, dua kening melengkung dan lembut rambutnya.

Jarang antara gigi-giginya, lebar mulutnya dan terlihat menarik, lebar kanan kiri dahinya, dahinya bagaikan bulan sabit. Halus pipinya, terlihat mancung hidungnya dan bagus pangkal hidungnya. Renggang jarak antara dua tulang belikatnya, sederhana pula dua tapak tangannya, yang besar tulang-tulang sendinya, yang tipis tapak kakinya, yang tebal rambut jenggotnya, besar kepalanya, rambutnya sampai kecuping telinga.

Diantara dua tulang belikatnya ada cap kenabian, yang diliputi oleh cahaya. Keringatnya jernih bagaikan mutiara, yang berbau lebih semerbak dibanding dari bau minyak kasturi. Jalannya condong, seolah-olah turun dari tempat yang tinggi.

Ia suka berjabat tangan dengan orang yang mau berjabat tangan dengannya. Dan jika berjabat tangan dengan tangannya yang mulia itu, maka bekas bau semerbak pada tangannya itu masih ada dalam beberapa hari.

Jika ia baru saja menyapu-nyapukan tangannya pada kepala anak-anak kecil lainnya dapat mengenalnya, karena bekas baunya yang semerbak itu. Paras wajahnya senantiasa bercahaya, bagaikan bulan pada malam bulan purnama.

Orang yang telah menyipatinya mengatakan, bahwa tidak ada seorang pun pada waktu sebelumnya dan waktu sesudahnya, orang yang dapat menyamai dengannya.

Nabi Muhammad SAW adalah orang yang bersangatan malu, dan tawadhuk, mau memperbaiki kasutnya sendiri, dan menambal pakaiannya yang sobek, dan mau memerah biri-biri, dan mau membantu keperluan dalam rumah tangganya.

Dan, ia menyukai orang fakir dan miskin dan suka duduk bersama-sama mereka, mau meninjau orang-orang yang sakit diantara mereka, sudi mengantar jenazah mereka, dan tidak mau mencemoohkan orang yang sangat fakir.

Ia bersedia menerima alasan orang lain, dan tidak pernah menghadapinya dengan sikap yang membencikan, dan mau berjalan bersama-sama dengan para janda dan kaum buruh

Ia tidak pernah merasa gentar menghadapi para raja, dan andaikata marah, semata-mata hanyalah karena Allah, dan kerelaannya juga karena-Nya.

Ia suka berjalan dibelakang pada sahabatnya, seraya bersabda “Kosongkanlah tempat dibelakang saya untuk para Malaikat”.

Mau berkendaraan unta, kuda, bighal, dan keledai dari hadiah sebagian raja-raja.

Jika perutnya lapar, maka disumbatnya dengan batu, toh kunci gedung perbendaharaan bumi berada ditangannya. Dan, gunung-gunung pun bersedia menjadi emas untuk keperluannya, namun beliau juga enggan menerimanya.

Ia jarang sekali, melakukan hal-hal yang kurang berguna, dan suka mulai memberi salam kepada orang yang dijumpainya, suka memperlamakan sholat dan mempersingkat khutbah Jum’at.

Menyukai orang yang mulia, dan menghormati orang utama, juga mau bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya. Beliau tidak pernah bersabda melainkan yang benar, justru Allah SWT menyukai dan rela kepadanya.

Semarang, 6 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: