Ngaji Tauhid (2): Butuh Penggerak

Ngaji Tauhid (2): Butuh Penggerak
Oleh Agung Kuswantoro

Penggerak yang mengajarkan ajaran-ajaran Allah di masyarakat adalah Kiai/Ustad. Jika Masjid saat sholat 5 waktunya ramai, maka Kiai/Ustadnya telah hadir dulu di Masjid. Ia/Kiai/Ustadnyanya sudah datang.

Jamaah/makmum tidak “keteter” atau bosan menanti kehadiran Imam. Imam – menurut saya – itu Kiai/Ustad masyarakat setempat.

Jika Imamnya saja “kendo” ke Masjidnya. Bisa dikatakan, saat sholat jamaah di Masjid, maka jamaah akan kebingungan mencari Imam. Atau, jamaah menjadi “galau” karena menanti Imam yang lama tak kunjung datang.

Imam/ustad adalah penggerak. Ia harus ada di Masjid saat sholat tiba, karena sudah ada jamaah yang menantinya.

Semarang, 13 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: