Ngaji Tauhid (9): Ikatan

Ngaji Tauhid (9): Ikatan
Oleh: Agung Kuswantoro

Aqidah secara bahasa berasal dari kata aqoda. Yang artinya ikatan. Dulu guru saya memaknainya dengan kata “bundelan”.

Kata ikatan/bundelan mengandung arti bahwa dalam diri seseorang (baca: hati) sebenarnya sudah ‘diikat’ oleh Allah dalam hal keyakinan.

Hati itu, sudah peka/terasa, jika ada Allah didalamnya. Jika, hati itu sudah terbiasa dekat dengan Allah, Insya Allah ikatannya akan kencang. Sebaliknya, jika hati itu menjauh dari Allah, maka ikatannya lepas.

Jadi, hatilah yang diikat. Bukan, tubuh. Sebagai gambaran, jika ada suara adzan berkumandang. Lalu, kita langsung sholat. Maka, ikatan hati kita kepada Allah sangat kuat.

Sebaliknya, jika ada suara adzan berkumandang, lalu “mencuekkan” dengan tidak sholat. Berarti, ikatan hati kepada Allah pada diri seseorang tersebut itu lemah/lepas.

Itulah makna akidah. Yaitu, sebuah ikatan. Kita yang lebih mengetahui kuat/lemahnya ikatan tersebut. Waallahu’alam.

Semarang, 27 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: