Ngaji Tauhid (14): Keterbatasan Fisik

Ngaji Tauhid (14): Keterbatasan Fisik
Oleh Agung Kuswantoro

Keterbatasan fisik seseorang, bukan berarti imannya rendah. Mengapa? Iman tidak diukur dari kesempurnaan fisik.

Mari, kita lihat definisi iman. Iman itu pembenaran/keyakinan dalam hati. Melalui ucapan dan pembuktian.

Kata kuncinya, hati. Misal, ada orang (maaf) tuli. Saat adzan, ia tidak mendengar. Namun, ia sudah mengetahui waktu sholat dari waktu yang ditunjukkan atau melihat sinar matahari. Atau, diberi tahu seseorang bahwa telah masuk waktu sholat.

Kemudian, ia langsung sholat. Padahal, waktu untuk mengerjakan sholat masih panjang. Ia mengharapkan Ridho Allah dengan sholat awal waktu.

Kondisi seperti itu, menunjukkan bahwa imannya sangat kuat. Meskipun, tak mendengar adzan tapi tetap sholat di awal waktu.

Itu contoh sederhana, bahwa iman seseorang nyata diwujudkan. Jadi, iman tidak ditunjukkan dengan kesempurnaan fisik. Tapi, aplikasi dari ibadahnya dan keyakinan dalam hati. Wallahu ‘alam.

Semarang, 11 Januari 2019

1 Komentar (+add yours?)

  1. cell Phones for soldiers
    Jan 19, 2019 @ 03:53:08

    It’s really a great and useful piece of information. I am happy that you simply shared this helpful info with us.
    Please stay us up to date like this. Thank you for sharing.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: