Ngaji Tauhid (17): Orang Beriman Itu Menyakini “Isi” Alquran

Ngaji Tauhid (17): Orang Beriman Itu Menyakini “Isi” Alquran
Oleh Agung Kuswantoro

Salah satu rukun iman yaitu mempercayai kepada kitab. Kitab yang dimaksudkan Alquran, Injil, Zabur, dan Taurot. Injil, Zabur, dan Taurot itu yang asli, sebagaimana Nabi yang menerima di masanya. Injil diterima oleh Nabi Isa. Zabur diterima oleh Nabi Dawud. Dan, Taurot diterima oleh Nabi Musa. Sedangkan, Alquran diterima oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya, belum tentu mereka mengimani Alquran. Sehingga, dalam tauhid itu ada perbedaan antara rukun Islam dan Iman. Bahkan, sangat jelas perbedaannya.

Rukun islam cenderung “berisikan” pada perbuatan dari agama Islam itu sendiri. Sedangkan, rukun iman cenderung pada keyakinan atas perbuatan itu sendiri. Misal, rukun islam itu ada sholat. Pada rukun iman ada perintah dalam Alquran untuk sholat (aqimussholat wa atuzzakat). Bahkan tidak cukup sholat ‘biasa’, namun sholat khusuk.

Jika hanya sholat, maka kita hanya menjalani rukun islamnya, namun belum tentu tercapai rukun imannya yaitu mempercayai dalam Alquran bahwa melalui sholat dapat menjadi hamba yang beruntung. Siapa hamba yang beruntung? Hamba (orang beriman) yang sholatnya khusuk. Lihat surat Almukminun ayat 1-2.

Jadi, urutannya menjadi orang beriman agar sholatnya khusuk. Yakin dulu dengan rukun iman yaitu mempercayai yang ada dalam Alquran (sholat khusuk) dan melakukannya dan membenarkan dalam hati. Bukan, membenarkan secara akal. Wallahu ‘alam.

Semarang, 16 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: