Ngaji Tauhid (20): Dosa Penghalang Doa

Ngaji Tauhid(20): Dosa Penghalang Doa
Oleh Agung Kuswantoro

Kemarin kita sudah merefleksikan atas perbuatan kita selama satu pekan. Biasakanlah agar kita senantiasa untuk mengingat atas kesalahan-kesalahan dan kebaikan-kebaikan kita yang pernah kita lakukan selama satu Minggu.

Lebih banyak mana antara kesalahan dan kebaikan? Penting ini. Sehingga, saat hari Jumat tiba, kita harus menyiapkan diri.

Mulai hari Kamis, bersiap untuk berpuasa. Malam harinya, habis Magrib mengaji Al Kahfi atau Yasin. Dilanjutkan, tahlil.

Tengah malamnya, sholat tahajud dan witir. Lalu, sholat qobliah Subuh. Dilanjut mengikuti kajian.

Pulang dari Masjid, mengaji walaupun 3 atau 5 menit. Ini sebagai bekal untuk melaksanakan aktivitas hari Jumat yang berkah.

Dengan cara ini, doa kita Insya Allah diijabahi/diterima. Karena, kita menghindari maksiat. Sehingga, doa tidak terhalangi. Dosalah yang menutupi doa kita. Bisa jadi, seperti itu. Wallahu ‘alam.

Rembang, 19 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: