Ngaji Tauhid (22): Mengimani Ciptaan Allah

Ngaji Tauhid (22): Mengimani Ciptaan Allah
Oleh Agung Kuswantoro

Dulu, saya pernah diajarkan oleh guru saya dalam tauhid seperti ini.

“Siapa pencipta matahari”? “Siapa pencipta bintang?”Siapa pencipta bumi”?

Itu arti secara bahasa Indonesia. Materi sebenarnya yaitu “man kholaqossyansa”? “Man kholaqonnujum”?”man kholaqol ardo”?

Jawab itu semua semua adalah “Allahulladzi kholaqol Syamsa, nujum, dan Ardho”.

Artinya, “Allah yang menciptakan matahari, bintang, dan bumi”.

Demikian juga, hujan. Hujan itu, siapa penciptanya? Jawabnya, “Allah”.

Jika kita mengatakan “waduh kok hujan”; “lho kok hujan, batal acaraku”; “Alah hujan daganganku sepi”, dan kalimat lainnya.

Jika kalimat tersebut diucapkan sama halnya mengumpat atau meremehkan pencipta hujan.

Seharusnya, kita memuji atau (minimal) mengakui Pencipta hujan. Caranya, dengan berkata “Alhamdulillah, hujan”. “Subhanallah, nikmat sekali ciptaan Allah”.

Cara terbaik seorang yang beriman adalah mengakui ciptaan Allah, dengan cara bersyukur. Minimal itu. Bukan, malah “mengumpat”. Wallahu ‘alam.

Semarang, 22 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: