Ngaji Tauhid (24): Percaya Kepada Yang Ghaib

Ngaji Tauhid (24):Percaya Kepada Yang Ghaib
Oleh Agung Kuswantoro

Salah satu ciri orang beriman adalah percaya kepada hal yang ghaib. Secara bahasa ghaib berarti sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra.

Misal, wujud pahala itu ghaib. Pahala tidak berbentuk uang, diskon, atau tabungan. Tapi, hal itu ada dalam agama Islam.

Pahala itu muncul setelah melakukan suatu perbuatan. Pahala tidak langsung seketika diberikan. Artinya, wujud dari pahala itu ghaib.

Pahala orang sholat jamaah itu 27 derajat. Namun, kita tidak mendapatkan ‘tunai’ 27 derajat diterima. Namun, bisa merasakan berupa ketenangan batin.

Ketenangan batin pun hanya ada di hati. Tidak bisa diwujudkan dalam kata-kata atau sebuah ‘pesta’ kebahagiaan. Namun, itulah iman. Percaya kepada yang ghaib. Wallahu ‘alam.

Semarang, 24 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: