Ngaji Tauhid (37): Iman Kepada Malaikat

Ngaji Tauhid (37): Iman Kepada Malaikat
Oleh Agung Kuswantoro

Malaikat yang bertugas mencabut ruh adalah Malaikat maut dan rekan-rekannya. Dalam, tauhid Malaikat maut/Izroil itu tidak sendiri. Ia bersama dengan teman-temannya. Maknanya, dalam bertugas ia dibantu oleh orang lain.

Hal ini sebagaimana keterangan dalam surat As Sajadah ayat 11 yaitu Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawa.

Berarti kematian itu sudah pasti, hanya waktu dan ruangnya dirahasiakan oleh Allah. Bayangkan, jika waktu dan ruang diberi tahu oleh Allah kepada makhlukNya dalam kematian.

Pasti, orang akan bertaubat. Ia (mungkin) akan pesan undangan kehadiran kematian, agar orang menyolati dan menghadiri pemakamannya.

Atau, (mungkin) ia akan berada di Masjid menanti waktu tiba hingga ruhnya diambil oleh Malaikat.

Itulah kematian, hanya Allah yang mengetahui. Tidak ada makhluk yang mengetahui. Sekelas, Malaikat maut saja hanya diberi tugas. Maknanya, ia tidak tahu akan kematian. Wallahu ‘alam.

Semarang, 11 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: