Pengelolaan sholat Lima Waktu

Pengelolaan Sholat Lima Waktu
Oleh Agung Kuswantoro

Entah apa yang menjadi pengemangat saya – selaku takmir masjid Nurul Iman Sekaran – untuk menyelenggarakan sholat lima waktu. Selama lima tahun Masjid hanya menyelenggarakan sholat tiga waktu saja. Padahal, sholat wajib itu ada lima waktu dalam sehari.

Berbagai cara, saya lakukan dengan menghadirkan pimpinan puncak hingga teknis. Termasuk, menghadirkan jamaah masjid dan orang tua yang memiliki putra – putri yang sholat di Masjid Nurul Iman Sekaran.

Rapat sudah dilakukan. Sosialisasi sudah dilakukan, pula terkait masjid akan menyelenggarakan sholat lima waktu. Dalam penyelenggaraan sholat dibutuhkan muadzin. Takmir masjid mulai menata muadzin masjid. Ada dua sholat wajib yang diselenggarakan oleh Masjid Nurul Iman yaitu sholat rowatib dan sholat Jumat. Muadzin sholat Jum’at, mulai ditata. Alhamdulillah permasalah muadzin sholat Juma’at telah terselesaikan. Sekarang, muadzin sholat lima waktu. Adapun Imam sholat Dhuhur dan Asar adalah Mbah Darman.

Mengapa takmir fokus ke muadzin? Karena, muadzinlah yang mengajak dan orang pertama untuk menyelenggarakan sholat. Keterbatasan sumber daya dan banyak faktor, takmir menggunakan muadzin dari kalangan remaja masjid.

Remaja masjid sebagai “pendorong/motor” atau “penggerak” untuk penyelenggaraan sholat Dhuhur dan Asar. Remaja masjid, kebetulan sering di rumah. Terlebih masih masa pandemi Covid-19. Untuk sholat Maghrib, Isya, dan Subuh muadzinnya adalah mbah Qosim dan mbah Darman.

Jadwal muadzin sholat sudah ditentukan. Termasuk, surat pemberitahuannya kepada orang tua bagi remaja masjid. Harapan remaja masjid untuk jadi muadzin adalah regenerasi muadzin, mengingat di Masjid Nurul Iman “diisi”/dilakukan oleh orang tua/mbah-mbah. Sehingga, perlu dipikirkan generasi penerus yang menjadi muadzin.

Dengan berlatih percaya diri bagi remaja masjid untuk “tampil” adzan kepada masyarakat. Harapannya, mereka akan menjadi muadzin masjid dan Bilal saat sholat tarawih dan witir.

Untuk remaja—belajar dan praktik adzan – ada kelas muadzin yang diselenggarakan oleh takmir tiap malam Sabtu di Masjid Nurul Iman Sekaran usai sholat maghrib hingga menjelang sholat Isya. Adapun materinya mulai dari filosofi adzan, tarikh adzan, fiqih adzan, praktik 1 dan 2, serta evaluasi adzan.

Demikian usaha berjuang kami untuk memaksimalkan fungsi masjid yaitu menyelenggarakan sholat lima waktu. Bukan dikatakan masjid, jika masjid hanya berfungsi untuk kegiatan masyarakat. Masjid adalah tempat sujud. Sujud itulah sholat. Sholat bisa terselenggara, bila ada yang mengadzani. Siapa yang mengadzani? Muadzin!

Semarang, 19 Oktober 2020
Ditulis Di Rumah jam 05.00 – 05.20 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: