Istikamah dengan Amalan

Istikamah dengan Amalan

Oleh Agung Kuswantoro

Saya memaknai istikamah dengan keajegan dari suatu perbuatan. Kuncinya, disiplin diri. Mengajak diri ke arah kebaikan.

Ada orang menyebut istikamah dengan amalan. Bicara amalan, saya jadi ingat ustad Yusuf Mansur, beliau sangat kuat dengan amalan.

Amalan adalah salah satu faktor terkabulnya suatu doa.  Amalan harus kuat, jika kita memiliki suatu cita-cita. Terlebih cita-cita/tujuan tersebut tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi berdampak kepada orang lain. Amalan pun harus memiliki dampak kepada orang lain.

Bisa jadi ada amalan yang kuat untuk diri sendiri, seperti salat sunah atau puasa sunah. Ada pula amalan yang berdampak ke orang lain yaitu bersedekah untuk fakir miskin yang rajin ke Masjid. Atau, amalan mengajak orang untuk membuka dan membaca Alquran. Ada juga, amalan dari orang lain yang dilakukan secara berjamaah untuk mendoakan tujuan orang tertentu.

Hal inilah yang ingin saya lakukan – sambil belajar – yaitu amalan yang berdampak kepada orang lain. Sederhana saja, amalan itu yaitu tadarus usai salat Subuh berjamaah di Masjid.

Membaca Alquran 5 hingga 10 menit tiap hari. Hasil observasi dan masukan para sesepuh masyarakat, bahwa jamaah dan sebagian besar masyarakat yang tinggal di Masjid itu tidak terbiasa mendengarkan suara Alquran dilantunkan dan dibaca. Jika ada orang yang bisa melafalkan surat di Alquran, itu hanya hafalan surat Yasin dan surat pendek juz 30.

Atas dasar observasi dan masukan sesepuh masyarakat, saya mencoba untuk  mengistikamahkan membaca Alquran usai sholat Subuh berjamaah selama 5 – 10 menit di Masjid. Alhamdulillah sudah berjalan satu bulan ini.

Praktiknya, saya masih membaca Alquran sendiri. Beberapa kali ada satu jamaah (Mbah Darman) yang mendengarkan tadarus saya. Tidak hanya bertadarus saja, saya juga membaca sholawat Nabi “ya roobi solli ‘ala Muhammad, ya robbil solli ‘alaihi wasallim. Lalu, dilanjutkan dengan bacaan nadoma kitab ‘Aqidatul Awwam atau kitab Hidayatus Sibyan dan ditutup dengan Asmaul Husna.

Amalan-amalan inilah semoga memberi dampak kepada diri saya dan masyarakat setempat dalam membiasakan mendengarkan dan membaca Alquran. Semoga bisa langgeng mengamalkan amalan ini. Amin. []

Semarang, 17 Januari 2021

Ditulis di Rumah jam 02.00 – 02.50 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s