Menyambut Bulan Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan
Oleh Agung Kuswantoro

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.” (QS. at-Taubah:36).

Sebentar lagi, kita akan memasuki bulan Sya’ban 1442 Hijriah. Saat ini, tanggal 21 Rajab 1442 Hijriah. Sebelum berakhir bulan Rajab dan masuk bulan Sya’ban, mari kita saling mengevaluasi diri.

Ramadhan adalah bulan suci. Masuk bulan Ramadhan, harus persiapan dulu. Tidak bisa langsung seorang hamba/seseorang itu, masuk bulan Ramadhan. Karena itu, Alquran sudah tegas mengatakan puasa di bulan Ramadhan itu untuk orang yang beriman.

Sering dan banyak pula, ada orang Islam yang sehat, berakal, dan mampu saat bulan Ramadhan itu, tidak berpuasa. Oleh karenanya, sekali lagi untuk memasuki bulan Ramadhan harus persiapan.

Ramadhan itu ibarat sekolah terbaik. Orang yang masuk ke sekolah terbaik, harus dari “input” atau siswa yang terpilih. Ciri siswa, yang baik memasuki sekolah “Ramadhan” adalah beriman.

Lalu, muncul pertanyaan pada bulan Rajab ini, sudahkah kita menjadi pribadi yang beriman?

Pertanyaan di atas, hanyalah seseorang itu sendiri yang bisa menjawabnya. Namun, sebagai hamba Allah harus berusaha masuk ke “sekolah” Ramadhan. Salah satu usahanya, adalah berdoa dan membayar “hutang” puasa pada tahun sebelumnya.

Ada doa yang harus sering kita panjatkan sejak 1 Rajab yaitu Allahumma bariklana fi rojaba, wa sya’bana, wa balligna Romadhona, wa hasil maqosidana. Maknanya, kurang lebih: “Ya Allah, berikanlah keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban. Lalu, sampaikan (panjang umurkanlah) kami hingga memasuki bulan Ramadhan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan memiliki hasil yang tercapai.

Bacalah doa itu, tiap saat dan tiap waktu. Ini adalah amalan sederhana yang diajarkan oleh guru saya, waktu di pondok pesantren Salafiah Kauman Pemalang, dimana setiap salat, santri mengucapkan doa tersebut.

Orang bisa hidup, sehat, dan mampu melakukan aktivitas di bulan Rajab, namun belum tentu berkah. Ada seseorang yang rajin sholat malam, beramal baik, sedekah, dan ikhlas beribadah sejak sekarang agar berharap dipanjang umurkan memasuki bulan Ramadhan.

Sebaliknya, ada seseorang yang “cuek” dengan hidupnya. Lupa dengan Tuhannya yang telah memberikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan. Tipe orang yang “cuek” jelas tidak masuk dalam kalangan “bariklana fi rojaba” (yang diberkahi di bulan Rajab).

Mari, mumpung bulan Rajab belum habis, refleksi dan evaluasi diri dulu, ibadah apa yang belum dilaksanakan? Hati, kita sudah suci atau belum? Sudah ikhlas belum kita dalam beribadah?

Kemudian, selain berdoa, yaitu “nyaur hutang” puasa Ramadhan pada tahun sebelumnya. Tugas lelaki sebagai suami adalah mengingatkan istri yang pasti haid tiap bulan dengan menanyakan ke istri: “Sudahkah puasa Ramadhan tahun 2020/1441 Hijriah “dilunasi” semua?” “Berapa hari yang belum dilunasi, hutang puasanya?”

Lelaki sebagai kakak dari adik yang berjenis kelamin perempuan (dewasa), mengingatkan tentang “nyaur puasa” sebelum Ramadhan tahun 2021/1442 H.

Sekali lagi, kita diberi Allah berupa kenikmatan, kesehatan, kesempatan hidup yang sama dengan orang lain. Namun, belum tentu kualitas ibadah seseorang itu sama. Kualitas jamaah satu dengan jamaah lainnya juga berbeda. Hanya Allah yang mengetahui kualitas ibadah hamba-Nya.

Jadilah, hamba yang mudah “menangis” hatinya karena merasa bersalah kepada Allah. Ia merasa kurang untuk beribadah, sehingga ia terus belajar menuju ilmu Allah. Hamba yang seperti itulah, biasanya sedikit bicara, karena ia sibuk mengoreksi diri sendiri. Bukan, mengoreksi kesalahan orang lain.

Demikian, tulisan sederhana ini, semoga Allah memberikan kesehatan, kesempatan, kemampuan, dan keberkahan di bulan Rajab untuk kita meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Amin. []

Semarang, 5 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: