Kajian Abain Nawawi (4): Urutan Harus Benar

Kajian Arbain Nawawi (4): Urutan Harus benar
Oleh Agung Kuswantoro

Dalam urutan rukun Islam (termasuk rukun Iman) dalam penyebutan bagi orang yang melafalkan (baca: menyanyi/bersolawat), juga harus benar. Jangan sampai dibolak-balik, urutannya. Karena dalam filosofi urutan tersebut, mengandung makna.

Misal: ada orang Nasrani, sedang melakukan salat, zakat, atau puasa. Sedangkan orang tersebut (Nasrani) belum/tidak mengatakan syahadat, maka ibadah salat, zakat, atau puasa tersebut; tidaklah sah. Karena, dia (yang bersangkutan) belum mengatakan syahadat (urutan nomor satu dalam rukun Islam). Sedangkan ibadah salat, zakat, atau puasa adalah urutan nomor dua, tiga, dan empat dalam rukun Islam.

Demikian juga, dalam penyebutan rukun Iman – biasanya terbalik pada iman kepada kitab dan Rosul. Yang sering disebutkan adalah iman kepada Rosul dulu. Padahal, secara urutan dalam kitab Arbain Nawawi adalah iman terhadap kitab terlebih dulu.

Mari buka kitab, buku, dan referensi yang valid. Jika ada perbedaan pendapat, bisa kita diskusikan. []

Bersambung.

Ditulis di Gedung Prof. Wuryanto (Auditorium) UNNES jam 08.30 – 08.45 Wib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: